Jokowi: Jangan Pecah Gara-gara Pilkada

0
83

Nusantara.news, Surabaya – Presiden RI Joko Widodo berpesan di Tahun Politik, dirinya meminta kepada rakyatnya di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga persaudaraan dan persatuan. Jokowi menegaskan, tahun 2018 yang merupakan tahun-nya pemilihan kepala daerah (Pilkada), di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, perbedaan dalam pilihan kepala daerah adalah hal yang wajar, dan jangan sampai menimbulkan permusuhan dan perpecahan antar sesama.

“Saya mau titip pesan kepada semuanya, tahun ini ada banyak agenda pilkada, baik itu pemilihan bupati, walikota, maupun gubernur. Saya ingatkan, bangsa kita adalah bangsa besar. Kita memiliki 268 juta jiwa penduduk, 17 ribu pulau, 714 suku, dan 1.100 bahasa lokal. Jangan sampai pecah gara-gara pilkada. Kita harus jaga persaudaraan,” kata Jokowi di Gresik, dalam rangkaian kunjungannya di wilayah Provinsi Jawa Timur, Jumat (9/3/2018).

Jokowi menegaskan, seluruh warga negara Indonesia harus memahami bahwa kita semua adalah bersaudara sebangsa dan setanah air, tanah air, Indonesia.

Jokowi juga kembali mengingatkan kalau diantara sesama anak bangsa jangan sampai kemudian tidak saling menyapa, lantaran perbedaan pilihan di dalam pemilihan kepala daerah. Apalagi sampai menyebar kebencian dan saling menjelek-jelekkan satu sama lain.

“Jangan sampai kita tidak saling menyapa karena perbedaan pilihan, apalagi saling menjelekkan, dan menyebarkan berita hoax. Itu bukan norma, etika, dan tata krama bangsa kita,” tegasnya.

Masyarakat dipersilahkan memilih pemimpin yang terbaik sesuai hati nuraninya. Meski pilihannya berbeda dengan orang lain, diharapkan setelah pencoblosan, semuanya kembali rukun dan bersaudara.

Dia menyebut, keberadaan Indonesia sebagai sebuah negara yang besar, dan majemuk suku bangsanya, serta bermacam adat istiadatnya, harus terus menjaga keberagaman dalam bingkai Pancasila.

“Negara ini terlalu besar untuk dikorbankan hanya karena pilihan politik. Kita harus bersatu,” imbuhnya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur itu Jokowi, didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan pejabat lainnya, diantaranya saat di Kabupaten Tuban membagikan 13 SK Perhutanan Sosial seluas 8.975,8 hektar bagi 9.143 KK.

Di seluruh wilayah Jawa Timur, rinciannya, yaitu dua SK bagi kelompok tani hutan di Bojonegoro dengan luas 1.494,2 hektare dengan jumlah 1.342 KK, lalu tiga SK untuk kelompok tani hutan dari Blitar dengan luas 1.399,6 hektare sebanyak 1.284 KK, serta delapan SK bagi petani hutan dari Kabupaten Malang dengan luas 6.092 hektare untuk 517 KK.

Pilkada Seluruh Indonesia digelar di 171 Daerah

“Pilkada Serentak 2018 digelar di 17 Provinsi, 115 Kabupaten dan 39 Kota/Kabupaten, total ada 171 daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah”

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 diikuti 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota/kabupaten, total ada 171 daerah yang akan memilih pemimpinnya.

Dari 34 provinsi di Indonesia, 17 di antaranya akan menggelar Pilkada, diikuti 39 kota dan 115 kabupaten.

Untuk Provinsi, ada 17 wilayah, yakni Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, Maluku Utara.

Untuk Kota ada 39, yakni Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Bengkulu, Kota Gorontalo, Kota Jambi, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Bogor, Kota Tegal, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Pontianak, Kota Palangkaraya, Kota Tarakan, Kota Pangkal Pinang, Kota Tanjung Pinang, Kota Tual, Kota Subulussalam, Kota Bima, Kota Palopo, Kota Parepare, Kota Makassar, Kota Bau-bau, Kota Kotamobagu, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Padang, Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kota Palembang, Kota Padang Sidempuan.

