Ipong Masuk Radar Bidikan Calon Pendamping Khofifah

0
75
"Pendaftaran kan baru awal Januari 2018" (Nusantara.news)

Nusantara.news, Surabaya – Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang akan digelar Juni 2018, terus ramai menjadi perbincangan. Munculnya dua sosok yang dinilai sebagai kader terbaik dari Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jatim, mendampingi Soekarwo. Serta perempuan asal Surabaya, Khofifah Indar Parawansa Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang bakal bertemu di perhelatan kursi kepala daerah.

Muncul penilaian, Ipong Muchlissoni dianggap sosok layak mendampingi Khofifah sebagai wakilnya, untuk menandingi pasangan Gus Ipul-Abdullah Aswar Anas. Selain Ipong, sosok muda, energik dan pintar serta dikenal sukses mendongkrak kemajuan Kabupaten Trenggalek, yakni Emil Elestianto Dardak yang menjabat Bupati Trenggalek juga diprediksi memiliki peluang untuk mendampingi Khofifah. Pasangan itu, dinilai akan punya kekuatan penuh untuk menandingi pasangan Gus Ipul-Anas.

Ipong Dinilai Layak Dampingi Khofifah

Ipong Muchlisson digadang jadi wakil Khofifah di Pilgub Jatim

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Surokhim menyebut pasangan itu pantas bersanding dengan Khofifah untuk mengganjal langkah Gus Ipul-Anas di Pilgub Jatim. Alasannya, Bupati Ponorogo yang juga pengusaha sukses itu selain tergolong politisi senior, juga dinilai kaya pengalaman di pemerintahan serta partai politik, yang dilakoni sejak masih mahasiswa di Kalimantan.

“Ipong termasuk kepala daerah yang berhasil memimpin dan memajukan daerahnya. Selain memiliki modal ekonomi yang mapan, tak kalah penting juga dukungan dan akses (Jakartanya) kuat. Latar belakang sebagai birokrat dan juga asal dari Mataraman akan berpengaruh besar. Saya pikir menjadi pertimbangan jika ia digandeng Khofifah,” terang Surokhim , Jumat (17/11/2017).

Baca Juga: Gus Ipul dan Khofifah Dua Kader Terbaik NU

Sosok Ipong dinilai sebagai keunggulan, karena memiliki daya saing yang bisa melengkapi kepiawaian Khofifah, termasuk di kultur wilayah Mataraman. Jika secara head to head dengan Anas, akan semakin menarik persaingannya. Meski begitu, Ipong harus kerja ekstra keras karena Anas juga memiliki keunggulan, salah satunya karena usianya relatif lebih muda.

“Khususnya untuk pertarungan di wilayah kultur Arek, tentu membutuhkan prasyarat lain yang lebih kompetitif dan itu butuh ekstra usaha jika Ipong resmi digandeng untuk mendampingi Khofifah,” lanjutnya.

Sementara, kendati mereka berdua berlatar belakang birokrat yang berhasil memajukan daerahnya. Tetapi Anas dinilai memiliki nilai positif jika dibandingkan dengan Ipong. Itu, jika dilihat dari usia, popularitas, media darling dan juga prestasi inovasi yang dilakukan untuk daerah yang dipimpinnya, Banyuwangi.

Lanjut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) itu, butuh ekstra keras untuk bisa mengejar siapa pun yang akan mendampingi Khofifah sebagai bakal cawagub. Tentu selain kriteria yang bisa diterima partai pengusung dan tim satelit pendukung Khofifah juga harus melihat kompetitor, yakni pasangan Gus Ipul.

“Ini yang membuat rumit dalam memilih pasangan untuk Khofifah. Menurut saya Ipong bisa kompetitif di Mataraman, tetapi butuh ekstra usaha keras untuk bisa meraih ceruk suara di wilayah Arek dan Pandalungan dan Tapal Kuda,” tegasnya.

Januari 2018, Pendaftaran Pilgub Jatim 

Emil sosok muda dan cerdas dinilai layak dampingi Khofifah

Sementara, hingga saat ini Khofifah belum mengumumkan sosok yang akan mendampingi dirinya di Pilgub Jatim.

“Pada dasarnya As soon as possible, sesegera mungkin. Tapi ijinkan saya terus muter dulu, memusyawarahkan dengan partai-partai pengusung, mengkomunikasikan dua nama yang sudah disepakati untuk direkomendasikan oleh tim kiai dan bu nyai,” ujar Khofifah, saat berkunjung ke Kabupaten Jember, Jumat (17/11/2017).

Khofifah tidak terlalu galau dengan manuver politik kandidat gubernur dan wakil gubernur di kubu lain. Karena, sambil menunggu diumumkannya bakal calon wakilnya, pihaknya menegaskan karena pendaftaran (Pilgub Jatim di KPU) juga masih jauh.

“Pendaftaran baru awal Januari 2018,” ucapnya.

Baca Juga: Kiai Asep Bekali Doa Relawan Khofifah

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Direktur Surabaya Survey Center (SSC), Mochtar W Oetomo mengurai Khofifah yang telah memastikan langkah maju di Pilgub Jatim, dianggap memainkan ‘politik busur panah’ lantaran saat itu membatalkan mendaftarkan diri melalui Partai Demokrat.

Langkah itu dinilai sebagai tarikan tali busur ke belakang, agar lesatan anak panahnya semakin kencang dan jauh serta kuat. Termasuk belum segera dideklarasikannya sosok yang akan mendampingi di Pilgub Jatim.

“Karena semakin banyak kalangan yang menunggu, publik semakin penasaran, siapa yang akan mendampinginya,” ujar Mochtar.

Dan, selama ini, dalam perjalanan menuju Pilgub Jatim, Khofifah memang tak banyak bicara soal strategi politiknya. Termasuk, siapa yang akan mendampingi dirinya (Khofifah) di Pilgub Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here