Jembatan Timbang tak Optimal Picu Kerusakan Jalan Nasional Jatim

0
27

Nusantara.news, Surabaya – Salah satu faktor kerusakan jalan nasional di Jawa Timur selain cuaca adalah kondisi jalan yang tak bisa menahan beban kendaraan yang melintas akibat tidak berfungsinya jembatan timbang secara optimal.

Maklum sejak 2017 ini wewenang pengelolaan jembatan timbang langsung diambil alih oleh Pemerintah Pusat. Fakta di lapangan, ketidakjelasan teknis pengelolaan jembatan timbang akhirnya berakibat pada kerusakan jalan nasional yang ada di Jawa Timur.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Hadinuddin menyatakan bahwa ketidakjelasan pengelolaan jembatan timbang menjadi salah satu faktor kerusakan jalan nasional di Jatim. Akibatnya, secara nasional, perekonomian melambat dan akan berimbas ke persoalan infrastruktur. Situasi ini diperparah dengan penarikan kewenangan pengelolaan jembatan timbang oleh pemerintah pusat.

“Sampai saat ini tidak ada pengelolaan yang jelas, berakibat pada rusaknya infrastruktur jalan, baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten. Ini akan semakin memperburuk perkembangan ekonomi di Jawa Timur, karena ongkos transportasi barang semakin tinggi,” kata Hadinuddin.

Untuk mengatasi segala permasalahan ini dalam waktu dekat DPRDJatim akan segera mengkomunikasikan kondisi saat ini dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan untuk menuntaskan persoalan ini. Termasuk dimaksimalkan kembali jembatan timbang untuk mengantisipasi kerusakan jalan lebih parah lagi.

“Kalau tidak, ini musim hujan, jalan semakin lama semakin rusak, anggaran untuk memperbaiki tak mencukupi, ancamannya bukan hanya satu dua tahun. Bisa jadi lima tahun Indonesia akan dihadapkan pada persoalan ekonomi yang pelik,” kata Hadinuddin.

Hadinuddin mengatakan, efisiensi anggaran memang diperlukan. “Tapi pada pos-pos yang tidak terlalu penting. Kalau persoalan ekonomi, pelayanan masyarakat, infrastruktur, tidak boleh dilakukan efisiensi, karena ini penopang proses pembangunan,” katanya.

Alokasi anggaran Balai Besar Pekaksanaan Jalan Nasional –VIII untuk perbaikan dan perawatan jalan nasional 2017 mencapai Rp1,5 triliun, sedikit mengalami kenaikan daripada 2016 yang mencapai Rp1,3 triliun. Sayang, alokasi sebesar itu tidak sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya. Total panjang jalan nasional di Jatim mencapai 2361,23 KM, mestinya anggaran yang dibutuhkan adalah Rp3 trilun.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Gatot Sulistyo Hadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus melakukan berbagai upaya untuk perbaikan kontruksi jalan.

Agar kekuatan jalan provinsi memenuhi standar aturan sesuai dengan UU no 38 tahun 2004 dan PP no 34 tahun 2006 tentang Jalan, butuh anggaran yang tidak sedikit, apalagi dana APBD Jawa Timur saat ini tidak sesuai dengan panjang jalan yang harus diperbaiki.
“Total Jalan provinsi sepanjang 1.421 kilometer dan jalan provinsi yang kontruksinya sudah memenuhi standart aturan dengan lebar jalan 7 meter sepanjang 702 kilometer. Sedangkan yang belum memenuhi standart sepanjang 719 kilometer,” ungkapnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here