Jelang Kemarau, Pemkab Kabupaten Malang Sibuk Pikirkan Air Bersih untuk Sejumlah Desa

0
86
Kekeringan di beberapa petak sawah (Sumber: Dedhez Anggara)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Kabupaten Malang bagian selatan yang berada pada garis pantai selatan atau wilayah pesisir, saat ini kesulitan menemukan sumber air bersih. Fakta menunjukan bahwa daerah yang berada di sepanjang garis pantai itu memang sulit mengakses kebutuhan air bersih.

Kondisi ini akan semakin parah karena musim kemarau segera datang. Curah hujan akan berkurang diganti dengan terik matahari yang tajam. Sehingga, potensi kekeringan mengintai di Malang Selatan, stok kebutuhan air bersih berkurang.

Suhendar, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, mengungkapkan, potensi sumber air bersih akan berkurang di musim kemarau nanti. “Musim kemarau awal bulan depan, biasanya sulit air bersih. Sedangkan, air menjadi kebutuhan keseharian kami,” keluhnya di Malang, Kamis (26/5/2017).

Ia menambahkan, apabila menggunakan sumur bor atau sumur gali, airnya memang ada tapi tidak bagus. “Terkadang yang muncul adalah air asin, jarang sekali air tawar. Kalaupun muncul air tawar kualitasnya juga kurang bagus untuk kebutuhan konsumsi.” imbuh Suhendar

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, H Irianto, menjelaskan, mengenai beberapa titik rawan kekeringan di Malang Selatan terutama di kawasan garis pantai.

“Daerah pesisir yang dekat bibir pantai berpotensi terjadi kekeringan. Karena memang daerah pantai selatan Kabupaten Malang inilah ujung pegunungan Kendeng yang tipikalnya daerah kapur,” ungkapnya.

Secara spesifik, ia menyebut wilayah yang menjadi titik rawan kekeringan, meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya, kemudian Kecamatan Gedangan, Pagak, Bantur, Kalipare, dan Donomulyo. Untuk daerah utara, kerawanan terjadi di Kecamatan Singosari dan Lawang.

Dikatakan, BPBD masih terus memetakan ldan memantau daerah yang sudah dipetakan tersebut untuk selanjutnya diberikan layanan air bersih.

Bupati Malang, Rendra Kresna juga mengakui masih banyak desa yang sampai saat ini tak tersentuh layanan sarana air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kecamatan yang belum terlayani sarana air bersih tersebut rata-rata berada di wilayah Malang selatan, seperti Kecamatan Tirtoyudo, Gedangan, Ampelgading, Kalipare, Sumbermanjing serta Donomulyo,” akunya

Ia berharap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malang yang belum mengucurkan dana CSR-nya agar segera melakukan kewajibannya untuk peningkatan sarana air bersih bagi warga di daerah terpencil yang belum teraliri sarana air bersih.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Budi Kriswiyanto mengatakan, sejak awal tahun penganggaran, pihaknya sudah mengusulkan perlunya proyek pengolahan air bersih di wilayah kekeringan sebagai antisipasi saat musim kemarau, terutama di Malang Selatan.

“Usulan tersebut sudah seringkali kami sampaikan ke Pemkab Malang. Tapi rupanya hingga kini belum ada respon,” ujar Budi Kriswiyanto.

Namun ia mengakui, beberapa hari lalu ada upaya pemerintah untuk mengantisipasi bencana kekeringan dengan mempersiapkan armada truk yang membawa tangki air berkapasitas sekitar 5000 – 8000  liter, dan membuat pipa jaringan air bersih di wilayah-wilayah yang masuk dalam peta kekeringan.

Namun, kendalanya adalah anggaran belum sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. “Bila didukung anggaran yang cukup untuk pengembangan jaringan pipa air bersih pasti rencana itu bisa kami realisasi,” ucap Eko Priyo, Kepala Bagian Umum PDAM Kabupaten Malang.

Budi menjelaskan, anggaran untuk proyek air bersih pasti besar. Begitu pun ia anggaran yang besar itu bisa diselesaikan, misalnya melalui anggaran multi-years. “Terpenting rakyat tidak menderita kekeringan setiap musim kemarau,” pungkasnya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here