Jatim Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0
43

Nusantara.news, Surabaya – Di puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017, Provinsi Jawa Timur berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Itu dilakukan dengan cara menciptakan manajemen standar pendidikan yang sama antar sekolah, baik di wilayah tengah maupun pinggiran. Serta, peningkatan kualitas pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) guna menghasilkan hasil ujian yang jujur, tidak ada isu kebocoran soal.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, secara wilayah pendidikan di Jawa Timur sudah merata hingga ke wilayah-wilayah pinggiran. Masalahnya, hingga saat ini masih ada sekolah yang dianggap sudah dan kurang berkualitas. Adanya UU Nomor 23 Tahun 2014 yang mengatur pelimpahan wewenang SMA/SMK yang dikelola pemerintah provinsi, menjadi salah satu alasan agar kualitas sekolah dalam satu manajemen standar.

“Ini filosofi dalam penjelasan undang-undang. Kami akan melakukan standar agar tidak ada lagi yang namanya sekolah pinggiran dan sekolah tengah,” kata Soekarwo usai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/5/2017).

Menurutnya, selain manajemen standar, pelaksanaan UNBK menjadi salah satu cara untuk mengukur dan memetakan bagaimana pendidikan yang berkualitas. UNBK dinilai mampu melatih kejujuran siswa dan mengukur sejauh mana hasil yang dicapai.

“Pelaksanaan UNBK di Jatim ini luar biasa. Tidak ada isu jual beli soal, adanya konsep kejujuran, dan tidak ada yang menyontek,” lanjut pemilik sapaan Pakde Karwo ini.

Ke depan, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan serta stakeholder terkait akan memetakan dan mengukur masalah kualitas pendidikan secara lebih detail. Termasuk juga menggandeng TNI-Polri guna melihat sekolah vokasional yang ‘nganggur’.

“Atau tepatnya yang punya manajemen ruangan dan waktu, seperti STTAL tentang ilmu mengelas bawah air. Ini akan kami kerjasamakan,” katanya.

Di peringatan Hardiknas Tahun 2017 ini, Pakde Karwo atas nama pemerintah provinsi juga mengucapkan selamat bagi seluruh insan pendidikan di Jawa Timur. “Selamat Hari Pendidikan Nasional, terimakasih untuk semuanya, Jatim memang luar biasa,” ucapnya.

Sementara, di upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional itu tema yang diangkat adalah “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”. Itu diharapkan pendidikan mampu mengikuti perubahan dunia yang sangat cepat serta menuntut kualitas yang semakin tinggi. Dan seluruh lapisan masyarakat dapat menjangkau layanan pendidikan berkualitas dan merata bagi seluruh bangsa Indonesia.

Reformasi Pendidikan Nasional

Sementara, sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang dibacakan Gubernur Soekarwo, menyebut salah satu visi Presiden RI Joko Widodo adalah masa depan Indonesia sangat ditentukan generasi peserta didik yang memiliki karakter, budi pekerti yang kuat, serta memiliki keterampilan hidup atau vokasi. Untuk mewujudkan visi tersebut, saat ini Kemendikbud sedang melakukan reformasi pendidikan nasional baik untuk konseptual maupun manajerial. Konseptual, saat ini sedang diupayakan agar karakter kembali menjadi fondasi dan ruh pendidikan nasional. Untuk itu pembentukan karakter harus dimulai sejak pendidikan dasar.

Reformasi pendidikan juga dilakukan pada waktu belajar, pengorganisasian pelajaran hingga tugas dan tanggung jawab guru dan tenaga pendidikan. Termasuk reformasi peran dan tugas kepala sekolah sebagai manajer sekolah, komite sekolah dan pengawas sekolah. Reformasi pendidikan pada tataran aksi ditandai dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Peringatan Hardiknas tahun ini juga sebagai momentum mengingat kembali nilai-nilai dan pandangan tokoh pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang relevan sebagai acuan pembangunan pendidikan nasional. Disebutkan, beberapa pandangan Ki Hadjar Dewantara di antaranya, pertama, “Panca Dharma” yang berarti pendidikan perlu beralaskan lima dasar yaitu kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan. Kedua, penyelenggaraan pendidikan harus berasas kontinuitas, konvergensi, dan konsentris. Ketiga, “Tri Pusat Pendidikan” yang berarti pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan yakni lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Dalam rangkaian itu, Gubernur Soekarwo juga menyerahkan 14 penghargaan bagi siswa atau sekolah yang menjuarai kejuaraan, yani siswa UPT SMANOR Jatim tingkat nasional ada tiga orang. Pemenang Lomba Lingkungan Sehat Tingkat TK/RA, SD,MI, SMP, MTs, SMA/SMK/MA ada 11 pemenang.

Gubernur Soekarwo juga menyematkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran dan kecakapan PNS pendidik yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun secara terus menerus hingga menjadi teladan.

Setelah itu, bersama pejabat lainnya dan Forpimda meninjau sejumlah stand yang memamerkan hasil kreatifitas siswa. Diantaranya, stand SMK Negeri 1 Buduran, Sidoarjo yang menampilkan desain busana, karya lukis, produk-produk pariwisata. SMK Negeri 1 Tlogosari menyajikan produk-produk pertanian. SMK Negeri 5 Surabaya, serta SMK Zainul Hasal Genggong, Probolinggo yang menyajikan produk karya siswa berupa pembuatan kursi dan bahan tong.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here