Ironi di Lahan Sendiri

0
239

Nusantara.news, Jakarta – Tingginya angka rasio gini yang dirilis Oxfam beberapa waktu lalu, seharusnya menjadi peringatan akhir bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mengingat, lembaga peneliti ketimpangan asal Inggris itu telah mengungkap fakta jika harta kekayaan 4 taipan (konglomerat) setara dengan 100 juta orang miskin.

Baca: Gila, Harta 4 Orang Terkaya Indonesia Setara Harta 100 Juta Orang Miskin

Di lain pihak, Bank Dunia juga menempatkan prosentase ketimpangan Indonesia berada di peringkat ketiga setelah Rusia dan Thailand. Disebutkan, sebesar 10 persen taipan menguasai 77 persen dan sisanya (90 persen) masyarakat hanya menguasai 33 persen kekayaan nasional. Sekitar dua per tiga kekayaan yang dikuasai 10 persen diperoleh karena faktor kedekatan para penguasa.

Alarm disparitas di Indonesia tidak hanya dinyalakan di bidang sosial-ekonomi. Namun juga soal kepemilikan lahan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI mencatat, rasio gini kepemilikan lahan mencapai 0,58 persen. Ini berarti, 1 persen orang terkaya sudah menguasai 59 persen sumber daya agraria, tanah dan ruang. Bahkan, terungkap ada pengusaha taipan yang mempunyai lahan hingga seluas hampir 2 kali pulau Bali.

Baca: Ada Pengusaha Punya Lahan Seluas Hampir 2 Kali Pulau Bali

Parahnya penguasaan aset-aset Negara oleh para taipan ternyata tidak sampai di situ saja. Transformasi untuk Keadilan (TuK) juga mengungkap fakta ketimpangan pengelolaan lahan kelapa sawit. Sawit yang menjadi salah satu tumpuan komoditi ekspor andalan Indonesia ternyata juga tak lepas dari cengkeraman kelompok taipan. Dari tahun ke tahun lahan yang dikuasainya semakin berkembang. Bahkan, hingga 2016 luasnya sudah hampir separuh lebih. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here