Jalan Berlubang, Sisi Lain Wajah Kota Malang

0
37
Ilustrasi Penanaman Pelepah Pisang ke jalan yang berlubang (Foto: Berita Daerah)

Nusantara.news, Kota Malang – Malang memiliki pemandangan wisata alam dan non-alam yang sangat luar biasa indahnya. Puluhan bahkan ratusan air terjun dan pantai pun menghiasi kawasan wilayah Malang Raya, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Namun di sisi lain fenomena keindahan pemandangan tersebut, masih ada pemandangan yang sedikit mengganggu keindahan. Yakni, fenomena jalan berlubang di Kota Malang yang masih menjadi salah satu sisi lain potret wajah Kota Malang.

Keberadaan jalan berlubang tersebut pastinya sangat mengganggu pemandangan dan kenyamanan masyarakat Kota Malang. Tidak hanya itu, keberadaan jalan berlubang juga mengancam keamanan para pengendara di jalan. Pasalnya, lubang tersebut akan menyebabkan ketidakseimbangan pengemudi dalam berkendara yang berakibat jatuh dan kecelakaan.

Hal itu yang kemudian menjadi keresahan masyarakat Kota Malang, Suwardi, warga Dewandaru, Lowokwaru menjelaskan ada beberapa jalan berlubang di daerahnya.

“Memang ada beberapa jalan berlubang yang seakan dibiarkan, di daerah pertigaan masjid Dewandaru dulu ada lubang pada turunan jalan. bahkan berkali-kali pengendara terpeleset bahkan jatuh karena lubang tersebut,” ujarnya kepada wartawan.

Mengetahui hal tersebut dan dampak akibat yang telah terjadi, pihaknya bersama rembuk warga akhirnya melakukan upaya preventif terhadap beberapa lubang yang membahayakan pengguna jalan raya tersebut.

“Akhirnya setelah rapat RT/RW kami melakukan penutupan dan penyemenan beberapalubang tersebut. Sebelumnya sudah pernah kita adukan tapi masih belum ada tindakan secara langsung,” tegasnya.

“Jika dibiarkan dan menunggu pemerintah bergerak, pastinya akan banyak korban pengendara karena lubang ini, akhirnya ya kami atasi sendiri,” imbuh pria berambut putih tersebut.

Hingga kini Pemerintah Kota Malang, masih dalam proses penanganan jalan berlubang masih dalam tahap pelelangan proyek.

Jalan Berlubang di Jalan Jakarta, Kota Malang (Foto,:Anggara Sediarto-MalangTIMES)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Hadi Santoso menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melelang 446 paket untuk lima bidang dan tiga UPT yang berada di bawah naungannya.

“Iya paket tersebut termasuk lelang jalan rusak dan berlubang atau peningkatan jalan. Salah satu yang masih di lelang adalah Jalan Jakarta,” katanya pada wartawan.

Pihaknya menyampaikan, sejauh ini masih dalam  proses pengerjaan jalan berlubang memang memiliki prosedur layaknya program yang lain. Sehingga, tidak dapat dijalankan begitu saja karena memang membutuhkan proses administrasi dan penganggaran yang tak kecil. “Terlebih ini jalanan yang rusak perlu penanganan yang tepat. Lubangnya banyak yang besar,” jelas pria yang akrab disapa Sony itu.

Sejauh ini Dinas PUPR memilih menanganinya dengan sistem tambal sulam. Terutama untuk daerah yang jalannya memang membutuhkan penanganan cepat. “iya semaksimal mungkin kami lakukan tambal sulam, dengan anggaran khusus,” paparnya.

Kawasan di kota pendidikan ini memang tampak memiliki jalanan berlubang yang tak sedikit. Di beberapa ruas jalan bahkan jalanan berlubang itu dinilai sangat berbahaya bagi para pengendara. Apalahi ketika hujan turun juga mengakibatkan genangan, dan pengendara susah mengidentifikasi jalanan yang akan dilalui.

