Jawa Timur Minta Kerjasama Pendidikan dan Perdagangan dengan AS Ditingkatkan

0
59

Nusantara.news, Surabaya – Provinsi Jawa Timur berharap terus dilakukan penguatan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan Indonesia, utamanya kerjasama di sektor perdagangan dan pendidikan di wilayah ini. Permintaan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan pada acara jamuan makan malam dengan Duta Besar Amerika di Rumah Dinas Konjen AS di Jalan Untung Suropati, Surabaya, Rabu (1/3/2017) malam.

Saifullah Yusuf menyebut, selama ini keharmonisan hubungan kedua negara berdampak positif terhadap sektor perdagangan, baik ekspor dan impor.  “Keakraban menjadi kata kunci dalam menjalin dan memperkuat hubungan antar kedua negara,” kata Saifullah Yusuf.  

Lanjut tokoh yang kerap disapa Gus Ipul ini, keakraban dengan AS juga terlihat dalam statistik perdagangan Indonesia, khususnya di Jawa Timur yang terus meningkat. Peningkatan terjadi di sektor perdagangan dan sektor pendidikan yang harus terus ditingkatkan. Terutama untuk peningkatan jumlah pelajar Indonesia yang ingin belajar di negeri Paman Sam tersebut.

Sebaliknya, Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengatakan, hubungan yang terjalin selama ini bagi kedua negara sangat harmonis. Indonesia, khususnya Jawa Timur, telah memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia dan bagi masa depan bangsa.

“Amerika tetap ingin menjadi mitra yang baik bagi Indonesia dan kami sangat menghargai kemitraan yang telah terjalin. Sebagai negara yang besar dan majemuk, Amerika banyak memiliki kesamaan dengan Indonesia, baik itu keyakinan dan kepentingan yang sama,” tegasnya.

Lanjut Joseph, tujuan utamanya bertugas di Indonesia adalah mendorong lebih banyak pemuda Indonesia untuk belajar dan menempuh pendidikan lebih tinggi di Amerika. Ditambahkan, pertukaran pendidikan yang digagas oleh Wakil Gubernur Jawa Timur adalah program yang tepat, untuk mempererat hubungan kedua negara.

Untuk diketahui, kerjasama Jawa Timur dengan AS, termasuk investasi, juga ikut berkontribusi bagi perekonomian Jawa Timur. Pada tiga tahun terakhir, tidak kurang dari 900 miliiar dollar AS yang ditanamkan di provinsi ini oleh para pengusaha Amerika ke sejumlah bidang usaha.

“Kami ingin terus belajar kepada Amerika tentang kemajuan di berbagai hal. Saya juga percaya Amerika akan terus belajar kepada Indonesia tentang keberagaman,” ujar Gus Ipul.

Keakraban yang telah terjalin bisa terlihat dari banyaknya undangan yang hadir dan berkumpul di acara tersebut. Selain Konjen dan para stafnya, juga ada rektor, ulama, pengusaha, mahasiswa, tokoh perempuan dan pejabat tinggi. Di acara tersebut juga ikut dirayakan 150 tahun hubungan AS dengan Jawa Timur.

Untuk diketahui, perwakilan AS telah ada di Surabaya sejak 1866, ketika Carlo von Oven tiba di Indonesia sebagai Utusan Diplomatik AS di Surabaya. Pada Agustus 1890, John Lidgerwood diangkat menjadi diplomat pertama AS yang ditempatkan di Surabaya.

Ini adalah periode ketika Jawa Timur mengalami kemajuan ekonomi yang imbasnya terasa di Surabaya saat itu. Waktu itu  perdagangan rempah-rempah tumbuh pesat di Jawa Timur. Agen Konsuler AS mengirimkan laporannya secara rutin ke Kedutaan Besar AS di Den Hag, Belanda, terkait kepentingan Amerika di Surabaya.

Agen Konsuler AS adalah perwakilan yang sangat aktif, terutama karena kemajuan industri di Surabaya dan sekitarnya, di mana banyak perusahaan asal AS yang berkembang, seperti General Motors, misalnya. Pada tahun 1918, Agen Konsuler AS dinaikkan statusnya menjadi Konsulat penuh dan menempati kantor di Jalan Darmokali 38.

Dalam perkembangannya, banyak tokoh ternama berkunjung ke Konsulat AS di Surabaya, mulai dari Senator Tydings dan Senator McAdoo, hingga ahli Antropologi Margaret Mead. Konsulat AS di Surabaya pun ramai dan sering menyambut tokoh-tokoh ternama, seperti Claudette Colbert pada 1931 dan Charlie Chaplin yang datang ke Surabaya pada 1933.

Tahun 1950, Konsulat AS di Surabaya pindah ke Jalan Raya Dr. Soetomo Nomor 33. Tanggal 1 Agustus 1990, Konsulat AS di Surabaya ditingkatkan statusnya menjadi Konsulat Jenderal AS,  seiring bertambah maju dan pesatnya perekonomian di Jawa Timur, termasuk Surabaya. Sejak tanggal 9 April 2012, Konsulat Jenderal AS menempati kantor barunya di Jalan Citra Raya Niaga No. 2, hingga sekarang.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here