Jelang Pilgub Jatim, Nama Baru Bermunculan

0
101

Nusantara.news, Surabaya – Jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018, sejumlah nama baru muncul, digadang layak maju di perhelatan akbar Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, tahun depan. Ada nama Hadi Prasetyo dikenal ahli strategi ekonomi. Meski belum resmi mendaftar, Hadi Prast demikian lelaki itu biasa disapa saat ini menjabat Komisaris Utama PT SIER itu diandalkan bisa menata perekonomian Jawa Timur menjadi lebih baik.

Sosok lelaki berkacamata yang pernah menjabat Asisten II dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur itu diharapkan bisa mendampingi calon lainnya sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacagub), permintaan itu dilontarkan oleh Forum Masyarakat Maritim Jawa Timur.

Oki Lukito Forum Masyarakat Maritim Jawa Timur.

Alasan yang mendasari, karena mayoritas pendaftar didominasi tokoh partai politik dan bisnis. Ada Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, La Nyalla Mahmud Mattalitti pengusaha yang juga Ketua Umum Kadin Jawa Timur.

“Jatim butuh seorang profesional, konseptor pembangunan dan ekonomi untuk kemajuan Jatim ke depan,” ujar Ketua Forum Masyarakat Maritim, Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Oki Lukito, Rabu (26/7/2017).

Cawagub juga tidak jauh berbeda masih didominasi politikus, ada Abdullah Azwar Anas, Ketua PDIP Jawa Timur Kusnadi, Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono. Hadi Prast diharapkan melengkapi kemunculan tokoh dari kalangan profesional tersebut.

“Persoalan Jawa Timur ke depan adalah bagaimana mempertahankan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap pada track nya,” jelasnya.

Hadi Prast dinilai layak maju dalam bursa Cawagub Jawa Timur. Dengan profesionalitas dan kemampuan yang dimiliki, layak jika disandingkan dengan sejumlah calon, Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf atau Tri Rismaharini.

“Menurut saya semua calon populer, namun mereka perlu pendamping tokoh profesional sehingga ada yang mengelola pemerintahan dari dua sisi, kepopuleran dan profesional,” jelas Oki.

Pada 2015, Pejabat (Pj) Bupati Malang, Ir. Hadi Prasetyo ME., menerima penghargaan daerah berprestasi sebagai penerima Dana Insentif Daerah (DID) sekitar Rp 41 miliar. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta,14/12/15.

Ancaman Ledakan Jumlah Penduduk

Disebutkan, dari sisi ekonomi Jawa Timur memang bagus. Namun sejak ekonomi Indonesia merosot, juga berimbas ke Provinsi Jawa Timur. Ditambah ancaman ledakan pertumbuhan penduduk usia produktif dari bonus demografi periode 2018 hingga 2030-an. Jadi dibutuhkan pemimpin yang memahami persoalan dan bisa melakukan terobosan memperbaiki taraf hidup masyarakatnya.

“Ini bisa jadi berkah, tapi bisa jadi musibah bila angkatan kerja produktif berlimpah hingga jutaan orang tidak bisa diserap oleh perkembangan ekonomi yang memadai. Khususnya ketersediaan lapangan kerja. Sektor maritim kelautan dan agraris menjadi sektor yang bagus untuk bisa mengatasi berbagai persoalan,” jelasnya.

Jika dampak bonus demografi tidak dikelola dengan baik dan tepat, itu bisa jadi efek domino yang mengerikan, bisa meledak angka pengangguran dan kesenjangan ekonomi sosial yang melebar. Juga, kemiskinan bisa makin dalam dan parah.

Lima tahun ke depan perekonomian semakin berat. Indikasinya ekonomi terus menurun, juga sektor retail, industri dan sektor properti menurun hingga 60 persen. Tantangan 2018 dan ke depannya sangat berat. Tidak cukup hanya dengan pendekatan sosial, tetapi juga perbaikan ekonomi yang tajam dan solutif.

Dia menyebut, sejumlah konsep pembangunan di Jawa Timur sebagian besar hasil buah pemikiran Hadi Prast. Jika itu dituangkan lagi saat dirinya masuk bursa cawagub, hasilnya diharapkan akan membuahkan hasil.

