IpoL Indonesia: Di Pilgub Jatim, Parpol Gagal Antar Kader Internal

0
67
IpoL Indonesia (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Ada pesan penting dan menjadi catatan di acara diskusi yang digelar Lembaga Survei IpoL Indonesia di Cafe Mbah Cokro di Jalan Jemursari Surabaya, Selasa (21/11/2017), malam.

Maman Suherman atau akrab disapa Kang Maman, Senior Advisor IpoL Indonesia menyebut partai politik yang punya fungsi melakukan pengkaderan dinilai gagal memunculkan kader, utamanya di Pilgub Jatim. Itu terbukti, partai politik tidak mampu memunculkan kader dari internal partai masing-masing, untuk muncul menjadi calon pemimpin di Pilgub Jatim.

“Partai politik gagal memunculkan kader-kader terbaiknya, itu termasuk di Pilgub Jatim,” kata Kang Maman.

IpoL Indonesia, Maman Suherman (Foto: Tudji)

Dia menambahkan, saat ini merupakan kesempatan emas untuk bangkitnya generasi millenial memperbaiki kondisi bangsa dan carut marut, serta akrobat politik di Nusantara ini. Namun, kesempatan itu tidak dengan mulus bisa dijalani, mereka (masih) terganjal berbagai aturan termasuk partai politik yang rata-rata di kuasi ‘orang kuat’ pemilik partai, karena memiliki modal sehingga leluasa mengatur.

Baca Juga: Ipong Masuk Radar Bidikan Calon Pendamping Khofifah

Generasi muda jika ingin menapaki tangga itu harus bergabung melalui partai politik. Itu juga tidak langsung mulus, untuk menjadi anggota dewan misalnya, dipastikan mereka memang memiliki trah dari mbah buyutnya, atau memiliki modal serta koneksi di partai. Jika tidak, pasti hanya menjadi bawahan atau di posisi pesuruh. Berbeda dengan kader atau sosok yang disiapkan, termasuk oleh si empunya partai politik, dalam sekelebat sosok kandidat muda bisa tampil.

“Jika tidak melalui partai, memang ada jalur independen atau perseorangan. Tetapi, itu pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selain harus mengumpulkan foto 2,3 juta KTP sebagai syarat dukungan, jalan itu tidak langsung mulus,” terangnya.

Kemudian, jika di Pilgub Jatim mereka (generasi milenial) tampil sebagai pasangan yang mandiri lepas dari pengaruh kedua kandidat baik bersama Gus Ipul atau Khofifah Indar Parawansa, akan menemui jalan berliku.

“Saat ini (di Pilgub Jatim) merupakan kesempatan yang baik untuk generasi milenial, jika mereka tampil sendiri akan bisa mengungguli kedua kandidat,” terang Kang Maman.

Namun, kesempatan itu tidak dengan mudah didapat oleh kader milenial. Selain sistem pengkaderan partai politik yang tidak berjalan dengan baik. Di Indonesia, partai politik identik dengan “pemilik” yakni mereka adalah orang-orang tertentu, memili posisi jabatan dan pengaruh yang besar. Menurut lelaki asal Jawa Barat itu, partai politik tak ubahnya seperti kerajaan, yang dimiliki oleh orang-orang tertentu.

Selain itu, untuk menghadang minat kader milenial seandainya maju di Pilgub Jatim dari jalur independen, aturan yang harus ditempuh juga sangat rumit dan terjal.

“Kita semua tahu, berapa fotokopi KTP yang harus disediakan dan kemudian diverifikasi, jadi sangat sulit,” terangnya.

Demokrat Pilih Pasangkan Khofifah dan Emil

Partai Demokrat Pilih Pasangkan Khofifah-Emil Dardak

Seperti diketahui, di Pilgub Jatim 2018, Partai Demokrat (PD) resmi menjatuhkan pilihan dan mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistyanto Dardak. Pengumuman duet Khofifah dan Emil dilakukan oleh Ketua DPP PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dihadiri oleh Ketua DPD PD Jatim, Soekarwo dan sejumlah kiai di kediaman SBY, di Puri Cikeas, Selasa, (21/11/2017).

Baca Juga: PBNU Harus Jaga Kiai Tidak Terseret Politik Praktis

Terkait itu, Sekjen DPP PD Hinca Pandjaitan membenarkan partainya telah mengukuhkan dan mendukung pasangan Khofifah-Emil. Di depan undangan yang hadir, peristiwa itu diabadikan dengan berfoto bersama. Tampak pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur bersanding dengan SBY, Soekarwo, KH Shalahuddin Wahid, Nyai Lily Wachid dan sejumlah kiai lainnya.

“Iya benar, (pengukuhan) dilakukan tadi siang di Puri Cikeas,” kata Hinca.

Sekretaris Demokrat Jatim Renville: “Itu hasil dari perjodohan”

Renville Antonio (Foto: Tudji)

Sementara, dihubungi terkait itu, Sekretaris DPD PD Jatim Renville Antonio mengaku kalau dirinya sedang berada di luar negeri, tepatnya di inggris.

“Saya masih di Inggris Mas, ntar kalau pulang kita kumpul,” tulis Renville setelah dihubungi Nusantara.news melalui whatshap, Selasa (21/11/2017), malam.

Kemudian, ditanya soal DPP PD yang resmi menetapkan pasangan Khofifah-Emil, dia menyebutnya hal itu merupakan hasil dari perjodohan.

“Karena ini perjodohan dari para kiai dan tokoh Jatim, berdasarkan aspirasi masyarakat Jatim yang dikumpulkan oleh Demokrat dan tim 9, selanjutnya kita partai hanya mengamini,” urai Renville.

Sebelumnya, selain telah muncul nama Emil sebegai pasangan yang dipilih oleh Partai Demokrat untuk mendampingi Khofifah. Nama lainnya yang juga sempat mencuat adalah Ipong Muchlissoni. Bupati Ponorogo itu dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni dan dinilai layak mendampingi Khofifah untuk maju di Pilgub Jatim.

Dikatakan oleh pengamat politik dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, Surokhim bahwa pasangan Khofifah-Ipong sangat pas untuk menghadang Gus Ipul-Anas di Pilgub Jatim. Itu karena Ipong meski masih muda juga pengusaha sukses, tergolong politisi senior, memiliki banyak pengalaman di pemerintahan dan politik.

“Ipong termasuk kepala daerah yang berhasil memimpin dan memajukan daerahnya. Dan, yang tak kalah penting juga dukungan dan akses (Jakartanya) yang kuat,” terang Surokhim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here