Jabatan Gubernur Itu Amanah, Bukan Kekuasaan

0
62
Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya (Foto: Tudji)

Nusantara.news, Surabaya – Sekitar 30,9 juta jiwa warga Jawa Timur, utamanya pemilik hak pilih akan berkesempatan memberikan suara hak pilihnya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 18 kabupaten/kota, termasuk di Pemilihan Gubernur Jatim, 27 Juni 2018 mendatang.

Hak pilih adalah wujud pengakuan kepada rakyat untuk berperan aktif dalam menentukan penyelenggaraan sebuah pemerintahan. Juga merupakan perwujudan dari pelaksanaan kedaulatan rakyat. Sarananya, yakni melalui pemilihan umum, seperti tertuang di Undang-undang (UU) No. 15 Tahun 2011. Di dalam UU, di Pasal 1 angka 1 bahwa Pemilihan Umum adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Juga harus dimaknai bahwa melalui pemilihan umum, adalah bentuk kehendak adanya bentuk pemerintahan yang demokratis, yang ditentukan secara jujur dan adil. Maka, sangat menyimpang dan bertentangan dengan undang-undang jika dalam perjalanannya ada tindakan yang tidak sesuai dengan UU, yang telah diundangkan.

Tentunya, hak pilih tersebut harus digunakan sebaik mungkin untuk ikut menentukan pilihan guna mendapat pemimpin yang baik, termasuk untuk memilih Gubernur dan wakil Gubernur Jatim 5 tahun ke depan.

Kejayaan Provinsi Jatim juga menjadi masa depan bersama, termasuk keberlangsungan generasi penerus yang juga punya hak untuk menikmati perubahan menjadi lebih baik. Lebih baik dalam kesempatan kemapanan ekonomi, kesempatan mendapat pendidikan, kesempatan mendapatkan pekerjaan dan penghidupan, pelayanan kesehatan murah serta hak-hak lainnya sebagai bagian dari warga negara. Apalagi, provinsi ini memiliki sumber daya kekayaan alam yang berlimpah.

Ini, Dua Pasangan di Pilgub Jatim

Maju Pilgub Jatim, Khofifah-Emil dapat nomor urut 1 dan Gus Ipul-Puti Guntur nomor 2″

Kembali mengingatkan, dua pasangan calon yang maju di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, yakni pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dengan nomor urut 1, dari hasil pengundian KPU Jatim. Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar, Demokrat, NasDem, Hanura, PAN, PKPI. Dan, pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, diusung PKB, PDIP, Gerindra dan PKS.

Khofifah adalah Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), pernah menjabat Menteri Sosial RI di pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sebelumnya, juga pernah menjabat Menteri Peranan Wanita di Kabinet Persatuan Nasional di pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, tahun 1999-2001.

Sementara, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya adalah Wakil Gubernur Jatim, mendampingi Gubernur Soekarwo, selama dua periode. Dia pernah menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal di Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2008, kemudian digantikan Lukman Edy hingga habis masa jabatannya 2009. Kedua nama ini sebelumnya pernah bertemu di Pilgub Jatim 2008 dan 2013.

Perjalanan Pilgub Jatim

Hak pilih adalah wujud pengakuan kepada rakyat untuk berperan aktif dalam menentukan penyelenggaraan sebuah pemerintahan. Juga merupakan perwujudan dari pelaksanaan kedaulatan rakyat

Menarik untuk disimak, di Pilgub Jatim (selalu) menyisakan sejumlah cerita. Di periode pemilihan sebelumnya, pemilihan tak hanya berlangsung satu putaran. Namun, juga berlanjut ke sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dalam tulisannya, Pengamat Politik Mochamad Toha mengurai bahwa perselisihan mencuat saat hasil voting oleh KPU Jatim di rapat pleno 14 Juli 2013, KPU Jatim menetapkan pasangan Khofifah-Herman tidak lolos Pilkada Jatim 2013, karena partai pendukung memiliki kursi 14,81% saja.

Dukungan tersebut tidak memenuhi syarat yang seharusnya sebesar 15% kursi DPRD Jatim. Kemudian, pasangan Khofifah-Herman menggugat KPU Jatim ke DKPP, dan DKPP menyatakan, pasangan Khofifah-Herman bisa mengikuti Pilkada. Sehingga, KPU Jatim menetapkan pasangan Khofifah-Herman mendapat nomor urut 4.

“Di sini jelas, ada upaya menjegal Khofifah-Herman agar tidak bisa bertarung dalam Pilkada Jatim 2013 dari “salah satu calon” melalui “tangan” KPU Jatim, yang berbuntut pemecatan 3 komisionernya oleh DKPP, Nadjib Hamid, Agung Nugroho, dan Agus Mahfud”.

