Jatim dan Republik Ceko Jajaki Kerjasama Bangun PLT Sampah

0
96
Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Ivan Hotek

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Ceko menjajaki kerjasama pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pembahasan rencana kerjasama tersebut terungkap saat dilakukan pertemuan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Ivan Hotek di Ruang Kerja Wakil Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Kamis (30/3/2017).

Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Saifullah Yusuf atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. Menurutnya, rencana pembahasan kerjasama tersebut akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur yang seiring dengan pertumbuhan ekonominya menjadi stabil.

“Kehadiran pembangkit listrik tenaga sampah akan bermanfaat dan mendukung proyek-proyek pembangunan di Jatim di masa depan. Selain bisa menyelesaikan persoalan sampah, kehadiran pembangkit listrik tenaga sampah akan membantu terwujudnya program pemerintah untuk pemenuhan listrik 35 ribu Mega Watt,” kata Saifullah Yusuf usai menerima Konsulat Republik Ceko.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf, siap menindaklanjuti kerjasama tersebut. Dikatakan, Jawa Timur merupakan tempat yang tepat untuk investor. Jawa Timur memberikan empat jaminan kemudahan investasi, yakni ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, kemudahan perizinan, dan buruh yang berkualitas.

“Kami juga siap berkunjung ke Republik Ceko untuk melihat Pabrik PLT Sampah disana,” katanya.

Disebutkan, selama ini neraca perdagangan Jawa Timur dengan Republik Ceko dalam kurun waktu 2013-2016, grafiknya defisit alias menurun. Kemudian pada 2013, ekspor Jatwa Timur mencapai US$ 3,22 juta, sedangkan impornya sebesar US$ 14,44 juta (minus – US$ 11,22 juta). Pada 2014, ekspor Jawa Timur US$ 3,46 juta dan impor US$ 13,57  juta (minus – US$ 10,11 juta). Berlanjut pada 2015, ekspor Jawa Timur mencapai US$ 1,35 juta, sedangkan impornya sebesar US$ 14,61 juta (minus – US$ 13,56 juta). Pada 2016 ekspor Jawa Timur sebesar US$ 2,14 juta, sedangkan impornya mencapai US$ 34,03 juta (minus – US$ 31,89 juta).

Lima besar komoditi utama ekspor Jawa Timur ke Republik Ceko adalah alas kaki, senilai US$ 542.559 ribu, bahan kimia organik senilai USD462.221 ribu, kayu, barang dari kayu sebesar US$ 259.682 ribu, buah-buahan senilai US$206.446 ribu, dan kaca serta barang dari kaca sebesar US$ 179.582 ribu.

Sedangkan komoditi impor Jawa Timur dari Republik Ceko di antaranya adalah kendaraan dan spare-part dan lainnya sebesar US$ 14,006 juta, mesin-mesin, pesawat mekanik sebesar US$ 9,695 juta, mesin dan peralatan listrik senilai US$ 7,866 juta, dan bahan kimia organik mencapai sebesar US$ 1,685 juta.

Sementara, kepada wartawan Dubes Republik Ceko untuk Indonesia, Ivan Hotek mengatakan Jawa Timur memiliki potensi positif untuk mendirikan PLTSa. Pasalnya, Jatim memiliki lahan yang representatif dan sampah yang dapat dikelola. Karena itu, ia membawa salah satu perusahaan dari Republik Ceko, yakni Doosan Skoda Power yang ahli di PLTSa.

Dikatakan oleh Ivan Hotek, perusahaan tersebut merupakan produsen dan pemasok peralatan pembangkit listrik, khususnya turbin. Doosan Skoda Power telah berpengalaman di bidang pemeliharaan, analisa, teknologi, dan retrofit, dan upgrade pembangkit, serta penyediaan komponen pembangkit, serta telah berpengalaman membuat turbin gas sejak tahun 1904.

“Kami sangat antusias dengan pembahasan ini, dan kami siap mengundang perwakilan dari Pemprov Jawa Timur untuk datang ke pabrik kami di Republik Ceko. Kami juga siap menggandeng Universitas Airlangga Surabaya untuk belajar bersama tentang PLTSa. Terima kasih atas sambutan positif dari Pak Wakil Gubernur,” kata Ivan Hotek.

Semoga dengan akan dirintisnya kerjasama tersebut, Jawa Timur akan bisa menambah pasokan listrik, selain untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur, juga diharapkan bisa menyumbang target kebutuhan listrik nasional sebesar 35 ribu Mega Watt.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here