Ada 115 Pilkada Kabupaten

Yakni, Kab Aceh Selatan, Kab Pidie Jaya, Kab Padang Lawas Utara, Kab Batu Bara, Kab Padang Lawas, Kab Langkat, Kab Deli Serdang, Kab Tapanuli Utara, Kab Dairi, Kab Indragiri Hilir, Kab Merangin, Kab Kerinci, Kab Muara Enim, Kab Empat Lawang, Kab Banyuasin, Kab Lahat, Kab Ogan Komering Ilir, Kab Tanggamus, Kab Lampung Utara, Kab Bangka, Kab Belitung, Kab Purwakarta, Kab Bandung Barat, Kab Sumedang, Kab Kuningan, Kab Majalengka, Kab Subang, Kab Bogor, Kab Garut, Kab Cirebon, Kab Ciamis, Kab Banyumas, Kab Temanggung, Kab Kudus, Kab Karanganyar, Kab Tegal, Kab Magelang, Kab Probolinggo, Kab Sampang, Kab Bangkalan, Kab Bojonegoro, Kab Nganjuk, Kab Pamekasan, Kab Tulungagung, Kab Pasuruan, Kab Magetan, Kab Madiun, Kab Lumajang, Kab Bondowoso, Kab Jombang, Kab Tangerang, Kab Lebak, Kab Gianyar, Kab Klungkung, Kab Lombok Timur, Kab Lombok BaratKab Sikka, Kab Sumba Tengah, Kab Nagekeo, Kab Rote Ndao, Kab Manggarai Timur, Kab Timor Tengah Selatan, Kab AlorKab Kupang, Kab Ende, Kab Sumba Barat Daya, Kab Kayong Utara, Kab Sanggau, Kab Kubu Raya, Kab Pontianak, Kab Kapuas, Kab Sukamara, Kab Lamandau, Kab Seruyan, Kab Katingan, Kab Pulang Pisau, Kab Murung Raya, Kab Barito Timur, Kab Barito Utara, Kab Gunung Mas, Kab Barito Kuala, Kab Tapin, Kab Hulu Sungai Selatan, Kab Tanah Laut, Kab Tabalong, Kab Panajam Pasut, Kab Minahasa, Kab Bolmong Utara, Kab Sitaro, Kab Minahasa Tenggara, Kab Kep Talaud, Kab Morowali, Kab Parigi Moutong, Kab Donggala, Kab Bone, Kab Sinjai, Kab Bantaeng, Kab Enrekang, Kab Sidereng Rappang, Kab Jeneponto, Kab Wajo, Kab Luwu, Kab Pinrang, Kab Kolaka, Kab Gorontalo Utara, Kab Mamasa, Kab Polewali Mandar, Kab Maluku Tenggara, Kab Membramo Tengah, Kab Paniai, Kab Puncak, Kab Deiyai, Kab Jayawijaya, Kab Biak Numfor, Kab Mimika.

Kampanye Dua Kandidat di Pilgub Jatim

“Budhe Khofifah bersama Presiden Direktur PT Maspion Grup Alim Markus dikerumunan karyawan, yang siap memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018”

Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Sabtu siang bersama elemen partai pendukungnya mengunjungi Pabrik Manufaktur, PT Maspion milik pengusaha Alim Markus. Di tempat itu, Khofifah dielu-elukan sebagai Budhe yang akan melanjutkan kepemimpinan Pakde Karwo, yang telah dua periode menjabat Gubernur Jatim. Dengan yel-yel khas “Wes wayahe” dikatakan akan mendapat dukungan 30 ribu pegawai yang bekerja di PT Maspion, dua di wilayah Sidoarjo dan satu perusahaan di Gresik.

Dukungan itu dikatakan langsung oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Maspion melalui Koordinator SPSI Maspion, Sudiyono.

“Tidak kurang dari 30 ribu buruh menyatakan dukungan untuk pasangan Khofifah-Emil sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim,” terang Sudiyono.

Seluruh karyawan yang tergabung di SPSI PT Maspion bertekad mengawal dan mendukung untuk kemenangan pasangan Khofifah-Emil.

Lanjut Sudiyono, pekerja PT Maspion akan ikut serta mengajak masyarakat berkampanye damai tanpa menggunakan isu sara serta ikut menangkal berita hoaks.

