Jelang Lebaran, Ketersediaan Bahan Pokok di Jatim Aman

0
64
Soekarwo di Rakorwil TPID 2017, kebutuhan pokok Jatim aman.

Nusantara.news, Surabaya – Ketersediaan kebutuhan bahan pokok di Provinsi Jawa Timur menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, dipastikan aman. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo di acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) se-Jawa Timur yang dirangkai dengan Fokus Strategi Antisipasi Gejolak Harga Menjelang Ramadan dan Lebaran di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (19/4/2017).

Disebutkan, berdasarkan data di pertanian Jawa Timur, produksi beras bulan Juni 2017 sebanyak 1.030.199 ton. Dengan tingkat konsumsi sebanyak 297.243 ton per bulan, maka ada surplus beras 732.956 ton. Sementara, untuk stok beras di gudang Bulog pada April 2017 sebanyak 531 ribu ton, tersebar di 364 gudang.

Untuk gula pasir, stok April 2017 sebanyak 200.773,5 ton dengan konsumsi 50 ribu ton per bulan, surplus 150.773,5 ton. Dan, catatan di gudang Bulog, bulan April sebanyak 174 ribu ton dan ada di gudang Bulog, Buduran, Sidoarjo.  “Untuk beras dan gula pasir kami jamin stoknya aman hingga lebaran,” kata Soekarwo.

Ditambahkan, stok aman tersebut juga berlaku untuk komoditas pertanian seperti cabe merah besar, cabe merah keriting, cabe merah rawit, dan bawang merah. Untuk kedelai dan bawang putih, pada Juni 2017 ini defisit 18.815 ton dan 4.074 ton.

“Prinsipnya semua surplus dan tugas kita kemudian mendistribusikannya ke berbagai provinsi. Untuk kekurangan stok bawang putih solusinya di tempat lain kita bawa kesini. Karena pada musim seperti ini bawang putih memang kurang,” tambahnya.

Untuk komoditas lainnya seperti daging sapi, telur ayam, daging ayam, minyak goreng dan terigu, Pakde Karwo juga menjamin aman menjelang ramadan dan lebaran. Sampai Juni 2017, stok daging sapi dipredikasi surplus 23.804 ton, telur ayam surplus 148.445 ton, daging ayam surplus 48.803 ton. Minyak goreng surplus 25 ribu ton dan tepung terigu surplus 18 ribu ton.

Surplus bahan pokok di Jawa Timur, lanjut Pakde Karwo, selanjutnya akan didistribusikan ke berbagai provinsi lain. Seperti beras didistribusikan ke 19 provinsi, tepung terigu didistribusikan ke 15 provinsi, gula pasir ke 16 provinsi dan minyak goreng ke 11 provinsi. Komoditas bahan pokok lainnya seperti telur ayam, cabe merah, daging sapi dan bawang dari Jawa Timur juga dikirimkan ke berbagai provinsi lain.

Untuk harga kebutuhan pokok sepanjang 2016-2017 di Jawa Timur cenderung stabil. Harga gula kristal putih sebesar Rp12.500, minyak goreng kemasan sebesar Rp11 ribu. Untuk komoditas lainnya juga stabil, seperti beras, gula pasir, daging dan telur.

“Untuk cabe memang kemarin sempat naik dikarenakan terjadi penurunan volume panen dan itu juga dikarenakan faktor musim dan hama,” ucap Pakde Karwo.

Provinsi Jawa Timur mengaku memiliki strategi dalam menghadapi hari raya, diantaranya melalui aplikasi Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Barang Pokok (Siskaperbapo) yang memiliki 171 inputer, terdiri dari 116 petugas pasar, dan 38 petugas di kabupaten/kota, 17 petugas sentra produksi dan 17 pemantau stok di pasar induk. Aplikasi itu untuk memantau harga konsumen di 116 pasar dan harga produsen di 17 lokasi.

“Kami juga menempatkan TV di beberapa pasar rakyat untuk menampilkan harga dan stok bahan pokok,” terangnya.

Selain itu juga memiliki gerai stabilisasi harga yang terdiri dari gerai pangan permanen sebanyak 3.558 gerai dan gerai pangan situasional sebanyak 175 gerai. Gerai pangan permanen terdiri dari kios pangan operasi pasar, toko tani Indonesia, aplikasi e-warung, serta rumah pangan kita. Sedangkan gerai pangan situasional adalah operasi pasar mandiri dan operasi pasar Bantuan Ongkos Angkut (BOA).

Terkait sistem informasi perdagangan antar provinsi, Pakde Karwo berharap sistem ini mampu menampilkan data aktual dan kondisi eksisting di berbagai wilayah. Ia berharap, melalui sistem ini dapat dilihat data aktual tentang ketersediaan bahan pokok, meliputi jenis barang, volume, serta asal dan tujuan. Selain itu, sistem ini dapat mengakomodir kebutuhan pencatatan arus barang keluar masuk atau bongkar muat.

Jaminan ketersediaan bahan pokok seperti inilah yang diharapkan masyarakat. Masyarakat, khususnya menjelang ramadan, hari raya dan hari besar lainnya, sudah kerap dihadapkan dengan kelangkaan dan mahalnya harga kebutuhan bahan pokok.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here