Jejak Ahok Di Taman BWM

1
81
Ahok diduga terlibat dalam kasus pengalihan Taman BMW dari PT Agung Podomoro ke PEmprov DKI Jakarta. Masalahnya kini menggantung.

Nusantara.news, Jakarta – Sepertinya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak akan bisa tidur nyenyak, pasalnya rekam jejak hitamnya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta terus dikuliti. Kali ini pengamat Marwan Batubara lewat buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok, Menuntut Keadilan Untuk Rakyat menyoroti satu per satu perilaku dorup tersebut.

Salah satu dugaan mega korupsi Ahok adalah terkait kewajiban PT Agung Podomoro pada Pemprov DKI Jakarta, yakni Taman BMW di Sunter, Jakarta Utara. Agung Podomoro mengklaim Taman BMW adalah sebagai tanah yang diserahkan kepada Pemprov DKI sebagai kewajibannya.

Sebaliknya, Pemprov DKI juga mengklaim sebagai tanahnya hasil penyerahan dari PT Agung Podomoro. Potensi dugaan kerugian negara akibat korupsi Taman BMW ini ditaksir 26 Ha tanah di Jakut, senilai Rp737 miliar pada 2007.

Mengapa patut diduga ada kerugian negara? Karena setelah diteliti dokumen administrasinya disandingkan dengan fakta di lapangan dan ditanyakan kepada pihak-pihak terkait bisa disimpulkan, Taman BMW yang diklaim oleh PT Agung Podomoro ternyata bukanlah milik PT Agung Podomoro. Dari sisi luas, letak dan keabsahan dokumen administrasi, lahan tersebut patut diduga keras berstatus bodong.

Sidah dilaporkan

Dalam buku itu, Marwan Batubara mengungkapkan, kasus ini sudah dilaporkan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta (2007-2012) Prijanto Soemantri kepada KPK sejak tahun 2012. Berdasarkan surat KPK kepada LSM Snak Markus, berkas kasus saat ini sudah ada di bagian penindakan KPK.

Kerangka hukum masalah Taman BMW, milik siapakah sebenarnya?

Dalam pertemuan antara beberapa komponen masyarakat Jakarta dengan pihak Dumas KPK, dinyatakan dokumen sudah cukup memenuhi syarat dan ada indikasi kerugian negara.

Saat kepemimpinan Kepala Daerah beralih dari Foke-Projanto kepada Jokowi-Ahok. Prijanto memberikan informasi kasus Taman BMW terkait akan dibangunnya stadion olah raga di Taman BMW. Secara berjenjang, Prijanto menyampaikan kepada staf, Wagub Ahok dan Gubernur Jokowi. Prijanto setuju dengan pembangunan stadion olah raga di Taman BMW, namun perlu bersikap hati-hati.

Aturan mengatakan bangunan bisa berdiri jika ada IMB dan IMB bisa terbit jika ada sertifikatnya. Sertifikat ini tanggung jawab pengembang, bukan tanggung jawab Pemrov. Kehati-hatian tersebut terkait dokumen tanah yang ada di Pemprov DKI, tdak satu pun dokumen yang bisa menunjukkan secara hukum sah, bahwa Taman BMW milik Pemprov DKI.

Pada Era pemerintahan Jokowi-Ahok, kedua pemimpin DKI ini bukannya membongkar dugaan korupsi Taman BMW, namun justru memperkuat adanya dugaan korupsi tersebut. Dalam pemberitaan, Ahok yang sudah mengantongi dokumen Taman BMW justru mengatakan Taman BMW adalah sah milik Pemprov DKI. Tidak saja dengan pernyataan, tetapi justru melakukan sertifikasi sebagian tanah Taman BMW dengan dokumen yang patut diduga berstatus bodong.

Kurang lebih aturan hukum mengatakan, barang siapa mengetahui adanya tindak pidana dan melakukan pembiaran terhadap tindak pidana tersebut, maka yang bersangkutan dapat dipidana.

