JK Datang, Jepang Percepat Realisasi Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

0
240
Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya kemungkinan menggunakan kereta Shinkansen

Nusantara.news, Jakarta – Oleh-oleh lawatan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Tokyo, Jepang, cukup menarik, yakni percepatan pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Sebenarnya kedatangan Wapres ke Tokyo untuk menghadiri ‘The 23rd International Forum: Future of Asia’, 5-6 Juni 2017. Namun di sela-sela acara tersebut, Wapres diterima oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dengan agenda jelas, yakni mengakselerasi pembangunan kereta cepat Jakarta – Surabaya sejauh 720 Km. Pembangunan menurut rencana awal akan dimulai pada 2018.

Nantinya, kereta cepat Jakarta-Surabaya ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam, dari seharusnya sekitar 11 jam.

Menurut perhitungan, kalau kereta ini menggunakan bahan bakar diesel maka dibutuhkan biaya sekitar Rp30 triliun dan jenis kereta menjadi semi cepat. Tapi jika menggunakan energi listrik, maka biaya kereta cepat dengan kecepatan 160 km/jam, membutuhkan biaya Rp80 triliun.

Dalam pertemuan Jusuf Kalla dengan Shinzo Abe yang berlangsung singkat sekitar 30 menit, keduanya sepakat untuk mempercepat pembangunan kereta cepat itu.

Pembicaraan yang produktif itu lebih kepada percepatan pelaksanaan tender usai hasil studi kelayakan selesai pada akhir 2017.

“Pembicaraannya sudah selesai, sekarang yang penting bagaimana mempercepat realisasinya, dan Jepang committed di situ,” ujar Wapres.

Wapres optimistis percepatan proyek kereta api Jakarta-Surabaya dapat dilakukan, karena Indonesia telah memiliki infrastruktur dasar, seperti rel kereta api, stasiun, dan sumber daya manusia untuk mengoperasikannya.

Utusan Khusus Pemerintah Indonesia untuk Jepang di Bidang Investasi, Rahmat Gobel mengatakan, studi kelayakan telah dilakukan sejak Mei 2017. Pihak Indonesia dan Jepang akan melakukan pertemuan di Jakarta pada September 2017 untuk membahas hasil studi kelayakan tersebut.

Rahmat Gobel menambahkan, komitmen Jepang pada proyek kereta Jakarta-Surabaya ditunjukkan dengan kehadiran Penasihat Khusus Perdana Menteri Hiroto Izumi, yang turut mendampingi Shinzo Abe dalam pertemuan tersebut.

Menurut rencana, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya akan dilakukan dengan dua pola. Pertama, penutupan pola penghapusan perlintasan sebidang. Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat yang disampaikan Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beberapa waktu lalu, ada 988 perlintasan sebidang yang perlu diperhatikan dalam proyek tesebut.

Sedangkan pola kedua, jalur di atas atau elevated. “Jadi nanti kombinasi itu tergantung kondisi lapangan,” katanya.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT KAI (Persero) dan para ahli dari Jepang yang melakukan pra studi kelayakan (feasibility study/FS) kereta api cepat Jakarta-Surabaya.

Pra FS ini sudah mulai jalan, targetnya Juli selesai. Studi ini untuk menghitung berapa belanja modal (capex) yang dibutuhkan, dan bagaimana pendanaannya. Kemudian apakah nantinya mau elektrik atau pakai diesel.

Pemerintah sengaja menunjuk Jepang ikut terlibat dalam pra-studi kelayakan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dengan alasan memburu waktu. Seandainya pra-studi kelayakan selesai Juli, maka tahap selanjutnya adalah tender dan finalisasi dan diperkirakan akhir 2017.

Lantas, bagaimana dengan skema pembiayaan? Dalam rencana awal pendanaan proyek lewat kerjasam pemerintah dan swasta (public private partnership/PPP).

Dalam pertemuan JK-Abe, dilanjutkan dengan pertemuan dengan pimpinan Sumitomo Mitsui Banking Cooperation (SMBC) di Tokyo, Jepang, Senin (5/6/217). Pertemuan tersebut membahas kemungkinan SMBC mengucurkan pembiayaan pada pembangunan infrastruktur di tanah air, di antaranya pembiayaan kereta api cepat Jakarta-Surabaya.

Rahmat Gobel mengatakan, pertemuan lanjutan akan dilakukan dengan Presiden Jokowi dan tiga pimpinan SMBC, yakni CEO SMBC Makoto Takashima, Wakil Kepala Perbankan Internasional Regional Asia Shosuke Mori, dan Manajer Umum Departemen Pengembangan Bisnis Kimoto.

SMBC diketahui saat ini memiliki bisnis yang cukup besar di Indonesia, salah satunya melalui PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia dan kepemilikan saham mayoritas pada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN)

Berbeda dengan proyek kereta semi cepat Jakarta-Bandung yang telah melakukan pembebasan tanah sekitar 53%, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya murni menggunakan infrastruktur dasar yang ada di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sehingga bisa lebih cepat dan lebih akseleratif proses pembangunannya.

Bahkan, meskipun dana awal dari China Development Bank (CDB) untuk proyek kereta Jakarta-Bandung sudah cair, proyek itu belum tentu bisa cepat dibangun kalau pembebasan tanah belum 100%. Ini artinya, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya berpotensi bisa selesai lebih cepat. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here