Jelang Pilkada Kota Batu 2017, Banyak Pemilih Irasional  

0
273

Nusantara.news, Kota Batu – Minimnya tingkat pendidikan politik mengakibtkan kesadaran politik di masyarakat menjadi rendah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan partai Politik adalah dua lembaga yang memiliki tanggung jawab untuk melakukan pendidikan politik.

Kepala Tim Riset In-Trans Institute yang melakukan studi Tingkat Partisipasi Masyarakat Kota Batu, Novri Bunga mengatakan, tahun ini akan banyak pemilih yang irasional. Dalam artian banyak masyarakat yang tidak memahami isu Pilkada, baik profil, program, visi, misi para paslon.

“Dalam riset, kami menemukan ada hal kontradiktif.  Masyarakat sadar tentang pentingnya Pilkada, namun ketika  ditanyakan soal yang lebih mendalam terkait visi, misi dan program, mereka tidak paham” ujarnya kepada awak media, Sabtu (11/2/2017)

Hal ini yang kemudian mendasari Novri untuk menyimpulkan bahwa pemilih di Kota Batu tergolong  irasional. “Dengan temuan kontradiktif tersebut kami berkesimpulan bahwa kebanyakan masyarakat pemilih tidak rasional (irrational) dalam memahami calon,” tandas Novri.

Temuan studi In-Trans Institute dibenarkan Direktur Omah Rakyat, Saiful Amin yang menyatakan,  kesadaran politik masyarakat Kota Batu umumnya masih rendah. “Tingkat partisipasi pemilih dari tahun kemarin sebenarnnya sudah tinggi, namun juga harus diimbangi kesadaran politik masyarakat,” pungkasnya

Amin berharap kesadaran politik masyarakat mampu terbangun, sehingga nantinya akan berdampak pada pembangunan Kota Batu yang lebih beradab.

“Saya berharap, peningkatan kesadaran politik atau melek politik dapat segera terbangun dan merata, karena dalam momentum 5 tahunan ini adalah kesempatan terpenting untuk menentukan nasib Kota Batu ke depan,” tandas Direktur Omah Rakyat tersebut. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here