Jatim Berupaya Jadi Basis Produksi Industri Singapura

0
47
Gubernur Soekarwo menerima Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin.

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan meningkatkan kerjasama dengan Singapura, terutama di bidang pengembangan ekonomi, pendidikan vokasional, dan pariwisata. Di bidang ekonomi, misalnya, diupayakan menjadikan Jatim sebagai basis produksi industri Singapura. Itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo usai menerima Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Senin (11/4/2017).

Soekarwo menyebut, kerjasama pembiayaan keuangan merupakan satu bidang lain yang potensial dilakukan.  “Bunga 4 persen termasuk asuransi, masih layak dikerjasamakan untuk mendukung proyek-proyek di Jatim,” ujar Soekarwo.

Dijelaskan, industri keuangan Singapura merupakan salah satu di antara industri keuangan terbaik dunia, selain New York, Hongkong, dan London.

Pakde Karwo juga menyambut baik kerjasama joint tourism antara Singapura-Indonesia, sebagaimana disebutkan oleh Dubes Ngurah. Kerjasama menjadikan Indonesia sebagai daerah ekstensifikasi tujuan wisatawan  mancanegara setelah Singapura, diyakini akan meningkatkan arus wisatawan ke Jawa Timur.

Dubes Ngurah Swajaya menjelaskan mulai diliriknya Jawa Timur sebagai daerah tujuan ekspansi Singapura di bidang investasi, pariwisata, perdagangan terutama oleh UKM Singapura. Karena konektivitas dan peran Jawa Timur sebagai hubungan ke Indonesia Timur.

Ngurah Swajaya menyebut, Singapura akan terus berekspansi ke luar negeri karena keterbatasan lahannya. Dengan demikian, industrialisasi, pariwisata, perdagangan, dan lainnya akan dikembangkan ke wilayah-wilayah potensial. “Kami akan ikut mendorong investasi Singapura ke Jatim,” tegasnya.

Disebutkan, investasi Singapura di Jawa Timur hingga tahun 2016 tercatat sebanyak 311 proyek dengan nilai sebesar US $ 7,318 juta, dengan bidang terbanyak yaitu perdagangan dan reparasi sebanyak 62 proyek.

Neraca perdagangan Jawa Timur-Singapura sendiri selama ini defisit, dan baru pada tahun 2017, yakni sampai Februari, Jawa Timur mengalami surplus sebesar US $ 38,1juta. Perhiasan, tembakau, serta produk farmasi-termasuk herbal merupakan komoditi utama ekspor dari Jawa Timur ke Singapura.

Sayangnya, menurut Pakde Karwo, impor pembelian mesin berkurang hampir mencapai 60 persen, mesin-mesin baru akan meningkatkan efisiensi produksi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here