Jelang Lebaran, TPID Kota Batu Rutin Turun Pantau Harga di Lapangan

0
45
Pedagang kebutuhan pokok (Sumber: Btnhts)

Nusantara.news, Kota Batu – Seperti hari jelang puasa, di hari-hari menjelang Lebaran pun biasanya kebutuhan pangan masyarakat bisa dipastikan meningkat.Meningkatnya permintaan konsumen di hari menjelang Lebaran ini biasanya juga diiringi dengan melonjaknya harga-harga di pasaran.

Guna Antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang lebaran, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batu mengadakan pantauan langsung di lapangan terkait harga 9 kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Batu, pada Kamis (7/6/2017).

Ketua TPID Kota Batu, Andhang Budhy Harsa, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara rutin dan berkala. “Kami akan tetap pantau dan awasi menghindari munculnya pemain-pemain harga.” jelas dia.

Terkait pemain tersebut ia menjelaskan, bahwa pemain tersebut bisa tengkulak, atau bahkan pedagang itu sendiri yang berkelompok sengaja untuk menaikan harga bahan dagangannya di atas harga normal.

Pihaknya menambahkan, hal ini dilakukan guna menjaga harga bahan pokok pangan tetap stabil dan terjangkau oleh semua kalangan. “Apabila dibiarkan kasihan masyarakat membeli dengan harga yang tinggi, pasti 1 dari 5 masyarakat akan protes terkait kenaikan harga,” imbuh Andhang.

Hasil pantauan Tim TIPD Kota Batu menghasilkan informasi harga pasaran sejumlah 9 kebutuhan pokok di Kota Batu untuk saat ini diperkirakan stabil. “Pasokan semoga tetap aman, yang membedakan hanya soal tingkat konsumsi masyarakat selama Ramadhan meningkat drastis,” ungkapnya.

Andhang memaparkan hasil pantauan timnya, untuk harga daging sapi murni terpantau stabil di harga Rp. 110.000 per kilo, sementara itu daging ayam broiler 35.000 per kilo dan ayam kampun Rp 75.000 per kilo. “Hal yang sama juga terjadi pada komoditas telur ayam, minyak goreng, beras dan bawang,” terangnya.

Sedangkan, untuk telur ayam ras/petelur    justru turun sebanyak 2,50 persen, harga yang semula Rp 20.000 menjadi Rp 19.500 per kilo.

Andhang mengatakan, pihaknya tetap berencana menggelar operasi pasar ke depannya, baik secara resmi maupun tidak resmi, supaya tetap terpantau. Selain itu, pasar murah masih akan tetap digelar. ”Rencananya, akan digelar oleh Diskoperindag pada 12-15 Juni mendatang,” pungkasnya.

Dirinya tetap menghimbau kepada para pedagang untuk tidak bermain harga menjelang lebaran. “Agar daya beli masyarakat terjaga kondusif sehingga tidak sampai menimbulkan inflasi, para pedagang dan tengkulak jangan sampai ada permainan harga!” tandasnya.

Sekedar informasi, sejumlah 9 komoditas pokok yang selalu dipantau adalah beras, minyak goreng, bawang, cabe, telur, daging, tepung, gula dan sayur mayur. Kesembilan kebutuhan pokok tersebut yang kemudian menjadi acuan tingkat inflasi di  suatu daerah.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here