James Comey : Pemakzulan Bukan Jawaban Atas Krisis AS

0
93
Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Direktur FBI James Comey yang lalu dipecatnya

Nusantara.news, Jakarta – Pada Selasa Pahing (17/4) lalu, mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Bureau Investigation) James B Comey yang dipecat oleh Donald Trump pada 8 Mei 2017 meluncurkan buku barunya berjudul “A Higher Loyalty” yang diterbitkan oleh Macmillan.  Buku itu berkisah tentang kesetiannya kepada nilai-nilai Amerika – termasuk bagaimana pandangannya tentang Presiden AS Donald J Trump.

Secara terang benderang, pria kelahiran Yonkers, New York, 14 Desember 1960 itu menyebut Trump pembohong yang secara moral tidak layak menjabat presiden Amerika Serikat (AS). Namun pemakzulan Trump tidak akan memperbaiki krisis AS, karena Amerika sangat membutuhkan pengaturan ulang politik.

“Saatnya untuk menunjukkan kepadanya bahwa kebenaran masih penting untuk negara kita,” tulis James Comey sebagaimana disampaikan kepada editor THINK Meredith Smith yang selanjutnya disajikan di NBC News dengan judul “I’m not Against Impeachment but Removing Trump won’t Fix America” – atau “Saya tidak menentang Pemakzulan tapi Pemecatan Trump tidak memperbaiki Amerika.

Buku karya James Comey

Dalam artikelnya James Comey menyebut: “Ketika saya berpikir untuk mengatakan Presiden Donald Trump tidak layak menduduki jabatannya, saya ingin (penilaian yang) lebih tepat. Saya ingin membedakan apa yang saya maksudkan dengan hal-hal yang pernah saya baca di awal tahun ini – gagasan bahwa dia mungkin tidak sehat secara medis atau adanya penurunan kognitif atau memiliki gejala Alzheimer.”

“Saya tidak melihat bukti itu. Saya menemukan dia – seperti yang saya katakana di buku – memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan mampu mengikuti percakapan. Saya bukan ahli, tetapi saya tidak melihat bukti bahwa dia tidak sehat secara medis atau tidak layak untuk jabatan (presiden),” lanjutnya.

Namun yang membuatnya terkejut, terang Comey berdasarkan penilaiannya saat bertemu presiden, dia adalah seseorang tanpa bekal pertimbangan eksternal (di luar kepentingan dirinya) yang mestinya harus dimiliki seorang pemimpin. Pemimpin membuat keputusan sulit dengan mempertimbangkan segala aspek – kombinasi dari berbagai hal. Ada yang berdasarkan pertimbangan tradisi agama, beberapa menggunakan logika dan filsafat, beberapa tentang sejarah, beberapa di antara bicara tentang tradisi.

“Satu-satunya dasar pertimbangan Trump tampaknya bersifat internal. Dia didorong oleh keputusan apa, tindakan apa yang akan membuatnya mendapatkan penegasan yang sangat dia inginkan. Bahkan saya tidak pernah benar-benar melihat orang dewasa lebih menginginkan afirmasi,” ujar Comey.

Siapa pun yang melihat kesetaraan moral di Charlottesville – sebuah kota di Virginia yang mewarisi tradisi intelektual pendiri AS Thomas Jefferson – yang berbicara tentang dan memperlakukan perempuan seperti potongan daging, kecam Comey, dan yang bersikeras setiap orang harus percaya kebohongannya, orang ini jelas tidak memiliki landasan etis. Dengan pengamatan seperti ini mestinya siapa pun orang Amerika, termasuk dirinya, akan berpikir orang yang seperti ini tidak akan pernah menjadi seorang presiden.

“Terus apa yang bisa dilakukan sekarang? Pemakzulan adalah salah satu cara yang dimungkinkan oleh konstitusi kita, dan itu salah satu yang harus didorong sepenuhnya oleh hukum dan fakta-fakta, ini akan melibatkan lembaga pemerintahan yang berbeda. Saya tidak tahu ke mana arahnya, namun semestinya diizinkan untuk bekerja sebagaimana yang dirancang dalam konstitusi,” jelas Comey.

“Saya mengerti beberapa orang menginginkannya dipecat dari kantor kepresidenan sekarang. Saya telah mendengar banyak hal ini. Dan tanggapan saya, sekali lagi, bahwa kita memiliki suatu proses. Hal ini didasarkan oleh kejahatan tingkat tinggi atau kejahatan ringan, dan ada proses yang dirancang dengan hati-hati dan jarang digunakan untuk melakukan (pemakzulan) itu. Dan itu mungkin akan tepat setelah (penyelidikan) Jaksa khusus selesai,” imbuh Comey.

Namun dalam beberapa hal Comey khawatir – pemakzulan atau pemecatan Trump dari kantor kepresidenan akan menghilangkan jejak yang menginfeksi bangsa ini. Orang Amerika harus bangkit dan menyadari tentang berbagai permasalahan yang lebih penting ketimbang kebijakan itu sendiri. “Kita bisa berbeda pebdapat secara sengit tentang semua jenis masalah, tetapi kita mestinya kita tidak memiliki perselisihan tentang apa yang menjadi persoalan inti bangsa Amerika, yang merupakan seperangkat nilai yang bersifat umum.”

