Jelang Pilgub, Soekarwo Ajak Semua Elemen Jaga Jatim

0
89

Nusantara.news, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo tampaknya sangat berhati-hati menyikapi jelang berakhirnya kepemimpinan dirinya sebagai gubernur yang dijabatnya selama dua periode. Munculnya sejumlah nama yang dipastikan akan maju dan terus ramai dibicarakan ikut berkompetisi di Pilgub Jawa Timur 2018, mendatang, juga disikapi ekstra hati-hati. Tidak ingin dilibatkan sebagai pemihak atau sengaja menjaga reputasi netral.

“Soal itu, (munculnya sejumlah nama untuk maju Pilgub Jatim), jangan tanya saya, saya tidak komentar itu,” ujar Soekarwo usai mengikuti Buka Puasa Bersama Forkopimda di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa (30/5).

Pakde Karwo -panggilan Soekarwo- beberapa kali menegaskan, pihaknya ingin menjaga kondusifitas dan ketenteraman wilayah, Jawa Timur. Termasuk saat dirinya lengser dari jabatan sebagai Gubernur Jawa Timur.

Dia mengajak semua elemen yang menjadi bagian masyarakat Jawa Timur ikut berperan menjaga ketenteraman wilayah provinsi Jawa Timur, yang selama ini selalu kondusif. Jawa Timur menjadi barometer nasional harus tetap dijaga dan dipertahankan.

“Itu yang penting, yang harus kita jaga. Jatim tidak boleh seperti saat Pilkada DKI Jakarta,” tegasnya. Menjaga keharmonisan itu, semua elemen secara bersama-sama diajak terus menjaga dan membangun Jawa Timur menjadi lebih baik,” urainya.

Menjabarkan itu, Pakde Karwo dengan gaya terbuka dan apa adanya mengajak elemen terkait, Pangdam, Kapolda, Kajati untuk turun menyapa masyarakat, tokoh masyarakat dan para kiai di wilayahnya. Ditambahkan, bersama Forkopimda bertanggung jawab untuk terciptanya kesejukan di Jawa Timur, termasuk saat Pilgub.

“Jangan sampai suasana yang kontroversial (di Pilkada DKI Jakarta) itu terjadi di Jawa Timur,” tegasnya.

Bersama Forkopimda mereka menemui kepala daerah, juga dengan partai-partai. Tujuanya, agar suasana Jawa Timur tetap kondusif termasuk dalam Pilgub Jatim. “Mungkin minggu depan kami ketemu,” tambah Pakde Karwo.

Dirinya ingin bicara antar Forpimda soal kondisi politik Jawa Timur. Menurut Pakde Karwo, agar sangat rasional dan mengedapankan kepentingan daerah daripada kepentingan kelompok-kelompok atau kepentingan partai. “Setelah pertemuan itu, saya akan muter ke para ketua partai dan forum koordinasi pimpinan daerah,” katanya.

Sinyal yang disampaikan Pakde Karwo tegas, tanpa menyinggung nama-nama yang akan maju di perhelatan Pilgub Jawa Timur, dirinya minta keamanan di Jawa Timur tetap terjaga. “Semua dalam rangka strategi ini, bupati, walikota, dandim, kajari satu komando provinsi,” tegasnya.

Ini komposisi Pilgub Jatim 2013

Menengok pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur, 29 Agustus 2013 lalu, yang diikuti empat pasangan calon. Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) memiliki keistimewaan tersendiri. Dilihat dari gabungan partai pengusungnya, KarSa sangat kuat melangkah menuju tahtah Gubernur dan Wakil Gubernur.

Kekuatan itu bisa dilihat dari partai pengusungnya, ada Partai Demokrat, Golkar, PAN, PKS, PPP, Hanura, Gerindra, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan 22 partai politik non parlemen.

Pasangan lainnya, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah (BangSa) diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Eggi Sudjana-Muhammad Sihat, maju dari jalur independen. Sementara, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja (BerKah) diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan 5 partai politik non parlemen.

Dalam kompetisi itu, pasangan KarSa unggul dengan perolehan suara 47,55 persen, sedangkan BerKah 38.32 persen. Kalau dicermati, perolehan suara KarSa dan BerKah saling kejar di sejumlah daerah. Misalnya, di Kabupaten Jombang, KarSa mendulang 250.234 suara atau 45,5 persen. Sedangkan, BerKah mendapat 235.203 suara atau 42,8 persen, KarSa unggul 2,7 persen. Tipis, tidak terpaut jauh, dan di daerah lain perolehan suara kedua pasangan berpengaruh itu juga kejar-kejaran.

Saat ini, jika boleh berandai-andai, Saifullah Yusuf tanpa kebesaran nama Soekarwo bagaimana kekuatannya? Juga Khofifah, jika kembali tampil dengan segudang reputasi dan ketenaran termasuk kesibukannya sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja. Bagaimana reputasi mereka di Pilgub 2018, mendatang?. Dan, bagimana nama-nama lainnya yang juga diperkirakan berpeluang untuk ikut bertarung, sebut saja Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Mantan Bupati Probolinggo yang saat ini menjadi anggota DPR RI Hasan Aminuddin, serta nama lainnya.

Ditanya soal peluang nama-nama yang dimungkinkan maju di Pilgub Jatim, Pakde Karwo dengan segudang prestasinya, terlihat sangat berhati-hati menyikapinya.

Mengalihkan arah pertayaan itu, Pakde Karwo kembali menegaskan dan mengajak semua elemen masyarakat Jawa Timur ikut berperan menjaga ketenteraman wilayah dan Jawa Timur harus selalu kondusif.

“Itu yang penting, yang harus kita jaga. Jatim tidak boleh seperti saat Pilkada DKI Jakarta,” tegasnya.

Mewujudkan keharmonisan itu, semua elemen diajak terus menjaga dan membangun Jawa Timur menjadi lebih baik.

Silahturahim ke Pembina Demokrat

Pakde Karwo yang menjabat Ketua DPW Partai Demokrat Jawa Timur, sudah pasti tidak akan meninggalkan ketuanya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia pun menyebut kalau kemarin menemui Ketua Dewan Pembina, SBY.

“Kemarin Pak Wagub (Gus Ipul) bersama kiai sepuh, Gus War, silaturrahim ke Pak SBY, saya antar. Kiai sepuh bersama Gus Ipul menyampaikan ingin bersama Demokrat dalam rangka pencalonan. Pak SBY ndak bisa langsung menjawab, karena harus mengikuti rapat majelis tinggi,” ujarnya.

Pertemuan tersebut berlangsung gembira. Formatnya, disebutkan Gus Ipul minta dukungan Demokrat. Kemudian, masih kata Pakde Karwo, untuk menjaga kondusifitas, minggu depan pihaknya akan berbicara dengan semua pimpinan partai. Termasuk dengan Pangdam, Kapolda dan Kajati.

Lalu, bagaimana hubungannya dengan Khofifah? Jauh hari sebelumnya Pakde Karwo juga menerima kunjungan Menteri Sosial itu di Gedung Negara Grahadi. Keakraban pun diperlihatkan di depan media. Seokarwo dengan gayanya sebagai kepala daerah yang akrab dengan siapa pun, juga dilakukan saat menerima kehadiran Khofifah. Apakah ini sinyal juga dukungan ‘halus’ nya kepada Ketua Muslimat NU itu untuk menapaki singgasana melalui Pilgub Jatim 2018, mendatang?, kita lihat saja.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here