Jarang Ngantor 2 Tahun Terakhir, Bupati Sampang Terancam  Diinterpelasi

0
204

Nusantara.news, Surabaya – Dibangun dengan dana APBD miliaran rupiah, aset pemerintah apapun jenisnya jadi tidak berguna jika tidak difungsikan. Pertimbangan ini jadi latar DPRD Sampang melaporkan Bupati A Fannan Hasib ke Gubernur Jawa Timur setelah hasil inspeksi mendadak (sidak) ditemukan fakta kantor bupati jarang ditempati selama 2 tahun terakhir.

“Kami bertindak atas laporan masyarakat yang jarang bisa menemui bupati dengan berbagai alasan. Sidak kami hari Selasa lalu, ternyata benar. Ruang kantornya terkunci dengan alasan bupati sakit,” kata Ketua Komisi I DPRD Sampang Moh Hodai kepada wartawan, Jumat (3/2/2017).

Legislatif, terang politisi Demokrat tersebut, sepakat melaporkan kinerja bupati ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Apalagi, selama ini banyak persoalan pemerintahan di Kabupaten Sampang yang tidak terselesaikan dengan baik, seperti penanganan banjir dan beberapa persoalan birokrasi lainnya.

Hodai bahkan menegaskan, jika ini berlarut bisa memancing reaksi dewan untuk menggunakan hak interpelasi. “Namun sebelum hak interpelasi ini kami gunakan, kami memprioritaskan untuk melaporkan ke Pemprov Jatim dulu,” katanya.

Tak hanya jarang ngantor, bupati yang di Pilkada 2013 diusung koalisi tiga partai (PR, PKS, PNUI), juga dinilai tidak maksimal dalam bekerja. Terutama terkait kinerja maupun pengawasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti kasus tidak masuk kantor selama dua tahun  salah satunya. “Kalau kantor di rumah pribadi, buat apa pemerintah membangun kantor dengan anggaran miliaran rupiah dari dana APBD. Dananya kan bisa digunakan untuk menambah solusi atau persoalan banjir,” tutup Hodai.

Sebelumnya Kabag Humas Pemkab Sampang Yulis Juwaidi membenarkan jarang ngantornya Bupati Fanbnn Hasib. “Mmeski tidak masuk kantor, tetapi kan tugas pokok dan fungsinya tetap dijalankan. Sehingga tidak ada masalah dan tidak harus dipermasalahkan,” katanya.

Moh Hodai memberikan perhatian khusus pada penanganan banjir yang parah tapi penanganannya dinilai tidak memuaskan. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Anang Joenaidi menggambarkan, banjir telah menggenangi 6 desa dan 4 kelurahan. “Rabu malam baru empat desa. Ketinggiannya bervariasi. Paling parah di Jalan Melati, yakni antara 90 hingga 180 Cm,” sebutnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here