Iran Kutuk Rencana Serangan ke Masjidil Haram

0
98
Puing-puing terlihat setelah seorang pembom meledakkan dirinya di Mekah, Arab Saudi 23 Juni 2017. Foto: Saudi News Agency/REUTERS

Nusantara.news Iran mengutuk keras rencana serangan yang dilakukan sekelompok orang di kota suci Mekah. Serangan menargetkan situs suci umat Islam sedunia, Masjidil Haram yang di dalamnya terdapat Kabah. Iran adalah negara yang terus bertentangan dengan Arab Saudi. Keduanya negara saling tuding sebagai penyokong gerakan terorisme di Timur Tengah.

Kendati menteri pertahanan Iran pernah mengancam akan mengacaukan kota-kota Arab Saudi, karena sikap Saudi yang selalu menyudutkan Iran, misal tentang pengembangan senjata nuklir dan penyokong dana terorisme, tapi Teheran mengecualikan dua kota Mekah dan Madinah, sebagai kota suci yang tidak akan pernah diganggunya. Oleh karena itu, Teheran mengecam ketika ada rencana untuk menargetkan Masjidil Haram sebagai sasaran terorisme.

Sebagaimana dikutip Reuters, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan, mengutip juru bicara Pakistan Bahram Ghasemi yang mengatakan, “Terorisme merajalela dan berkembang sekarang di seluruh dunia.”

Dia meminta semua negara untuk berhati-hati, dan menegaskan bahwa Iran siap untuk membantu negara-negara lain dalam menghadapi milisi bersenjata.

Televisi negara Arab Saudi telah menayangkan rekaman pasca-serangan di dekat Masjidil Haram Mekah, menunjukkan bahwa polisi dan sejumlah petugas penyelamat berjalan melalui gang-gang di daerah dimana aparat keamanan menghadapi pembom bunuh diri.

Polisi mengatakan, mereka terlibat baku tembak dengan pembom buunuh diri di sebuah apartemen  berlantai tiga. Pembom kemudian meledakkan dirinya sehingga menyebabkan bangunan runtuh. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan, pelaku terbunuh saat ledakan dan melukai sekitar 6 orang asing (jemaah umrah) dan 5 anggota pasukan keamanan lainnya.

Sebagaimana dilaporkan, 5 orang, termasuk satu wanita, diduga terlibat dalam rencana teror tersebut, dan telah ditangkap oleh polisi Arab Saudi. Mereka berasal dari tiga kelompok, dua berbasis di Mekah dan satu di Jeddah, kata Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dilansir CNN.

Diduga pelaku melibatkan orang asing

Identitas para pelaku rencana penyerangan masih diverifikasi, menurut kerangan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Namun Badan Pers Arab Saudi, ada petunjuk tentang keterlibatan orang asing.

Pemerintah Arab Saudi telah mengalami serangkaian serangan teror dalam beberapa tahun terakhir, dan berhasil menggagalkan sejumlah rencana tersebut.

Pada bulan Oktober lalu, Kementerian Dalam Negeri mengatakan pasukan keamanan Saudi telah menangkap dua sel teroris secara terpisah, satu di antaranya merencanakan untuk menyerang pertandingan kualifikasi sepak bola Piala Dunia di Jeddah. Empat warga Pakistan ditangkap terkait  rencana itu, sementara 4 warga Saudi dari sel lainnya ditahan.

Tiga pemboman bunuh diri juga dilakukan pada bulan Juli tahun lalu di Madinah, Jeddah dan Qatif. Pihak berwenang Arab Saudi mengidentifikasi pembom Jeddah sebagai orang Pakistan. Dua penjaga terluka dalam serangan yang terjadi di dekat konsulat AS itu. Serangan Madinah, di dekat Masjid Nabawi, salah satu situs suci umat Islam, telah menewaskan 4 penjaga keamanan. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, tapi pejabat Saudi menuding kelompok-kelompok lokal yang selama ini bersimpati kepada ISIS.

Masjid Syiah di al-Ahsa juga menjadi target serangan pada Januari 2016 lalu, menewaskan sedikitnya 4 orang. Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab, tapi diyakini dilakukan oleh ISIS atau salah satu afiliasinya.

Kemudian, sedikitnya 13 orang tewas dalam sebuah ledakan di masjid wilayah Asir, barat daya Arab Saudi pada Agustus 2015. Lima lainnya menyerang sebuah masjid Syiah di Saihat, di pantai timur negara itu. ISIS atau afiliasinya juga dituding bertanggung jawab.

Arab Saudi diguncang 2 serangan pada bulan Mei 2015, keduanya diklaim dilakukan oleh ISIS. Pertama, bom bunuh diri yang dilakukan seseorang menewaskan 21 orang di masjid Imam Ali di Qudayh. Kedua, seorang pria menyamar sebagai wanita, menewaskan 3 orang saat meledakkan dirin di luar masjid di Dammam. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here