Isu Makin Menguat, Gerindra : Calon Tunggal Pilgub Jatim Keputusan Blunder

0
123

Nusantara.news, Surabaya – Menguatnya isu calon tunggal di Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 membuat kuping partai-partai politik di Jawa Timur memanas. Salah satunya datang dari Partai Gerindra yang mempunyai 13 kursi dari 100 kursi di DPRD Jawa Timur.

“Wacana calon tunggal di Pilgub Jatim 2018 adalah sebuah kesalahan mekanisme dan dinilai sebagai keputusan yang blunder. Jatim banyak figur yang sangat berkompeten untuk memunculkan nama-nama terbaik demi meneruskan tongkat estafet Gubernur Soekarwo. Gerindra saya tegaskan siap menghadang calon tunggal,” jelasnya, Jumat (9/6/2017).

Hal ini seperti diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD Gerindra H Abdul Malik. SH.MH saat dikonfirmasi Nusantara.news via selulernya, menurutnya, calon tunggal di Pilgub Jatim bukan suatu langkah politik yang baik. Untuk itu Gerindra siap menghadang dan secepatnya akan melakukan safari politik untuk berkoalisi dan menentukan calon Gubernur.

Siapa calon gubernur yang akan diusung oleh Gerindra? Pria yang juga berprofesi sebagai lawyer ini menegaskan bahwa partainya siap untuk memunculkan kader-kader terbaik, namun bisa saja muncul kader dari ekternal partai yang dinilai mumpuni dan ekspektasinya bisa memenuhi masyarakat Jatim.

“Gubernur Soekarwo saya nilai sudah mewariskan pembangunan ekonomi yang baik, harapan kami bahwa semakin banyak figur cagub Jatim semakin mendewasakan masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar-benar mumpuni dan tidak modal popularitas saja,” tambahnya.

Siapa sosok figur yang dimaksud oleh Abdul Malik tersebut? Dari data yang berhasil dihimpun oleh Nusantara.news Surabaya, ada beberapa nama yang akan muncul dan akan diusung oleh Gerindra. Sosok pendiri La Nyalla Academia yang juga kader Gerindra La Nyalla Mahmud Mattaliti, rencananya akan diusung bakal maju di Pilgub Jatim asalkan proses persindangannya yang melilitnya saat ini diputuskan inkrah oleh Hakim.

Tak hanya Gerindra yang dibikin gerah, partai Nasional Demokrat (NasDem) yang hanya mempunyai 4 kursi di DPRD Jatim juga ikut kebakaran jenggot. Menurutnya, calon tunggal di Pilgub Jatim dianggap tak mungkin diterapkan.

Pengurus DPP Partai Nasdem Hasan Aminudin, mengatakan, mustahil calon tunggal. Jawa Timur adalah barometer politik nasional, tentu talenta dan figur yang nantinya muncul di Jatim adalah sosok yang benar-benar teruji dan dinilai mumpuni.

“Jawa Timur adalah provinsi yang heterogen, ada NU ada nasionalis dan beberapa suku, sangat tidak mungkin hanya calon Tunggal. Menurut saya, Jatim terkenal dengan identitas provinsi yang damai dan mengutamakan musyawarah,” ujar Hasan.

Hasan juga memprediksi bakal ada tiga pasang calon. Mengenai keinginan Kiai-kiai NU agar gubernur Jatim dari kalangan NU dan menyebut Saifullah Yusuf sebagai calon tunggal dianggap sebagai pemaksaan sesepuh untuk mengarahkan pada kekuatan parpol atau satu calon saja.

Wacana calon tunggal merupakan bentuk kekhawatiran jika Pilgub Jatim akan panas seperti Pilgub DKI Jakarta. Dijelaskan lagi, potensi selain Gus Ipul maju cagub ada Khofifah. Menteri Sosial RI ini 90% akan didukung partai selain PKB.

“Maka tradisi sami’na wa atho’na Nahdliyin dalam berpolitik akan terdegradasi. Karena ini pilgub, bukan urusan keagamaan. Sami’na wa atho’na itu untuk urusan keagamaan,” jelas anggota DPR RI ini.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here