Jatim Kirim Beras ke Somalia yang Dilanda Kelaparan

0
84

Nusantara.news, Surabaya – Peduli kemanusiaan dan ikut meringankan beban kelaparan yang dialami masyarakat Mogadishu Somalia, Afrika, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirimkan bantuan beras. Bantuan Kemanusiaan tersebut di kirim ke Somalia diangkut menggunakan Kapal Aksi Cepat Tanggap (ACP), dan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Mogadishu. Pelepasan paket bantuan itu disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Sabtu (29/4/2017).

“Kepedulian ACP menggugah semua pihak untuk lebih memperkuat kepedulian antar sesama. Kapal Kemanusiaan membawa misi yang luar biasa,” ujar Saifullah Yusuf di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dijelaskan, yang dilakukan ACP menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa dalam memberikan bantuan tidak mengenal jarak. Karena itu merupakan bagian dari menjalankan perintah Tuhan untuk ikut peduli meringankan beban sesama. Solidaritas antar sesama dan bangsa itu sebelumnya terlihat saat Aceh dilanda bencana tsunami. Negara lain di dunia juga ikut berempati meringankan beban Pemerintah Indonesia.

“Dengan kapal kemanusiaan ini, masyarakat Indonesia menunjukkan solidaritas terhadap negara lain yang mengalami bencana yang berbeda kondisinya,” jelas Gus Ipul, sapaan akrap Saifullah Yusuf.

Bantuan kemanusiaan dikirim dari para donatur yang ikut serta dalam misi kemanusiaan tersebut. Jumlahnya sekitar 1.000 ton beras dan sebagian besar sumbangan berasal dari masyarakat menengah ke bawah. “Ini menunjukkan masyarakat kita juga berempati terhadap kegiatan kemanusiaan. Semoga bisa bermanfaat dan menolong saudara kita disana,” ucapnya.

Sementara, Presiden ACT Ahyudin menjelaskan Kapal Kemanusiaan yang membawa 1.000 ton beras yang dikemas dalam 48 ribu karung itu merupakan tahap pertama. Beras tersebut dimuat ke dalam 40 kontainer.

Sementara itu proses penggalangan bantuan masih terus berjalan. “Targetnya sampai akhir tahun bisa memberangkatkan 25 ribu ton beras,” tambah Ahyudin.

Dia menyebut, di Arfika setidaknya ada sekitar 25 juta orang yang sampai saat ini tengah menderita kelaparan. Setiap jam rata-rata ada 108 orang meninggal akibat kelaparan dan tidak tersedianya bahan makanan.

“Jika tidak ada pertolongan dan kepeduliaan dari kita, maka akan menjadi malapetaka kemanusiaan terbesar,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here