JP Morgan Merevisi Peringkat Pasar Saham Indonesia

0
137

Nusantara.news, Jakarta – JP Morgan Chase & Co kembali membuat kejutan. Lembaga jasa keuangan dengan aset terbesar di AS itu meningkatkan peringkat surat utang Indonesia pada Senin (16/1) setelah sebelumnya Pemerintah Indonesia memutus kerja sama dengan bank asal AS tersebut. Analis JP Morgan menaikkan peringkat pasar saham Indonesia satu level dari “underweight” menjadi netral dalam laporannya Senin (16/1).

Berdasarkan laporan Bloomberg, pihak JP Morgan mengatakan, kenaikan peringkat tersebut  disebabkan ketidakpastian ekonomi dunia yang terjadi pasca kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS pada November. Yang mengherankan tentu saja adalah bahwa kenaikan proyeksi tersebut dilakukan setelah dua pekan lalu pemerintah Indonesia memutus kontrak kerja sama dengan JP Morgan.

Sebagaimana diketahui, kerja sama tersebut diputus setelah JP Morgan menurunkan peringkat surat utang Indonesia dari “overweight” menjadi “underweight” pada 13 November pada November.  Akibatnya, saham Indonesia semakin melemah.

Pemerintah Indonesia saat itu berpendapat, asesmen JP Morgan tentang peringkat surat utang Indonesia yang dinilai “underweight” tersebut tidak mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan pemerintah untuk memacu kinerja ekonomi.

Lalu mengapa JP Morgan dengan cepat mengubah penilaiannya? Kepala Analis JP Morgan Andrian Mowat menyatakan, “Penurunan yang kami lakukan dua bulan lalu didasari risiko Indonesia yang tertinggal di negara Asia Pasifik kecuali Jepang. Risiko aksi jual dan ketidakpastian obligasi sekarang sudah reda, dalam pandangan kami.”

Lebih jauh Mowat mengatakan, JP Morgan menaikkan peringkat surat utang Indonesia karena adanya sinyal kenaikan yield treasury AS telah mencapai puncaknya dan investor akan kembali ke pasar negara berkembang. Ia menambahkan, keputusan untuk menaikkan peringkat tersebut tidak ada kaitannya dengan tindakan pemerintah Indonesia yang memutus kontrak kerja sama dengan lembaganya.

Pemerintah Indonesia sedikit bernafas lega dan menyambut positif penilaian baru JP Morgan tersebut. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, peringkat baru tersebut lebih sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia.

Sikap yang sama juga diperlihatkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo. Ia menyambut baik perbaikan penilaian JP Morgan terhadap Indonesia. Sebab, kata Agus, indikator perekonomian indonesia pada tahun 2016 memang menunjukkan kondisi yang baik.

“Saya melihat Indonesia memang indikator ekonominya di tahun 2016 menunjukkan kondisi baik,” kata Agus di Kementerian Keuangan, Senin (16/1/2017). Menurut Agus, perbaikan indikator perekonomian Indonesia tersebut tercermin dari kondisi inflasi dan transaksi berjalan atau current account.

Agak berbeda dengan sikap para pejabat tinggi Indonesia, manajer investasi Samsung Asset Management Alan Richardson yang berpusat di Hongkong cenderung melihat penilian JP Morgan yang menaikkan peringkat obligasi Indonesia sebagai bentuk “kompromis”. “Langkah JPMorgan ini bisa dibilang sebagai kompromi kepada pemerintah karena riset sebelumnya membuat dampak agak negatif,” kata dia.

Namun, sejauh ini para pelaku pasar di dalam negeri masih belum memberikan reaksi atas penilaian baru JP Morgan terhadap SUN Indonesia. Mereka agaknya masih wait and see. Langkah Trump dalam waktu dekat ini, terutama setelah ia dilantik menjadi Presiden AS pada 20 Januari mendatang, akan faktor menjadi kunci terhadap nasib pasar saham Indonesia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here