Jatim Rancang Kerjasama dengan Universitas Pertahanan RI

0
115

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah merancang jalinan kerjasama dengan Universitas Pertahanan RI (UPRI), itu guna peningkatan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajarannya. Menurut rencana, bidang-bidang yang dikerjasamakan meliputi manajemen konflik, manajemen bencana, dan penelitian.

Kepastian kerjasama dengan UPRI tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo usai menerima Rektor UPRI Letnan Jenderal I Wayan Midhio di Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo 7 Surabaya, Kamis (9/3/2017).

Soekarwo mengatakan, jajaran ASN khususnya yang menangani kesatuan bangsa serta ketentraman dan ketertiban harus memahami politik pertahanan dan keamanan.

“Sebab tugasnya bukan hanya melakukan penertiban. Dalam penanganan pedagang kaki lima misalnya, bukan hanya terkait kebersihan, tetapi ASN juga dituntut untuk memahami masalah-masalah berikutnya yang akan timbul dari tindakan penertiban yang dilakukan. Oleh karena itu, pendekatan partisipatoris merupakan langkah yang harus dikedepankan oleh ASN,” kata Soekarwo.

Ditambahkan, pemahaman dan penguasaan materi tersebut merupakan bagian dari pertahanan keamanan di negeri ini, yang merupakan agregat dari Provinsi-provinsi di Indonesia.

Pakde Karwo -panggilan Soekarwo- menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan cegah dini ketentraman dan ketertiban masyarakat melalui pembentukan tiga pilar yaitu, kepala desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas).

“Ini sebuah rekayasa menciptakan keamanan dan pertahanan di Jatim yang awalnya dianggap sebagai gudangnya pembuat peledak,” ujar Pakde Karwo, dan spontan Rektor UPRI, tamunya langsung tersenyum.

Selain itu, lanjut Pakde Karwo, dua kali dalam setahun dilakukan pertemuan antara camat, kapolsek, dan Danramil. Termasuk juga menghadirkan tiga pilar desa plus tokoh masyarakat dan tokoh agama, dengan total sekitar 2.550 orang.

“Kreasi tersebut menjadikan terdeteksinya sejak dini pendatang baru yang aneh-aneh di Jatim. Misalnya, dari pakaian dan pemikirannya,” ujar mantan Sekda Prov Jawa Timur itu, sambil menyebut format tersebut belum struktural tetapi telah memperoleh dukungan dari Kapolda Jatim juga Pangdam V Brawijaya.

Ditambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim telah melakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Disebutkan, itu bagian dari kepudian yang dilakukan dengan rata-rata setiap tahun antara 14-15 ribu rumah diperbaiki.

Saat ini, lanjut Pakde Karwo secara keseluruhan tercatat sebanyak 104 unit rumah. Sementara, dengan menggandeng Armada TNI AL Wilayah Timur (Armatim) telah terwujud 4 ribu unit RTLH. Menurutnya, kegiatan tersebut juga untuk mendukung sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata), antara TNI, polisi, dan masyarakat bersatu padu. Selain itu, nilai uang yang berjumlah Rp6,5 juta/RTLH menjadi bertambah Rp10 juta lebih karena gotong-royong semua elemen bangsa.

Rektor UPRI menjelaskan, UPRI yang didirikan pasca reformasi dimaksudkan untuk menyatukan sipil dan militer, sehingga tidak ada lagi dikotomi sipil dan militer. “Universitas ini menjadi ‘melting pot’ antara kalangan sipil dan militer,” ucapnya.

Sejak didirikan 11 Maret 2009, UPRI memiliki 4 fakultas, yaitu Strategi Pertahanan, Manajemen Pertahanan, Fakultas Keamanan Nasional, dan Tehnologi Persenjataan. Sementara, jumlah program studi tercatat sebanyak 10 program studi. Diantaranya, manajemen bencana, resolusi konflik, dan cyber. Secara kelembagaan, UPRI berakreditasi A.

“Saat penandatangan (program kerjasama-red) nanti di Jakarta, kami mengharapkan Bapak Gubernur dapat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa UPRI,” harap Rektor I Wayan Midhio, didampingi Laksamana Muda Supartono.

Semoga rencana kerjasama ini akan membuah manis, menjadikan Provinsi Jawa Timur yang merupakan barometer nasional menjadi provinsi sejuk. Dan, menjadi panutan provinsi lain di Indonesia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here