Padahal, jika penyerahan kewajiban PT Agung Podomoro benar, atau Taman BMW benar milik PT Agung Podomoro yang diserahkan kepada Pemprov DKI, tentu seluruh taman (bukan hanya sebagian) yang disertifikatkan. Sertifikasi tanggung jawab pengembang. Di sinilah terjadi kekonyolan, yang patut diduga adanya kolusi antara Pemprov DKI dengan pengembang.

Mengapa Pemprov DKI bersedia menjadi pesuruh pengembang untuk melakukan sertifikasi? Akhirnya, dalam sidang gugatan, dua sertifikat yang di keluarkan BPN Jakut oleh PTUN dinyatakan tidak sah. Sesungguhnya, sertifikasi sebagian lahan Taman BMW dengan menggunakan dokumen yang tidak sah adalah perbuatan yang bisa dipidana juga.

Secara umum, Taman BMW bukan milik PT Agung Podomoro dan juga bukan milik Pemprov DKI. Melalui Infografis di bawah ini, yang disusun berdasarkan data yang ada di BPKAD Pemprov DKI bagian aset, kiranya orang awam pun bisa memahami secara jelas tentang adanya tndak pidana korupsi yang terjadi pada kasus Taman BMW tersebut.

Sikap Ahok atas Masukan Prijanto

Prijanto awalnya menyampaikan kasus taman BMW kepada Ahok melaui Sunny (staf khusus Ahok) dengan tujuan agar Sunny bisa membaca dokumen dengan tenang dan melapor kepada Ahok. Cara Prijanto mengena, Ahok sudah dilapori Suny dan ingin ketemu dengan Prijanto. Prijanto menjelaskan permasalahan kasus Taman BMW dan memberikan bahanbahan yang relevan, sambil makan malam.

Tetapi seminggu kemudian Prijanto terkejut ketka Ahok menyatakan tdak ada indikasi korupsi dalam kasus tersebut, dan Taman BMW sah milik Pemprov DKI. Prijanto menilai Ahok mengabaikan indikasi korupsi dalam proyek Taman BMW. Padahal, dia sudah menyampaikan banyak data melalui Sunny soal kecurangan PT Agung Podomoro dalam proyek tersebut. Prijanto menduga ada hubungan yang erat antara Ahok, Sunny, dan Agung Podomoro berupa pembiaran terhadap korupsi masa lalu dan dugaan korupsi Taman BMW.

Ahok justru menanggapi santai dugaan korupsi Taman BMW ini. Dia bahkan menuding Prijanto gencar mengungkap kasus ini karena ada lahan milik temannya yang berada di lokasi tersebut supaya dibayarkan oleh PT Agung Podomoro. “Kamu tahu enggak Pak Prijanto mau ngapain? Dia cuma pIngin minta pengembang membayar utang kepada temannya yang punya tanah PT. Soalnya dianggap pengembang belum bayar tanahnya dia,” kata Ahok di Balai Kota (11/4/2016).

Tentu saja Prijanto membantah tudingan Ahok ini. “Itu ftnah,” kata Prijanto. Tudingan Ahok tdak menjawab pertanyaan apakah benar tdak ada korupsi di Taman BMW. Atas tudingan tersebut, Prijanto menulis di media dengan judul ‘Prijanto: Jokowi Seyogyanya HatI-HatI Dengan Perilaku Ahok’.

Mengapa mengingatkan Jokowi, sebab Prijanto ingin secara pasti menyanggah dan menjelaskan kepada umum, apa yang sebenarnya telah disampaikannya kepada Jokowi pada 27 Agustus 2013 di rumah Dinas Gubernur Taman SuropatI, terkait taman BMW. Dari kronologi yang ada dan kedekatan Ahok dengan PT Agung Podomoro, patut diduga Jokowi terperdaya oleh pendapat Ahok.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here