Kritik Masyarakat

Melihat kondisi tersebut beberapa anak muda sukarelawang yang tergabung dalam komunitas peduli malang melakukan aksi kepeduliannya terhadap kondisi sosial di Kota Malang. Salah satunya yakni, merek menyoroti fenomena jalan berlubang yang akan mengancam kemanan dan keselamatan pengendara, dan masyarakat Kota Malang.

Mereka pun tidak hanya menyampaikan kritik dan masukan ke pemerintah untuk jalan agar segera diperbaiki, namun juga melakukan aksi-aksi yang unik dalam menyampaikan kritik dan saran kepada Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruan (DPUPR) Kota Malang yang memiliki salah satu tanggung jawab perbaikan infrastruktur jalan raya.

Baca: Pemuda Kota Malang Sadarkan Pemerintah untuk Perbaikan Jalan Berlubang

Para pemuda ini menyampaikan kritiknya dengan cara memberikan tanda dan cat di lokasi jalan berlubang, ditambah dengan beberapa kata-kata sindiran. Seperti ‘Beautifull Malang’, namun realitanya banyak jalan berlubang. ‘Awas Bolong’, ‘Asli Bolong’, ‘Asli Malang Bolong’, ‘Kapan aku di Sayang’ dan masih banyak lagi.

Jalan Berlubang di Kota Malang (Foto: AseliMalang.com)
Jalan Berlubang di Kota Malang (Foto: AdadiMalang.com)

Adapun juga yang mengkritik dengan memblokade jalan berlubang tersebut dengan kayu atau bahkan pelepah dan pohon pisang. Agar masayrakat pengguna jalan dapat dengan jelas menghidnari jalan berlubang tersebut. Adapun juga pemasangan boneka-boneka hantu tujuannyapun juga sama.

Beberapa aksi unik tersebut yang kemudian menjadi salah satu kreasi dan inovasi pada komunitas masyarakat dan pemuda dalam menyampaikan kritik sosial guna kepedulian dan kecintaannya pada Kota Malang.

Salah satu narasumber, Nusantara.news menjelaskan bahwa apa yang telah mereka lakukan ini merupakan salah satu media baru untuk mengkritisi pemerintah. Juga menjadi aspirasi dan saran melalui jalan.

“Iya ini aksi baru ya, bukan hanya demo dan penyampaian kritik langsung tapi ada aksi-aksi gelap yang kami lakukan dimalang hari untuk memberikan kewaspadaan masyarakat serta perbaikan Kota Malang yang lebih baik,” jelasnya.

Ditanyakan ketika ada beberapa kata-kata yang sedikit menyinggung ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Tidak masalah lah, merek juga sudah dibayar oleh negara untuk memberikan pelayanan publik secara prima, jika ada salah satu sektor yang kurang harus siap di kritisi dan segera memperbaiki,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kota Malang, Didik Setyanto mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa terbantu dengan aksi dari sekelompok masyarakat atau komunitas yang sudah menandai jalan-jalan berlubang.

“Aksi mereka turut membantu pihak kami, dimana titik putih atau tanda putih, pasti ada jalan berlubang, disitu kita perbaiki. Terkadang dengan tanda tersebut malah akan lebih cepat informasinya, kadang kan ada yang memfoto lalu diunggah di medsos,”jelasnya.

Ia tidak mempermasalahkan aksi masyarakat atau komunitas tersebut. “Bukan hanya karena keluhan saja ketika menambal jalan, tapi kita juga kerja walaupun tidak ada keluhan. Kita keliling memantau mana saja titik-titik yang terdapat jalan berlubang,” bebernya.

Saat ini, memang pihaknya menyampaikan, bahwa penanganannya memang tidak bisa langsung memperbaiki secara keseluruhan. Pasalnya jika dilakukan secara keseluruhan, anggaran yang digunakan belum mencukupi, sehingga harus bertahap.

Perhatian pada jalanann menjadi sangat perlu guna keamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Perbaikan sarana prasaranan kota, salah satunya jalan dan infrastruktur jalan menjadi penting karena hal itu bagian dari pelayanan publik []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here