Lanjut Toha, di Pilgub Jatim 2018 merupakan kelanjutan pertarungan klasik yang belum menemui titik akhir. Jangan sampai strategi “sepak bola gajah” menimpa Khofifah, mencegah kemenangan lawan dengan “gol bunuh diri”. Wajar kalau muncul pertanyaan, mengapa Soekarwo tidak menjadi juru kampanye untuk Khofifah?.

Galang Dukungan, Kedua Calon Terus Gerilya

Tak heran, jika kedua pasangan terus bergerilya guna mendulang dukungan suara di Pilgub Jatim 2018. Bagai tak kenal capek dan selalu punya waktu berkeliling ke seantero pelosok di Jatim, siang malam mereka terus keluyuran. Semoga saja gaya blusukan akan terus dilakukan, jika kelak terpilih menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jatim, menggantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang telah menjabat dua periode. Tidak sebaliknya, hanya ngendon di Kantor Gubernur atau Gedung Grahadi, apalagi sampai tidak tahu apa yang tengah dialami rakyatnya.

Seperti bunyi kalimat bijak, jabatan bukan hanya hasil atau keberhasilan dari sebuah kompetisi yang hanya berburu menang. Tetapi jabatan merupakan amanah dan ada tugas atau kewajiban melakukan yang terbaik kepada si pemberi amanah, yakni seluruh masyarakat Jatim.

Untuk itu, masyarakat Jatim khususnya pemilik hak pilih harus jeli menentukan pilihan. Siapa sosok yang layak dipilih, selain karena bisa bekerja lantaran punya kemampuan, juga selalu siap dan tanggap untuk bekerja melakukan pembenahan menuju masyarakat Jatim yang lebih baik.

Khofifah-Emil Luncurkan Millenial Job Center

Emil membeber kiat sukses untuk kaum millenial. Salah satunya dengan program “Millenial Job Center” yang tertuang di Bhakti ke-2 dari 9 program Nawa Bhakti Satya (Foto: TIM KIP-Emil)

Ini salah satu yang dilakukan pasangan Khofifah-Emil, mereka juga terus menyapa warga di berbagai tempat dan berbagai kesempatan. Misalnya, kehadiran Emil yang terus mendapat tempat di hati generasi millenial. Banyak yang mengaku kagum, Emil yang disebut perintis Pelabuhan Nusantara selatan Jawa itu hadir dengan sejumlah gagasan brilian untuk pembangunan dan kemajuan kaum muda di Jatim.

Di acara ‘cangkrukan’ anak muda bareng Emil di Pit Stop Kopi, Gresik, Senin (26/2/2018) malam, suami Arumi Bachsin itu memaparkan program yang diusung bersama Khofifah.
Emil mengajak dan terus merangkul kalangan muda untuk kreatif menciptakan pekerjaannya sendiri, karena perubahan zaman sangat cepat dan kompetitif. Apalagi di era digital, segala sesuatunya bisa dikerjakan dengan teknologi modern.

“Dunia terus berkembang dan berubah. Dulu mahasiswa kuliah ambil jurusan akuntan atau keuangan untuk bisa kerja di bank, saat ini sudah tergantikan dengan mesin ATM,” urai  Emil menjelaskan.

Mereka yang sekolah di SMK dengan harapan bisa di pabrik, tambah Emil, peluang itu kini mulai tergantikan dengan hadirnya robot otomatis dan serba canggih. Untuk yang di bidang administrasi sebagai sekretaris dan sejenisnya, kini juga tergantikan hadirnya smartphone. Perusahaan taksi yang dulu dianggap sebagai perusahaan mapan, kini juga mulai tergantikan dengan taksi online.

“Keberadaan kantor juga tak lagi banyak dibutuhkan, karena banyak pekerjaan bisa dilakukan di rumah. Jadi, ke depan semakin banyak tantangan,” ucapnya.

Cara mengatasi itu, Emil membeber kiat sukses untuk kaum millenial. Salah satunya dengan program Millenial Job Center yang tertuang di Bhakti ke-2 dari 9 program Nawa Bhakti Satya milik pasangan Khofifah-Emil. Job training, merupakan skill tambahan bagi lulusan S1 maupun pendidikan vokasi, membantu starting up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda serta support pembiayaan usaha di tahap awal melakukan usaha.

“Dengan skill tambahan yang didapatkan serta bantuan pembiayaan, maka kalangan muda dapat menangkap peluang-peluang yang ada,” ajak Emil.

Pasangan Khofifah-Emil juga menyiapkan program Dream Team Science Techno Park (STP) untuk 5-10 anak SMK dan 2-4 anak D3 dan S1, juga membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah di Jatim.

