Jalan Nasional Rusak Jadi Viral di Medsos, Soekarwo Kecewa pada Kementerian PUPR

0
154

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku kecewa, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Takyat (PUPR), yang dinilai lambat dalam pengelolaan dan penanganan jalan rusak di wilayah Jawa Timur.

Jalan rusak tersebut bisa dijumpai mulai di pintu masuk wilayah Jawa Timur, di antaranya di Kabupaten Ngawi hingga ke Madiun. Juga di ruas jalan nasional mulai Mojokerto hingga masuk ke wilayah Kota Surabaya. Jalan rusak lainnya juga ada di sepanjang pantai utara, tepatnya di perbatasan Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan.

Bahkan di wilayah Desa Betoyo Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, jalan rusak, berlubang, tergenang air dan sangat membahayakan tersebut, oleh warga disindir dengan sebutan wisata “Jeglongan Sewu” alias seribu jalan berlubang. Tayangan video dan foto buruknya jalan di wilayah itu menjadi viral di media sosial.

Jalan nasional di Jawa Timur panjangnya mencapai 1.421 Kilometer. Di semester I, jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 13,811 persen atau sepanjang 196,255 Kilometer. Di semester II, kerusakan bertambah menjadi 158,17 Kilometer.

Soekarwo mengaku sudah dua kali berkirim surat ke PUPR untuk segera dilakukan perbaikan jalan nasional yang rusak. Namun, sampai saat ini belum juga mendapat tanggapan.

“Saya sudah dua kali berkirim surat menyatakan tidak puas atas penanganan jalan. Kata lainnya saya kecewa dengan penanganan jalan nasional di Jawa Timur ini,” kata Soekarwo, Senin (6/2/2017).

Lambatnya penanganan jalan nasional di Jawa Timur yang rusak, bukan karena masalah anggaran, namun karena masalah manajerial. Dan, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Soekarmo mengaku merasa perlu mengingatkan pemerintah pusat.

“Perlu ada solusi cepat karena kenyamanan infrastruktur itu penting,” tegas Soekarwo, serius.

Dia mengaku, pihaknya sempat bergerak melakukan penanganan sendiri kerusakan jalan nasional di Jawa Timur. Namun itu tidak diperkenankan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Data di Satuan Polisi Lalu-lintas (Satlantas) Polres Gresik, sepanjang tahun 2016, ada sebanyak 57 kecelakaan lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan Raya Manyar, Gresik. Mereka, para pengguna jalan tersebut terperosok dan kerap jatuh di Jeglongan Sewu.

“Dari sejumlah kecelakaan tersebut, ada sebanyak 19 korban meninggal dunia, tiga korban mengalami luka berat, sisanya luka ringan,” ujar Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Gresik, Ipda Supriyono.

Kalau terus begini, tidak hanya masyarakat sekitar yang dirugikan. Dipastikan transportasi dan kegiatan perekonomian juga ikut terganggu. Lalu, kapan masyarakat yang juga berkewajiban membayar pajak, bisa menikmati hasil pembangunan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here