Jelang Pilgub, Surabaya Akan Gelar Dialog “Temu Tokoh Jawa Timur”

0
97

Nusantara.news, Surabaya – Surabaya segera akan menggelar “Temu Tokoh Jawa Timur” dengan mengusung tema “Siapa dan Bagaimana Jawa Timur, Pasca Pakde Karwo terkait kebijakan populis pro rakyat yang dilakukan selama 10 tahun memimpin Provinsi Jawa Timur. Harapannya, di acara yang terbuka untuk umum itu, berbagai program akan bisa diteruskan oleh penggantinya, siapa pun mereka yang akan maju dan nantinya terpilih di perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, mendatang.

Acara yang dirancang oleh sebuah stasiun televisi lokal tersebut akan menghadirkan puluhan tokoh-tokoh asal Jawa Timur. Mereka diajak berbicara tentang program yang telah dilaksanakan oleh Gubernur Soekarwo, berbagai persoalan yang muncul, tentang Jawa Timur. Termasuk program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang belum terlaksana, jalan keluarnya. Kemudian, diharapkan juga bisa memberikan masukan untuk menuju Provinsi Jawa Timur yang lebih baik dari periode sebelumnya.

“Pertama, acara tersebut terinspirasi oleh kiprah yang dilakukan Pakde Karwo, selama memimpin Jawa Timur. Kedua, untuk menggugah agar masyarakat Jawa Timur punya kepedulian, punya kepentingan yang sama untuk memajukan Jawa Timur. Ini bukan untuk menggiring opini atau mengarahkan masyarakat Jawa Timur agar memilih pilihan tertentu,” ujar Ketua Panitia Temu Tokoh Jawa Timur, Mas’ud Adnan, Selasa (16/5/2017).

Disampaikan, setelah sepuluh tahun Soekarwo memimpin sebagai Gubernur Jawa Timur. Selama dua periode tersebut telah banyak jejak yang diukir dan berbagai persoalannya, utamanya yang berkaitan dengan rakyat. Tidak hanya soal keberhasilan berbagai program, serta pekerjaan yang belum tuntas termasuk soal kendalanya. Lalu bagaimanakah Jawa Timur nanti ketika ditinggal oleh Soekarwo?

Acara tersebut akan dilaksanakan Selasa 23 Mei 2017, di Gedung Robotika Kampus Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya.

“Kegiatan ini terinspirasi oleh kebijakan-kebijakan populis yang dikeluarkan oleh Pakde Karwo. Kebijakan-kebijakan tersebut perlu kita diskusikan pasca turunnya Pakde Karwo,” tambahnya.

Ditambahkan, sejumlah kebijakan populis yang diambil oleh Pakde Karwo tersebut di antaranya, Pakde Karwo pernah mengusulkan ke Presiden RI Joko Widodo untuk membebaskan biaya pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jembatan Tol Suramadu.

“Seperti kita ketahui, usulan tersebut kemudian membuahkan hasil, disetujui oleh Presiden RI Joko Widodo, pengendara yang melintas di Suramadu dibebaskan dari biaya, itu luar biasa. Meski hasilnya yang dibebaskan khusus untuk sepeda motor, dan tarif untuk mobil turun 50 persen,” terang Mas’ud.

Kembali dia menegaskan, kalau kegiatan akan datang tersebut tidak untuk dukung-mendukung salah satu tokoh yang disebut-sebut akan maju di Pilgub Jawa Timur, 2018. Namun, untuk mengetahui konsep pemimpin masa depan yang sesuai untuk masyarakat Jawa Timur, setelah berakhirnya kepemimpinan  Pakde Karwo.

Acara temu tokoh tersebut diharapkan juga akan diketahui masyarakat, siapa pemimpin masa depan yang konsisten dan siap melanjutkan program-program pro rakyat, tentunya yang bisa menyejahterakan rakyat. Jadi kemenangan di Pilgub Jawa Timur bukan kemenangan pasangan nama, atau kemenangan kelompok, apalagi segelintir orang. Tetapi kemenangan masyarakat Jawa Timur yang sudah saatnya memiliki pemimpin pro rakyat, bekerja untuk rakyat, bukan hanya bekerja untuk pencitraan.

Sementara, sejumlah tokoh yang dipastikan hadir di antaranya, Soekarwo (Gubernur Jawa Timur), Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olah Raga), KH Dr Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang), Prof Dr Mahfud MD (mantan ketua Mahkamah Konstitusi) Kombes Pol Dr Syafiin (dari Mabes Polri, mantan Paspampres Presiden Gus Dur, Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), Laksda (purn) Hari Bowo (mantan Wakasal, yang saat ini menjabat Komisaris Utama PT Pelindo III.

Kemudian, Abdul Halim Iskandar (Ketua PKB dan DPRD Jawa Timur),  KH Hasib Wahab Hasbullah (Gus Hasib, pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras), Suroso (Direktur Utama Bank Jatim). Subawi (Dirut Bank BPR, Bank UMKM Jatim), Rendra Kresna (Bupati Malang, Ketua Nasdem Jatim), Budi Sulistiyono atau Kanang (Bupati Ngawi), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi); Prof Warsono (Rektor Universitas Negeri Surabaya, Unesa), Prof Joni Hermana (Rektor ITS), La Nyalla Mattaliti (Ketua Pemuda Pancasila Jatim), Nurhayati Assegaf (Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan anggota DPR RI); Hasan Aminuddin (mantan Bupati Probolinggo dan anggota DPR RI dari Partai Nasdem), dan Tantri (Bupati Probolinggo).

“Sementara, tokoh-tokoh yang lain masih dalam proses konfirmasi. Di antaranya, Dahlan Iskan mantan Menteri BUMN, Presdir PT Maspion Group Alim Markus, Edi Rumpoko mantan Wali Kota Batu). Termasuk Gus Ipul, yang belum memberikan jawaban,” terang Mas’ud.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here