Jaga Lahan Produksi Pangan, Pemkab Situbondo Imbau Pengembang Patuhi RTRW

0
129

Nusantara.news, Situbondo – Pembangunan proyek perumahan yang berkembang pesat di Situbondo membuat pemerintah daerah was-was akan hilangnya lahan produksi tanaman pangan. Untuk itu Pemkab Situbondo mengeluarkan imbauan agar dalam setiap pelaksanaan proyeknya, para pengembang perumahan memperhatikan Perda tentang Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW).

Menurut Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Edy Wiyono, berkembangnya perumahan di Situbondo memperoleh banyak keluhan dari masyarakat, karena banyak lahan pangan produktif beralih fungsi menjadi perumahan. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam swasembada pangan di Kabupaten Situbondo.

“Beberapa tahun terakhir ini, usaha property perumahan berkembang pesat. Banyak lahan pertanian produktif kini beralih fungsi jadi perumahan, sehingga dinilai mengancam swasembada pangan di Situbondo,” ujarnya, Sabtu (18/3/2017).

Menurut Edy Wiyono, pemerintah pasti akan memberikan perlindungan pada lahan-lahan produktif pertanian. Perlindungan tersebut sudah tertuang melalui Perda Nomor 9 Tahun 2013, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

“Di dalam Perda tersebut sudah diatur  zona kawasan. Lahan produktif pertanian tidak boleh beralih fungsi jadi perumahan, pembangunan pabrik maupun jenis usaha lainnya. Kalaupun saat ini masih ada, kemungkinan pelaksanaan pembangunannya sebelum pengesahan Perda RTRW,” ungkapnya.

Edy juga menambahkan, pemerintah akan melakukan pengawasan yang ketat terkait alih fungsi lahan di wilayah Situbondo. “Investor yang akan menanamkan modalnya di Situbondo, harus berkonsultasi terlebih dulu di Kantor Perijinan satu pintu. Sebab, sebelum diberi ijin, investor pasti akan diarahkan ke Badan Koordinasi Penataan Ruang. Setiap investor yang memohon izin akan diarahkan ke lahan yang bukan untuk komoditi pangan,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here