Jelang Putaran Dua Ahok-Anies Kembali Memanas, Banjir Jadi Medan Tempur

0
230

Nusantara.news, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada 54 titik banjir di Ibu Kota sampai pagi ini. Banjir juga berdampak pada kemacetan lalu lintas yang sangat parah.

“Kami menerima sekitar 401 laporan terkait dengan banjir di Jakarta. Ada 54 titik banjir dengan ketinggian air bervariasi, 10-150 sentimeter ,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis.

Persoalan banjir ini lantas dijadikan bahan sindiran kedua calon gubernur jelang putaran dua pilkada Jakarta. Calon Gubernur DKI nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan mulai saling serang.

Saat mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin, 20 Februari 2017, Anies mengatakan program banjir yang dijalankan pemerintah DKI Jakarta tidak berhasil.

“Dikira udah bebas banjir ya? Artinya memang kita harus lebih objektif dalam menilai perkembangan selama ini,” kata Anies.

Anies pun mengaku punya solusi untuk penanganan banjir kiriman tersebut. Anies ingin melakukan pengendalian air turun hingga membuat serapan di daerah hulu.

“Ada beberapa solusi. Penyelesaiannya tentu berbeda-beda di tiap lokasi banjir. Kami mempercayai pendekatan ilmiah adalah penyelesaiannya. Ada penambahan Situ, vertical drainage, ada yang dengan pengerukan. Tidak satu solusi untuk seluruh masalah. Filosofinya kita akan pendekatan konservasi,” tuturnya.

Menjawab sindiran Anies, Ahok menuding jika mantan Rektor Universitas Paramadina itu tidak mengerti matematika.

“Ah gak usah ngomong lah, capek jadi politik. Kamu ngerti matematik enggak sih? dari dua ribuan (titik banjir) jadi 400 an, dari 400 tinggal 80, kalau itu normalisasi enggak bener, apakah bisa turun tinggal 80?,” kata Ahok, di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (20/2), seperti dilansir di laman Merdeka.

Bagi Ahok dan Anies, banjir dan genangan setiap kali musim hujan datang adalah tantangan besar bagi mereka saat nanti menduduki kursi DKI Jakarta 1. Ini masalah yang bukan baru sekarang terjadi tetapi tetap harus ditangani dan mendapat solusi.

Diperkirakan banjir masih akan terus menjadi masalah akut di Jakarta, hingga tahun-tahun mendatang. Penyebabnya juga tak tunggal, bukan lagi semata faktor alam. Dalam setiap peristiwanya, nyawa pun kerap seolah tak berharga.

Di sisi lain, penduduk yang bertambah juga ikut menyumbang kompleksitas tantangan Jakarta. Kondisi alam yang makin tergerus, diperparah perilaku sebagian warga yang tak membantu membuatnya menjadi lebih baik. Soal sampah, misalnya.

Mampukah Ahok atau Anies merumuskan solusi jitu untuk banjir Jakarta? Mari kita tunggu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here