Habib Rizieq: Kami Melawan Perangkat Negara yang Memaksakan Kehendak

0
447
Habib Rizieq Syihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)

Nusantara.news, Surabaya – Putaran II Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tinggal menyisakan beberapa hari lagi, tepatnya akan dilangsungkan pada 19 April 2017. Siapa sosok kandidat kuat untuk menjadi orang nomor 1 di DKI Jakarta? Apakah pasangan Ahok-Djarot ataukah Anis-Sandi?

Habib Rizieq Syihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) saat memberikan ceramah agama di Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Senin (11/4/2017) dengan tema “Menegakan Syariah Dalam Bingkai NKRI” memastikan bahwa Gubernur DKI Jakarta yang terpilih nantinya adalah orang muslim dalam hal ini pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dan bukan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot.

Rizieq juga memohon kepada para santri yang datang dalam ceramah agama tersebut untuk bersama-sama berdoa agar jalannya Pilkada DKI Putaran II nanti berjalan aman dan lancar serta gubernur yang terpilih nanti adalah seorang pemimpin dari kalangan muslim. Habib Riziq terpaksa menyinggung soal Pilkada DKI yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam intrik termasuk isu SARA (Suku, Agama, Ras) dan kepentingan segelintir golongan untuk kepentingannya sendiri.

“Tolong doakan kami yang di Jakarta. Saya bukan orang partai politik, saya bukan politisi, dan saya tidak ikut Parpol maupun tim kampanye. Tanggal 19 April nanti bukan pertempuran Anies dan Ahok, tapi pertempuran antara ulama yang istikamah didukung umat Islam dengan ulama yang didukung oleh para pemodal besar di Indonesia,” jelasnya berapi-api.

Tidak hanya itu, lanjut Habib Rizieq bahwa konglomerat besar yang dinamai dengan Sembilan Naga ini nyata-nyata telah membeli wibawa para perangkat negara untuk melindungi Ahok yang dianggap sebagai kafir dan diduga telah melakukan penistaan agama Islam. Jadi bukan Ahok yang kini jadi biang kerok utama, tapi seluruh perangkat negara yang diduga telah memaksakan kehendak untuk menjadikan seorang penista agama menjadi Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur DKI.

“Jadi yang kami lawan adalah bukan Ahok tapi seluruh perangkat negara yang memaksakan kehendak, dan kami melawan pemodal konglomerat yang dikenal dengan Sembilan Naga. Mentang-mentang menjadi orang terkaya dan merasa bisa membeli perangkat negara untuk memenangkan calon mereka. Demi Alllah, kami tak akan mundur dan berjuang melawan mereka,” tambahnya.

Rizieq juga memastikan bahwa berdasarkan hasil survei, debat, dakwah ulama serta sosialisasi bahwa gubernur DKI yang terpilih nanti adalah orang muslim dalam hal ini adalah pasangan Anies – Sandi dan bukan pasangan pasangan Ahok – Djarot. “Kabar gembira, Insyallah jika tak dicurangi, Anis-Sandi kami akan menang dengan suara mencapai 80%,” cetusnya.

Habib Rizieq juga mengajak jemaah FPI untuk terus mengobarkan semangat jihad membela Islam, dan tak akan mundur sejengkal pun dalam membela Islam terutama menentang para pemodal besar dalam hal ini konglomerat yang sudah keluar duit miliaran rupiah demi memuluskan Ahok yang nyata-nyata sudah dianggap sebagai penista agama Islam.

Tak hanya itu, Rizieq juga mengundang para santri yang peduli pada Islam untuk mengawal jalannya Pilkada DKI agar berjalan aman dan lancar. “Kita akan kawal Pilkada dengan baik dan tak ada yang dicurangi,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here