Jaga Keserasian Sosial, Kemensos dan MUI Perkuat Peran Da’i

0
118

Nusantara.news, Surabaya – Berbagai upaya dilakukan untuk memperkokoh dan menguatkan ketahanan berbangsa dan bertanah air, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk itu, Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar kegiatan sehari bertema “Penguatan Peran Da’i se-Madura dalam Membangun Wawasan Kebangsaan dan Kohesifitas Sosial untuk Memperkokoh NKRI”.

Acara yang diikuti oleh 150 Daí dan Daíyah serta sejumlah ulama itu se-Pulau Madura itu diselenggarakan di Pendopo Kantor Bupati Sampang, pada Jumat (10/2/2017).

Program penguatan peran itu sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) serta permohonan kerjasama dari MUI Pusat kepada Kemensos RI untuk mendukung program keserasian sosial dan penguatan kerukunan, khususnya untuk da’i dan da’iyah se-Madura.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum MUI Pusat KH Amin Ma’ruf, Wakil Bupati Sampang Abdillah Budiono, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafiz, Ketua MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori, Kapolres, Dandim dan jajarannya serta Ketua MUI se-Madura. Sementara Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa diwakili Staf Khusus Menteri Sosial, Prof Dr Mas’ud Said.

Dalam kesempatan itu Kemensos RI juga memberikan bantuan secara sombolis kepada masyarakat Kabupaten Sampang untuk program tahun 2017 yang disampaikan oleh Prof Mas’ud.

Total bantuan Rp1.124.000.000. Terdiri, Bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk 50 kelompok sebesar Rp1 miliar, bantuan keserasian sosial untuk Desa Jrangoan, Kecamatan Emben Rp109 juta serta bantuan unit Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) untuk seorang wanita bernama Sarinten di Kabupaten Sumenep sebesar Rp15 juta.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Prof Mas’ud, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, secara umum tugas pokok Kemensos yang bergerak di berbagai bidang perlindungan dan jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial dan Penanganan Fakir Miskin (PFM), dilakukan lewat berbagai kegiatan.

“Dalam konteks situasi sekarang ini, program PSKBS (Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial) sangat relevan dengan kebutuhan dan kondisi Madura serta wilayah Jawa Timur lainnya. Dimana pemangku kepentingan masyarakat yaitu ulama dan da’i dalam menjaga kedamaian dan kerukunan untuk tegaknya pemerintahan,” tutur Mensos.

Mensos Khofifah memberikan contoh, bantuan untuk Kabupaten Sampang selama 2016, dilakukan pemerintah lewat Kemensos telah memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 31.661 kepala keluarga, jumlahnya sebesar Rp60 miliar dan berbagai bantuan sosial lainnya.

Terkait prosesi acara tersebut, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan sosial untuk menumbuhkan gerakan dakwah anti narkoba dan pornografi serta menumbuhkan ketahanan sosial.

Kemudian, KH Ma’ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada Kemensos atas kerjasama strategis dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Dengan dakwah yang bersifat terus menerus dari para da’i dan da’iyah tentang pencegahan permasalahan sosial, kami yakin akan mengurangi masalah sosial di Indonesia,” papar Ma’ruf Amin.

Ma’ruf Amin menambahkan, untuk membentengi pengaruh dan bahaya narkoba dan pornografi, MUI juga membentuk unit Ganas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba).

“Untuk menyelamatkan generasi dan bangsa Indonesia dari pengaruh buruk narkoba, MUI mengajak kerjasama Kemensos dalam bidang ini,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here