Termasuk, Belanja Inovasi Daerah (Belanova), merupakan program jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda, melalui informasi super koridor di lima Bakorwil.

“Itu semua dari Khofifah-Emil untuk kalangan muda,” tegasnya.

Mendapat paparan gamblang dari Emil, peserta menyambut baik dan menyebut Emil yang merupakan calon Wakil Gubernur termuda (33 tahun) sebagai role model dari pribadi masa depan yang kaya ide dan terobosan cerdas.

Mereka pun sepakat, gagasan Millenial Job Centre yang mewadahi kaum muda bisa bermanfaat, menjadi panduan kaum muda menuju sukses dengan berbagai karyanya. Sekaligus untuk menjawab tantangan masa depan.

“Luar biasa Mas Emil itu. Memang benar, di era millenial semuanya serba praktis, sehingga peran manusia tergantikan oleh kemajuan teknologi. Dan, gagasan yang ditawarkan sangat berpihak kepada generasi millenial,” aku Firdia, peserta yang hadir.

Gus Ipul-Puti Guntur Bertekad Perbanyak Pengusaha Wanita

Di Jatim, jumlah pengusaha kaum hawa harus diperbanyak karena wanita memiliki peran yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Foto: TIM GI)

Ini yang dilakukan pasangan Gus Ipul-Puti Guntur guna mendulang suara di Pilgub Jatim 2018. Pasangan ini bertekad akan memperbanyak jumlah wanita pengusaha, pernyataan itu dikatakan saat pembicara di Peringatan Puncak HUT Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Pelantikan Pengurus DPC IWAPI Kabupaten Tuban, Selasa (27/2/2018).

Mereka menyebut, masih minimnya jumlah perempuan yang menjadi pengusaha akan menjadi perhatian serius pasangan nomor urut 2 ini. Di Jatim, jumlah pengusaha kaum hawa harus diperbanyak karena wanita memiliki peran yang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

“Sekarang sudah banyak jumlah wanita yang jadi pengusaha khususnya yang terlibat dalam usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tapi jika dibandingkan dengan laki-laki jumlah pengusaha perempuan masih sedikit,” ujar Gus Ipul.

Mantan Ketua Umum GP Ansor itu menyebut, kontribusi UMKM terhadap pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim mencapai 54 persen. Di tengah krisis ekonomi yang masih bergejolak, kondisi ekonomi Jatim terbilang masih kondusif karena ditopang UMKM.

“Sektor UMKM hingga saat ini masih menopang lebih dari separuh perekonomian Jatim. Dengan kontribusi mencapai 54 persen pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim,” tambahnya.

Disebutkan, kontribusi UMKM itu dibuktikan dengan tingginya sumbangan UMKM terhadap PDRB Jatim yang mencapai sekitar Rp900 triliun mulai Januari hingga Agustus 2016. Di Januari hingga Oktober 2015, sumbangan sebesar Rp1.100 triliun. Belum lagi, UMKM tercatat menyerap 90 persen tenaga kerja di Jatim, 2 persen usaha menengah, dan 1 persen usaha perusahaan besar. “Perusahaan besar ini, sayangnya justru menguasai lebih dari 50 persen pasar kita”.

Di acara yang dihadiri Penasihat DPD IWAPI Jatim Fatma Saifullah Yusuf dan Ketua DPD IWAPI Jatim Renny Widyalestari, Gus Ipul mengaku bangga karena ada UMKM yang sudah ekspor. Contohnya adalah produk kripik tempe dan tahu yang sudah ekspor ke Amerika Serikat.

“Sebelum acara saya melihat-lihat produk UMKM binaan IWAPI. Ada kripik tempe dan tahu merek Eyang Marko yang sudah ekspor ke Amerika. Tentu sangat membanggakan, jika kripik tempe dan tahu saja bisa ekspor, tentu produk yang lain bisa ekspor juga,” kata dia.

Ia mengingatkan ada dua hal yang perlu diperhatikan menghadapi pasar. Pertama, perlu adanya kajian yang detail tentang bagaimana keadaan pasar. Banyak asosiasi perkumpulan UMKM yang dapat membina sekaligus melatih para pengusaha perempuan untuk memahami karakter pasar.

Kedua, setelah memahami pasar, para pengusaha didorong untuk menciptakan produk dan inovasi yang dibutuhkan oleh pasar.

“Saya salut dengan produk ibu-ibu pengusaha yang dipamerkan. Bagaimana mengolah ikan yang kualitasnya menurun, diasap dan dijual ke pasar,” puji Gus Ipul.

Gus Ipul mengaku memiliki program khusus untuk mendorong pengusaha perempuan. Yakni, melalui program PKH Super, dengan menyiapkan pemberian modal usaha untuk perempuan miskin melalui Jalin Mitra Plus.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here