Jelang Pilkada Kota Malang, Ini Seknario Paslon PDIP

0
51
Rapat PDIP (Sumber: Oke Info)

Nusantara.news, Kota Malang – Jelang penyelenggaraan Pilkada Kota Malang 2018, beberapa partai sibuk menyiapkan strategi dan penguatan basis massa politik guna berlomba memenangkan kontestasi politik tersebut.

PDIP sebagai partai pemenang di Pileg Kota Malang 2013 lalu, menyabet 11 kursi DPRD Kota Malang. Guna mempertahankan kekuasaannya, PDIP pun harus menyiapkan taktik baru dan lebih matang di Pilkada Kota Malang 2018 mendatang, jangan sampai ada isu perpecahan seperti pada pilkada sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, PDIP telah merencanakan empat skenario untuk  pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota yang akan didaftarkan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Januari 2018 mendatang.

Ketua Tim Lima Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Malang I Made Ryan DK menjelaskan, rekomendasi PDIP untuk paslon pilwali Kota Malang masih dimatangkan. “Sembari menggodok rekom PDIP kami juga sudah siapkan berbagai strategi. Kami memiliki empat opsi paslon,” jelas dia.

Pertama, PDIP mengusung calon incumbent M Anton sebagai bakal calon walikota, yang akan disandingkan dengan bakal calon wakil walikota dari kader PDIP sendiri. Beberapa sosok yang memiliki potensi untuk disandingkan dengan petahana dalam sekenario yang pertama ini adalah Sri Rahayu, Abdul Hakim, Sri Untari, dan lainnya.

Sosok Sri Rahayu yang merupakan anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PDI Perjuangan mewakili Jawa Timur khususnya wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, dan pernah mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Malang di pilkada sebelumnya. Dia dinilai masih memiliki pengaruh yang kuat di Kota Malang. Selain itu, Abdul Hakim, yang menjadi Sekretaris DPC PDIP Kota Malang, juga memiliki kapabilitas yang cukup pantas untuk menjadi calon wakil walikota.

”Skenario pertama yang jelas, pilihan rekomendasi paslon merujuk kepada calon incumbent, dan wakilnya nanti dari kader internal kami,” jelas Made.

Apabila skenario pertama gagal, maka PDIP juga memiliki skenario yang lain, yakni pada skenario kedua PDIP akan mengusung calon walikota dari kader sendiri. Made menjelaskan, dengan berbagai pertimbangan, calon walikota dari kader sendiri akan berasal dari DPP PDIP dan wakil walikotanya dari hasil penjaringan tim lima DPC PDIP Kota Malang.

“Dari internal PDIP juga memungkinkan untuk dapat maju secara Berdikari apabila skenario yang pertama tidak bisa terwujud, dan wakilnya bisa dari penjaringan nantinya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPC PDIP Kota Malang ini.

Beberapa nama yang masuk penjaringan tim lima DPC PDIP Kota Malang untuk bakal calon wali kota (bacawali) ialah Sutiaji, Gandung Rafiul Huda, Wahyu Eko Setiawan, Deddy Wahjudi, serta Kolonel Laut (Purn) Agus Subagyo. Sementara itu, untuk bakal calon wakil wali kota (bacawawali).juga ada nama I Wayan Sutama dan Daniel Sitepu.

Skenario ketiga, Made menjelaskan strategi tetap sama seperti opsi kedua. Namun, hanya nama-namanya yang berubah. Semua kader PDIP di DPC hingga DPP bisa saja mendapatkan rekomendasi melalui skenario ini. ”Bisa saja, semuanya masih mungkin, baik Si Untari, Abdul Hakim, Sutiaji, dan lainnya,” kata dia.

Keempat, dari informasi yang dihimpun koran ini, akan memasang calon walikota dari hasil penjaringan. Nama Sutiaji yang paling menonjol dan berpotensi dari para pendaftar lainnya. Sementara untuk calon wakil walikota dari internal PDIP seperti Sri Untari dan beberapa kader yang memiliki potensi. ”Silakan ditebak-tebak saja, kami prinsipnya menyiapkan opsi-opsi itu menyesuaikan dengan dinamika politik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Anak DPP PDIP, Sri Rahayu menyatakan, sah-sah saja namanya muncul sebagai calon N1. Dia menyatakan tidak kaget dengan hal itu. ”Sudah biasa, apa lagi saya kader dari Kota Malang,” jelas dia

Ia menjelaskan bahwa PDIP bisa maju sendiri dalam Pilwali Malang 2018 karena memiliki 11 kursi. Namun, juga bisa menambah kekuatan dengan berkoalisi dengan partai lain. ”PDIP berhait-hati dalam rekomendasi ini karena perlu pendalaman materi dan situasi,” tandas wanita yang akrab disapa Yayuk. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here