“Apalagi sekarang sejumlah parpol masih membuka peluang untuk mendaftar, seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai NasDem. Elit partai harus melihat dan mempertimbangkan ini. Bukan sekadar menang kalah dalam Pilkada, bukan soal bagi-bagi kekuasaan tetapi benar-benar soal beban berat masyarakat, terutama soal ekonomi,” pungkasnya.

Nama berikutnya adalah Saiful Rachman, saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Namun, lelaki itu memastikan tidak mendaftar di Partai Demokrat. Menepis ajakan itu, dia mengatakan akan terus fokus membenahi pendidikan di Jawa Timur. Saiful Rachman menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jatim Pakde Karwo yang berkali kali memberi kesempatan dan mengizinkan serta mendorong agar ikut mendaftarkan diri ke Partai Demokrat.

“Beberapa kali pertemuan dengan Pakde Karwo, saya diminta ikut mendaftar di Partai Demokrat pada Pilgub kali ini. Ini sebuah kehormatan bagi saya. Namun saya masih mencintai dunia pendidikan,” ucap Saiful Rachman.

Menurutnya, Pakde Karwo sudah memberi amanat menjadi Kepala Dinas Pendidikan, tidak etis bila harus melepaskan amanat itu di tengah jalan.
Apalagi, sejak SMA dan SMK diserahkan ke Provinsi banyak yang harus dibenahi.

“Sangat disayangkan bila pengelolaan ini harus mulai dari nol lagi, sementara sudah saya benahi dari berbagai sektor dan berjalan bagus,” katanya.

Keberhasilan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 100 persen, disusul Penerimaan Pendaftaran Siswa Didik baru (PPDB) Tahun 2017, sukses. Meski dia mengaku dengan berat hati tidak memenuhi permintaan Soekarwo.

“Pendidikan ini harus dikelola dengan profesional, bila saya ikut maju d Pilgub, muncul dupliksi kepentingan, antara pendidikan dan politik. Saya tidak ingin itu terjadi pada pendidikan di Jatim. Sebab, pendidikan Jatim membutuhkan kosentrasi penuh,” ujarnya.

Saiful Rachman adalah birokrat murni, di atasnya ada Gubernur. Maka jika ada keinginan itu, harus mendapat restu dari pimpinan. Yakni etika birokrasi.

“Saya tetap tawadhu dan hormat dengan Pakde Karwo, bila rakyat menghendaki saya, maka juga tidak lepas dari restu Pakde,” tegasnya.

Nur Hayati Satu-satunya Kandidat Perempuan

Sementara, dari partai politik muncul wanita yang juga anggota DPR RI, yakni Nurhayati Ali Assegaf dari Partai Demokrat. Dia telah mengembalikan formulir dan kelengkapan sebagai syarat maju di Pilgub Jawa Timur. Nur Assegaf mengaku telah siap berlaga di Pilgub Jawa Timur. Dia juga mengaku siap menghadapi semua bakal calon, termasuk Khofifah Indar Parawansa yang kabarnya juga akan mendaftar dari partai yang sama, sebagai bakal calon Gubernur dari PD Jawa Timur.

“Sebagai kader, saya tak perlu kuatir dengan siapa pun, termasuk Ibu Khofifah. Mari bersaing dengan cerdas, sehat dan bersih. Untuk itu saya mohon doa restu masyarakat Jatim agar dapat kemudahan,” kata Nurhayati.

Soal rekomendasi, dia juga mengaku optimistis, bakal dapat restu dari Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Untuk rekomendasi saya tidak kuatir, Ketum (Susilo Bambang Yudhoyono) selalu mengatakan kader akan diutamakan. Tetapi, meski begitu akan melihat survei dan loyalitas. Saya tetap loyal, telah berbuat dan saya mendaftar di rumah sendiri,” ujarnya.

Nur mengaku juga telah menyiapkan visi misi, video profil dan tinggal menunggu satu surat lainnya, yang harus dikeluarkan oleh pengadilan.

Namun, siapa pun kandidat yang akan maju di pemilihan kepala daerah harus mampu membawa Jawa Timur menjadi lebih baik, khususnya untuk perbaikan perekonomian masyarakat.

Pilkada bukan satu-satunya cara untuk merebut kemenangan atau juga kekuasaan. Namun, sebuah amanah yang harus diemban, untuk perbaikan Jawa Timur menjadi lebih baik.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here