Jatim Targetkan Cetak Grand Master Catur

0
177

Nusantara.news, Surabaya – Selain terus memasyarakatkan olah raga catur, Provinsi Jawa Timur antusias untuk mencetak pecatur muda dan handal untuk bisa berkiprah di kancah internasional. Semangat tersebut dilontarkan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat membuka Perang Bintang Turnamen Catur Senior dan Yunior se Jawa Timur,  di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (25/3/2017). “Saya ingin menciptakan banyak master catur tingkat internasional yang berasal dari Jatim. Catur harus bisa lebih membanggakan Jatim,” kata Saifullah Yusuf.

Ditegaskannya, dia ingin memasyarakatkan kembali permainan dan olah raga catur. Apalagi olah raga catur sangat murah dan digemari masyarakat. Bahkan, catur seringkali dijadikan salah satu pengisi acara di momen-momen peringatan HUT Proklamasi Hari kemerdekaan dan peringatan hari besar lainnya.

Persoalan yang ada harus diatasi lanjutnya, dari data statistik, pemain catur di Jawa Timur di atas 25 tahun masih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Tetapi kalau yang di bawah 25 tahun, di Jawa Timur selalu menjadi juara.

“Selain itu adalah masalah seperti kurangnya try out dan bonus, yang harus dicarikan solusi secepatnya,” tambah Gus Ipul.

Saifullah mengapresiasi Percasi Jawa Timur yang sudah mulai mendata potensi yang dimiliki Jawa Timur melalui gelaran pertandingan catur secara berjenjang, mulai dari wilayah masing-masing sampai ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Saya harap data base catur bisa dikelola sebaik mungkin, sebaiknya dibuatkan pangggung-panggung pertandingan, dan menambah frekuensi pertandingan sehingga para atlet catur, baik yang senior maupun yunior tidak grogi bila menghadapi turnamen di tingkat nasional. Dan sehingga bisa mencetak prestasi yang lebih baik, tidak hanya nasional tapi juga prestasi di tingkat internasional,” harapnya.

Turnamen yang berlangsung 25 hingga 27 Maret itu diikuti 2.423 peserta dan sudah melewati melalui proses seleksi di wilayah dari tujuh koordinator wilayah, yaitu wilayah Surabaya, Sidoarjo, Madura, Bojonegoro, Malang, Jember, Kediri dan wilayah Madiun.

Hari ini merupakan pra kualifikasi bagi yang senior, akan didapatkan pecatur terbaik. Disaring dalam tujuh babak, diseleksi dan dipilih tiga terbaik. Juara I, II dan III senior baik putra maupun putri akan dikirim ke Kejurnas di Jakarta pada Juli mendatang.

Sementara untuk turnamen grand final yunior ditujukan untuk mencari bibit unggul untuk persiapan PON 2020. Pada PON 2016, pecatur asal Jawa Timur mendapat 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Diproyeksikan pada PON 2020 di Papua, pecatur Jawa Timur bisa menjadi juara umum.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here