Jatim Lepas Mudik Gratis, Surabaya Larang Mobil Dinas untuk Mudik

0
120

Nusantara.news, Surabaya – Jurus-jurus kebijakan  pemda  kembali dikeluarkan saat menghadapi musim mudik lebaran, tak terkecuali musim mudik tahun ini, 2017. Kebijakan itu sendiri di mata publik memiliki dua sisi.

di satu sisi, hal  itu sebagai ketentuan untuk menciptakan ketertiban. di lain sisi, ada juga yang menganggap kebijakan tersebut sekedar aksi simpatik agar disebut sebagai pimpinan atau kepala daerah yang bijak dan tegas. Contohnya, soal pelarangan pemakaian kendaraan dinas untuk mudik lebaran.

Kita lihat saja, apakah sanksi atau ancaman penindakan benar-benar dilakukan jika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Surabaya mengabaikan ketentuan atau larangan menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran. Dan, Pemprov Jawa Timur memastikan yang ikut program mudik gratis adalah masyarakat tidak mampu yang layak menikmati fasilitas gratis. Ayo awasi dan ambil saja foto atau rekam gambarnya jika ada kendaraan plat merah yang disalahgunakan untuk mudik lebaran.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah memberangkatkan 50 unit bus berpenumpang 2.109 orang untuk mudik lebaran ke 17 kabupaten/kota. Mereka tergabung di “Mudik Bareng Guyub Rukun” disponsori BUMN PT. Jasa Raharja (Persero), di Lapangan Makodam V Brawijaya, Rabu (21/6/2017).

Selain ke sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, juga ada jurusan ke luar Provinsi Jawa Timur. Di antaranya jurusan Cepu ada 1 unit bus, Semarang 4 bus, Solo 9 bus, Yogyakarta 11 bus, Tegal 2 bus, Tasikmalaya 2 bus, Cirebon 2 bus, dan Bandung 2 bus.

Untuk wilayah Jawa Timur, tujuan ke Blitar ada 1 bus, Tulungagung 1 bus, Madiun 3 bus, Ponorogo 4 bus, Trenggalek 2 bus, Pacitan 2 bus, Magetan 1 bus, ke Jember 1 bus dan Banyuwangi 2 bus.

Dipastikan, kegiatan mudik gratis ini sangat membantu bagi masyarakat yang tak memiliki banyak bekal alias pas-pasan untuk mudik ke kampung halaman. Namun, bagaimana jika di antara mereka juga banyak orang mampu yang ikut menumpang program mudik gratis tersebut. Dan, adalah jaminan kendaraan operasional milik pemerintah yang selamat, tidak dipakai untuk mudik?

Di mudik bareng itu penumpang mendapat kaos dan bekal berbuka puasa makanan kecil, air mineral serta obat-obatan. Saat dilakukan pelepasan teriring rintik hujan, sementara raut wajah pemudik tergambar rindu kampung halamannya.

Dalam sambutannya, Soekarwo mengatakan program mudik gratis diharapkan bisa membantu masyarakat untuk merayakan lebaran di kampung halaman.

“Ini menjadi bentuk kepedulian BUMN khususnya Jasa Raharja sekaligus bagian program nasional untuk ketertiban dan keselamatan dalam perjalanan,” ujar Soekarwo.

Diharapkan, tahun depan kegiatan seperti itu bisa ditingkatkan baik jumlah bus juga peserta mudik gratis untuk membantu masyarakat. Dan, BUMN lainnya bisa mengikuti yang dilakukan Jasa Raharja yang menggelar mudik gratis.

“BUMN berkembang itu dari rakyat. Sekarang harus mengembalikan kepada rakyat. Jadi dari rakyat untuk rakyat,” jelasnya.

Disebutkan, di Jawa Timur terdapat program mudik dan balik gratis untuk 210.638 orang menggunakan bus, kereta api dan kapal laut. Termasuk juga disediakan 8 truk pengangkut sepeda motor, dan 777 bus.

“Pemudik kali ini sangat besar dibanding tempat lainnya di tanah air,” imbuh Pakde Karwo.

Direktur Utama PT. Jasa Raharja Budi Setyarso, menjelaskan BUMN melalui program CSR-nya sangat membantu pemudik melalui program mudik gratis.

Se Indonesia, total keseluruhan yang diberangkatkan di program BUMN itu mencapai 1.700 bus dengan jumlah pemudik mencapai 120 ribu dan 98 daerah tujuan.

Pemkot Surabaya Larang Mobdin Dipakai Mudik

Sementara, Pemerintah Kota Surabaya melarang mobil dinas dipakai untuk mudik lebaran, aturan itu di mulai 23 Juni hingga 2 Juli 2017. Dan, sekitar 398 mobil dinas sudah terparkir di halaman Kantor Bappeko, Gedung Parkir Siola, serta Park and Ride di Jalan Mayjend Sungkono.

“Kami himbau agar seluruh kendaraan dinas selama cuti dan libur lebaran tidak digunakan untuk mudik,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, Rabu, (21/6/2017).

Larangan menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran sudah diterapkan tahun sebelumnya. Peraturan itu sesuai Surat Edaran Wali Kota Surabaya.

Fikser menyebut, ada beberapa mobil dinas yang tidak di parkir. Yakni, mobil yang dipakai untuk operasional seperti mobil Dinas Pemadam Kebakaran (PMK), Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Satpol PP, dan Bakesbangpol Linmas. Kendaraan tersebut meruapakan mobil operasional para petugas untuk memantau, menjaga, dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk saat musim mudik lebaran.

Diharapkan mobil dinas milik Pemkot Surabaya yang di kandangkan aman dan akan kembali beroperasi usai libur lebaran. Jika ada pegawai yang tidak mengikuti aturan dan tidak memarkir kendaraan dinas akan dicatat dalam riwayat pekerjaan dan dapat mempengaruhi kenaikan pangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Surabaya.

Selamat menempuh perjalanan ritual mudik lebaran, semoga selamat sampai tujuan bertemu sanak famili. Tidak ada pelanggaran termasuk di tengah jalan, ada awak bus yang memungut dana siluman yang tidak diatur untuk angkutan mudik gratis. Serta tidak dijumpai kendaraan dinas plat merah milik Pemkot Surabaya yang berkeliaran dipakai untuk mudik. Jika ada, kita tunggu saja sanksinya, ayo awasi ketentuan itu untuk menjadikan ketertiban diatas segalanya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here