Jember Menggeliat, Permintaan Meningkat, Badan Perizinan Kewalahan

0
351

Nusantara.news, Jember – Pembangunan di Jember menunjukkan tanda-tanda menggeliat. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan perizinan dalam sebulan terakhir tahun 2017. Pemerintah Kabupaten Jember kewalahan melayani permintaan perizinan yang masuk ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Akibatnya permintaan menumpuk tak terselesaikan. Menanggapi hal itu, Komisi B DPRD Jember angkat suara dan meminta kepada Pemkab Jember untuk menyelesaikan penumpukan permohonan izin. “Setelah satu pintu, pelayanan terhadap permintaan perizinan seharusnya lebih cepat. Percepatan pelayanan proses perizinan sangat penting untuk meningkatkan perekonomian dan iklim investasi bagi daerah Jember. Tolong sampaikan kepada bupati bahwa ini mendesak,” pinta Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri, Jumat (3/2/2017).

Saat dikonfirmasi, Kepala DPMPTSP Kabupaten Jember M.Syafi’i mengakui menumpuknya permintaan perizinan. “Sejak tahun 2017 berjalan satu, banyak pemintaan perizinan yang tidak terlayani. Berkas permintaan menumpuk,” kata M.Syafi’i di Jombang, Jumat (2/2/2017).

Menumpuknya berkas pemintaan perizinan itu, menurut M.Syafi’i tidak karena pegawai tidak gesit, melainkan karena personel yang melayani perizinan sangat minim, hanya enam orang.

“Institusi belum sanggup memproses pengajuan permintaan perizinan yang begitu banyak. Penyebab utamanya itu tadi,  karena Dinas DPMPTSP kekurangan personel,” katanya.

M.Syafi’i mengemukakan, pihaknya menerima sekitar 347 permintaan perizinan,  terdiri atas delapan item yakni Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perdagangan (TDP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin gangguan dan beberapa perizinan lainya.

Untuk melayani permintaan perizinan dalam jumlah seperti itu, menurut M. Syafi’i, setidaknya membutuhkan 26 sampai 30 personel. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here