“Kami mewakili serikat pekerja seluruh Indonesia pada hari ini bertekad bulat untuk ikut mendukung suksesnya pilkada Jawa Timur 2018. Menolak isu sara, menolak berita hoaks. Mudah-mudahan Jawa Timur aman, sejahtera. Mugo-mugo Bu Khofifah jadi,” ucapnya disambut riuh tepuk tangan pegawai wanita dan laki, di tempat itu.

Kehadiran Khofifah di disambut meriah, bahkan karyawan perusahaan yang memproduksi berbagai keperluan rumah tangga itu bergantian berkesempatan memberikan ucapan selamat untuk Khofifah dan tim saat memasuki areal pabrik.

Mereka terlihat riang menyambut Khofifah yang kemudian berduaan dengan Pendiri, CEO PT Maspion Grup, Alim Markus.

“Kami mewakili serikat pekerja Indonesia. Kami bangga satu-satunya Serikat pekerja di Maspion. Pada hari ini penghormatan kita semua dimana ibu Khofifah sebagai calon hadir di tegah kita,” tuturnya.

Terlihat raut wajah terharu atas sambutan meriah kepada dirinya, Khofifah menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan untuk maju di Pilgub Jatim. Kalimat wes wayahe, untuk memimpin Jatim terus mengalun mengiri langkah Khofifah memasuki ruangan pertemuan, yang juga galeri berbagai produk rumah tangga produksi PT Maspion, kawasan Aloha, Waru, Sidoarjo.

“Terima kasih, mudah-mudahan ketemunya di hati. Kalau sudah ketemu di hati, harapannya tidak pindah ke lain hati. Nyuwun pangestu dan dukungannya,” pungkas Khofifah.

Gus Ipul-Puti Guntur Aktifkan Gerakan ‘door to door’

“Pasangan Gus Ipul-Puti Guntur dan relawannya door to door mendekati masyarakat, berharap dukungan di Pilgub Jatim 2018”

Sementara, di hari yang sama, PDI Perjuangan (PDIP) mengaktifkan metode kampanye door to door, yakni jajaran pengurus dan kader partainya, bersama relawan, berkunjung ke rumah-rumah pemilih.

Mereka membawa Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno. Selain itu membawa program unggulan paslon nomor 2 itu. Salah satunya, pendidikan gratis untuk SMA/SMK dan Seribu Desa Wisata.

“Kader dan pengurus PDIP yang sangat banyak di bawah, bergerak, membawa Gus Ipul dan Mbak Puti ke rumah-rumah penduduk. Mereka jelaskan apa yang akan dikerjakan Gus Ipul-Mbak Puti jika terpilih,” kata Kusnadi, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Sabtu (10/2/2018).

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menambahkan, dalam door to door, kekuatan PDIP juga membawa bahan-bahan kampanya milik Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno.

“Ada stiker, kalender, brosur dan lainnya. Syukur-syukur diijinkan tuan rumah untuk menempel stiker di bagian rumah, dan memasang kalender di ruang tamu,” lanjut Untari.

Kusnadi mengatakan, jajaran kader dan pengurus PDIP relatif tahu, siapa saja warga di sekitarnya yang berafiliasi pada PDIP. Biasanya mereka relatif mudah untuk diajak memilih Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

“Target kami mengalirkan secara maksimal pemilih PDI Perjuangan di Jawa Timur pada Pemilu 2014, yang jumlahnya sekitar 3.5 juta, untuk memilih Gus Ipul-Mbak Puti. Apalagi, Mbak Puti adalah cucu Bung Karno,” katanya.

Selain itu, kekuatan mesin PDIP juga harus menggeret pemilih-pemilih yang tidak berafiliasi pada parpol. Mereka adalah pemilih mengambang, yang memilih berdasar pertimbangan rasional.

“Karena itu, program pendidikan gratis untuk SMA/SMK sangat efektif untuk memberi pertimbangan rasional, mengapa mereka layak memilih Gus Ipul-Mbak Puti,” tambah SW Nugroho, Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur.

Gerakan door to door, tambah Untari, membuka ruang lebar bagi keterlibatan seluruh kader, pengurus, anggota dan simpatisan PDIP yang berjumlah banyak.

“Sehingga urusan pemenangan Pilkada Jawa Timur menjadi urusan kita semua, ditangani semua dengan gotong-royong. Tidak hanya aktivitas pasangan calon saja,” kata Untari.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here