Jadi Penghambat Roda Ekonomi, Akhirnya Perbaikan Jalan Nasional di Jatim Mulai Digarap

0
95

Nusantara.news, Surabaya – Setelah agak tersendat soal pembiayaan akhirnya kerusakan jalan nasional  di Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat akan segera diperbaiki. Realisasi ini dipastikan seiring dengan persetujuan  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI yang akan memperbaiki jalan nasional sepanjang 300 km.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan bahwa perbaikan jalan nasional yang mengalami kerusakan parah bisa segera dilakukan penambalan sembari menunggu tender perbaikan jalan.

“Dana nanti akan diambilkan dari perbaikan jembatan yang dibatalkan. Serta Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 2016 yang akan digunakan,” ujar Pakde Karwo kepada wartawan, Sabtu (11/2/2017).

Sebelumnya, Soekarwo terus menagih kepada Menteri PUPR terkait keluhan masyarakat akibat parahnya kondisi jalan nasional di Jatim. Selain membahayakan, kerusakan jalan nasional di Jatim dinilai sudah pada taraf menggangu perputaran roda ekonomi Jatim.

Bahkan, Pakde Karwo telah mengusulkan kepada Menteri PUPR agar mencopot Kepala BBPJN VIII. Begitu juga dengan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf tak henti-hentinya melakukan sidak ke jalan nasional yang rusak, mulai Jalan Kalianak Surabaya. Jalan Daendels Manyar-Gresik dan Jalan Raya Kraton Pasuruan.

Akhirnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melakukan diskresi kebijakan. Hasilnya, dalam satu bulan ke depan akan ada pekerjaan penambalan seluruh jalan nasional rusak yang di Jatim dengan panjang sekitar 300 km.

Hal tersebut telah sesuai seperti yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa yang boleh mengajukan diskresi adalah pemilik kewenangan pengelola yang dalam hal ini adalah Kementerian PUPR melalui BBPJN VIII, selaku pengelola jalan nasional.

Pakde Karwo juga menjelaskan bahwa perhitungan biaya penambalan jalan nasional yang rusaj sudah selesai dihitung akhir pekan ini. Sehingga dalam beberapa minggu ke depan perbaikan jalan nasional akan dilakukan serentak.

Sayang, Karwo tidak menyebut berapa besar nominal anggaran untuk perbaikan jalan nasional di Jatim. “Tender perbaikan jalan, tetap berlangsung,” ungkapnya.

Kendati telah disetujui melalui diskresi oleh Kementerian PUPR, Karwo juga menyentil  serta menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII. “Meski begitu, rasa ketidakpuasan terhadap BBPJN VIII tidak akan saya cabut,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, Karwo juga menyatakan ketidakpuasannya atas sistem perbaikan jalan nasional yang selama ini menggunakan longsegment. Menurutnya, sistem tersebut semakin memperparah perbaikan jalan nasional yang ada.

“Semua itu sudah saya sampaikan kepada Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR pada Rabu (8/2/2017) lalu. Semua yang rusak parah akan menjadi prioritas,” urainya.

Sementara itu, mengenai saluran irigasi yang ada di sepanjang jalan nasional. Pakde Karwo menegaskan, hal itu tidak menjadi tanggung jawab BBPJN. Oleh karenanya, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan mengumpulkan SKPD terkait untuk membahas masalah  soal ini.

“Karena salah satu penyebab kerusakan jalan, yakni masalah genangan air yang seringkali menutup aspal. Kami akan cari ini kewenangan siapa. Akan saya kumpulkan semuanya, tugasnya siapa. Ini masih saya searching,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here