Jika AHY Maju di Pilgub Jatim, Gus Ipul Ketar-Ketir

0
946

Nusantara.news, Surabaya –  Kegagalan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilgub DKI Jakarta bisa jadi momentum baik untuk membidik Jawa Timur di Pilgub 2018.

Menurut politisi senior asal Partai Hanura Warsito, iklim politik di Jawa Timur memang sering berubah. Nah, jika Demokrat menarik AHY ke Jawa Timur tentu semakin ramai pertarungan menuju kursi Grahadi 1.

Bahkan, boleh dibilang head to head Saifullah Yusuf melawan Khofifah akan dipecah oleh sosok AHY. Khofifah sendiri sudah diprediksi akan diusung oleh partai besar,  meski belum eklarasi, namun Menteri Sosial ini diyakini akan maju di Pilgub Jatim 2018. Bagaimana dengan sosok Saifullah Yusuf atau Gus Ipul?

Warsito menilai sosok calon yang belum mendapat tempat di partai pengusung adalah Gus Ipul. Maklum sampai saat ini belum ada satu partai pun yang akan mengakomodirnya untuk maju di Pilgub Jatim. Apalagi jika nanti AHY benar-benar menuju Jatim 1.

“Orang yang paling galau atau ketar-ketir saat ini adalah Gus Ipul. Maklum sampai detik ini belum ada satu partaipun yang ingin merekrutnya, meski di masyarakat nama Gus Ipul tersohor dengan sosialisasi “Kopi Gus Ipul” tapi partai mana yang akan mengusungnya masih belum jelas,” jelas Warsito kepada Nusantara.news, di Surabaya, Jumat (17/2/2017).

Seperti diketahui, dalam keterangannya, Gus Ipul menolak jika maju lewat jalur independen, “Saya tidak akan maju lewat independen, tapi jika diberi kesempatan, saya akan buktikan sekuat tenaga,” jelas Gus Ipul di hadapan wartawan usai acara Forum Kebangsaan Jatim, Kamis (16/2/2017).

Gus ipul mengungkapkan, komunikasi politik saat ini terus berjalan. Meski demikian, orang nomor dua di Jawa Timur ini masih optimis bisa mendapat tiket, tapi jika tak mendapatkan, ia merasa legowo dan menerima semua hasilnya. “Kalau nggak ada partai, ya kami ikhlas,” terangnya.

Tak mau menyerah begitu saja, Gus Ipul juga mengungkapkan, saat ini dirinya terus intens menjalin komunikasi yang baik dengan semua partai politik. “Ya, sekadar menyamakan frekuensi, memang harus ada komitmen dan skala prioritas bersama. Kami terus melihat di lapangan apa sih yang dibutuhkan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di Jatim. Baru itu yang kami lakukan, belum bisa berkomentar banyak, selebihnya tergantung ketua parpol,” pungkas Gus Ipul.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here