“Saya pikir inti dari definisi seorang konservatif adalah gagasan tentang karakter itu penting, dan hal-hal yang menyangkut nilai-nilai itu penting. Saya pikir itulah artinya menjadi konservatif. Dalam beberapa hal, Partai Republik adalah audiens yang paling penting untuk buku saya, karena saya malu dengan cara Partai Republik melakukan (memilih pemimpinnya) sendiri. (Padahal) Partai Republik tahu (ada yang lebih) baik.”

Untuk itu James Comey mengharapkan orang Amerika dari semua keyakinan politik harus bangkit dan berpartisipasi dalam proses demokrasi di negaranya. Karena banyak orang memilih Donald Trump, dan banyak juga yang tidak memilihnya. Bahkan sejumlah besar orang Amerika tidak menggunakan hak pilihnya. “Ini yang harus dihentikan,” seru Comey.

Ini yang menjadi alasan Comey untuk mengatakan pemakzulan bukan jawaban untuk mengatasi persoalan bangsa Amerika.

“Orang Amerika harus memastikan mereka terlibat sekarang. Mereka perlu berpartisipasi dalam demokrasi ini, dan tidak menjadi mati rasa terhadap perilaku persiden kita. Saya khawatir – bahkan orang-orang yang sangat menentangnya menjadi kebal. Mereka bangun dan mengabaikan tweet di mana dia menyerukan pemenjaraan seorang warga negara. Sangat memalukan, tidak normal sehingga kami membiarkan untuk menjadi bagian dari latar belakang kegaduhan,” ungkit Comey.

James Comey

Comey juga bercerita tentang hal-hal yang tidak normal dan dirinya memang tidak berharap terus menjabat di FBI. “Saya pikir akan terlalu lama saya menjalani sisa enam tahun jabatan saya sebagai direktur FBI. Saya percaya itu akan menjadi mimpi buruk karena sifat kepemimpinan Trump. Tapi itu sempat melipatgandakan keinginan saya harus tetap tinggal dan melindungi institusi FBI. Plus, saya pikir tidak ada cara saya akan dipecat,” ujarnya.

Sebagai catatan tambahan, Presiden memang berhak memecat direktur FBI, tapi itu tidak bisa dilakukan tanpa rekomendasi Jaksa Agung atau Wakil Jaksa Agung. Tapi kenyataannya Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein menulis rekomendasi pemecatan untuk Comey. Hal itu juga yang menjadi Comey dan Rosenstein – meskipun sama-sama tidak disukai Trump – bermusuhan.

“Mereka yang masih bekerja di Washington dan Kabinet Trump memiliki pilihan sulit untuk dilakukan. Setiap orang harus mempertimbangkan komitmen mereka terhadap negara, terhadap kerusakan yang akan menimpa mereka.”

“Saya percaya bahwa bekerja untuk Donald Trump – terutama yang begitu erat – akan merusak semua orang. Dan kita harus memutuskan secara individu, seberapa banyak noda yang bisa saya toleransi dalam melayani negara saya? Dan kemudian jelas, ada kekhawatiran bekerja untuknya dapat memungkinkannya dalam beberapa cara,” ulas Comey.

Selanjutnya Comey menyimpulkan, Trump mungkin tidak berubah sepenuhnya, tetapi ada peluang untuk mengubah beberapa hal. Dan itu yang mungkin bisa dia bantu dan dia capai. Karena Comey menilai Trump orang pintar. Dia sangat tertarik pada diri sendiri, dan ketika dia memahami bahwa dia tidak bisa melakukan apa pun yang dia inginkan sebagai presiden Amerika Serikat, semoga dia juga belajar ada hal-hal yang tidak bisa ditolerir oleh Partai Republik. Dan jika Partai Republik percaya bahwa nilai-nilai itu penting, sudah waktunya bagi mereka untuk berdiri dan meletakkan pagar etika di sekitarnya dengan cara-cara yang akan melindungi negara.

“Pada akhirnya, saya berharap orang-orang akan membaca buku saya sebelum menarik kesimpulan tentangnya – atau tentang saya. Saya telah mendengar orang mengatakan beberapa rincian yang saya masukkan ada di bawah saya. Saya tidak setuju – saya menawarkan banyak detail dalam buku tentang orang yang saya cintai juga. Saya tidak mencoba untuk menjadi salah satu cara atau yang lain. Saya mencoba mengatakan yang sebenarnya, termasuk tentang diri saya sendiri,” papar Comey.

Dan untuk Trump, lanjut Comey, jika dia membaca bukunya, Comey berharap dia akan mengenali sesuatu yang serupa. Kebenaran masih penting di Amerika – dan sebagai pemimpin bangsa ini dia harus selalu bekerja untuk menahan dirinya bertanggung jawab terhadap gagasan (nilai-nilai Amerika) ini.

“Tentu saja, hampir tidak ada kemungkinan dia akan membacanya. Dan saya akan tercengang jika dia mengambil pelajaran darinya,” pungkas James Comey. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here