Jepang Bantu BNPB untuk Teknologi Prediksi Gempa

0
46
Gempa bumi, bisakah diprediksi?

Nusantara.news, Surabaya – Gempa bumi menjadi salah satu ancaman bencana besar di Indonesia. Hingga kini prediksi gempa secara pasti masih menjadi masalah, juga di  Indonesia. Terkait itu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus berupaya untuk mendeteksi terjadinya gempa bumi.

Untuk diketahui, Earthquake Prediction Research Centre Japan (EPRC) telah mengembangkan teknologi yang memungkinkan untuk memprediksi gempa dan juga tsunami sebagai bencana susulan.

Ini mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkepentingan untuk menerapkan teknologi tersebut sebagai upaya peringatan dini. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, lebih dari 184 juta masyarakat di Indonesia terpapar potensi gempa bumi pada kategori sedang hingga tinggi.

“Teknologi tersebut adalah gabungan teknologi canggih seperti satelit, radar, GPS sensor dan peralatan pendukung lain seperti pendeteksi gelombang elektromagnetik. Di samping itu, dukungan teknologi itu tentu disertai beragam data seperti tinggi muka air. Data yang digunakan berasal dari data yang diperoleh dari satelit milik Amerika Serikat (AS), Rusia, Jerman dan Jepang. Beragam data tersebut kemudian diolah dan dianalisis dengan supercomputer artificial intelligence,” tulis Sutopo dalam emailnya kepada Nusantara.news.

Harapan dari pengembangan teknologi itu yaitu, terwujudnya International Surface Artificial intelligence Communicator (ISACO). Nantinya, setiap orang yang berada di wilayah rawan bencana akan mendapatkan informasi potensi ancaman gempa. Email peringatan dini dapat diakses melalui smartphone yang memberitahukan satu hari menjelang terjadinya gempa berkekuatan 5 atau lebih terjadi. Namun demikian, pengetahuan risiko dan kesigapan untuk melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi juga sangat penting dipahami oleh setiap individu.

Analisis dari teknologi yang digunakan menunjukkan hasil yang mencengangkan. Persentase akurasi dalam kurun waktu 3 tahun (1 Februari 2013 – 31 Januari 2016) menunjukkan nilai tinggi. Gempa dengan kekuatan magnitude 6 terjadi 38 kali dan terdeteksi sebelum gempa terjadi sebanyak 31 kali atau akurasi mencapai 82 persen. Gempa dengan magnitude 5 hingga 5,9, nilai akurasi sebesar 77 persen.

Melalui teknologi canggih ini, Jepang telah dapat memprediksi potensi gempa sehingga masyarakat dapat siap siaga mengantisipasi risiko terburuk. Jepang memprediksi gempa besar yang kemudian memicu tsunami. Apabila bencana itu terjadi, 323.000 jiwa di 30 prefektur terpapar bahaya tersebut. Menurut perhitungan EPRC, potensi kejadian berdasarkan data sudah mencapai 80 persen. Potensi gempa tersebut diperkirakan terjadi karena aktivitas lempeng tektonik Great Nankai Trough.

Menurut Peneliti EPRC asal Jepang Shigeyoshi Yagishita, 1.400 tahun terakhir, gempa-gempa besar terjadi pada periode 100 – 200 tahun karena lempeng Nankai Trough.

“Sudah 70 tahun berlalu, dan kemungkinan gempa besar akan terjadi 30 tahun mendatang dengan kemungkinan 80 persen,” kata Shigeyoshi sebagai analis citra satelit.

Shigeyosi mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui potensi gempa besar tadi, namun sangat sulit membangun tembok penghalang tsunami setinggi 10 meter di sepanjang kepulauan di Jepang.  Potensi gempa besar di Nankai Trough dapat memicu tsunami setinggi 34 meter di wilayah Tosashimizu, Kochi.

Sementara, EPRC berkeinginan untuk membantu Indonesia karena memiliki karakteristik tertentu karena berada dekat dengan lempeng tektonik. Shigeyoshi menyatakan, pihaknya tidak akan membebankan biaya kepada Pemerintah Indonesia apabila teknologi tersebut diterapkan di Indonesia. EPRC memiliki tujuan yaitu menganalisis data besar dan menggunakan teknologi yang dipunyai untuk meminimalkan dampak gempabumi dan berkontribusi untuk menyelamatkan lebih banyak umat manusia di dunia.

“Untuk penjajakan pengembangan teknologi prediksi gempa tersebut BNPB akan bekerjasama dengan BMKG, BIG, BPPT, perguruan tinggi dan institusi lainnya,” ujar Sutopo.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here