Kabupaten Jombang, Tanah Pejuang Penentang Kolonialisme

0
327
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Nusantara.news, Surabaya – Kabupaten Jombang, dari catatan sejarah dikisahkan saat itu Raja Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, pada 929 Masehi. Dilakukan lantaran meletusnya Gunung Merapi atau serangan dari Kerajaan Sriwijaya. Sejumlah literatur menyebut, pusat kerajaan yang baru ini terletak di Watugaluh, suksesor Mpu Sindok adalah Sri Isyana Tunggawijaya (947-985) dan Dharmawangsa (985-1006).

Tahun 1006, sekutu Sriwijaya menghancurkan ibukota Kerajaan Mataram, berujung tewasnya Raja Dharmawangsa. Airlangga, putera mahkota yang saat itu masih muda, berhasil meloloskan diri dari serbuan Sriwijaya. Kemudian, dia menggalang kekuatan dan mendirikan kembali kerajaan yang telah runtuh. Bukti petilasan kisah itu dapat dijumpai di Sendang Made, Kecamatan Kudu, Jombang. Kemudian, pada 1019, Airlangga mendirikan Kerajaan Kahuripan, yang kelak wilayahnya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali serta menjalin perdamaian dengan Kerajaan Sriwijaya.

Di masa Kerajaan Majapahit, wilayah yang saat ini menjadi Kabupaten Jombang merupakan pintu gerbang Majapahit. Sejumlah prasasti menandakan gapura barat adalah Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, dan gapura selatan adalah Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Mengenang sejarah itu, hingga saat ini banyak dijumpai nama-nama desa atau juga kecamatan yang diawali dengan kata Mojo. Diantaranya Mojoagung, Mojowarno, Mojojejer, Mojotengah, Mojotrisno, Mojongapit dan sebagainya. Salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit di Jombang adalah Candi Arimbi di Kecamatan Bareng.

Menyusul runtuhnya Kerajaan Majapahit, agama Islam mulai berkembang yang penyebarannya dari pesisir pantai utara Jawa Timur. Jombang kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Islam. Seiring melemahnya pengaruh Mataram, Kolonialisasi Belanda menjadikan Jombang sebagai bagian dari wilayah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), akhir abad ke-17 yang kemudian sebagai bagian dari Hindia Belanda, di awal abad ke 18. Seperti di daerah lain yang pernah diduduki Dai Nippon atau Jepang pada tahun 1942 sampai Indonesia merdeka, 1945. Kabupaten Jombang juga menjadi bagian dari Gerakan Revolusi Perang Kemerdekaan RI.

Tahun 1811, didirikan Kabupaten Mojokerto, di mana meliputi pula wilayah yang kini adalah Kabupaten Jombang. Jombang merupakan salah satu residen di dalam Kabupaten Mojokerto. Bahkan, Trowulan yang menjadi pusat Kerajaan Majapahit masuk kawedanan atau onderdistrict afdeeling Jombang.

Naturalis asal Inggris Alfred Russel Wallace (1823-1913), yang memformulasikan Teori Evolusi, dan dikenal sebagai Garis Wallace, yang pernah meneliti di Jombang. Saat melakukan eksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia, pada 1910, dia menyebut Jombang memperoleh status Kabupaten dan memisahkan diri dari Kabupaten Mojokerto, dengan Raden Adipati Arya Soeroadiningrat sebagai Bupati Jombang pertama.

Kebo Kicak, Manusia berkepala Kebo

Legenda Kebo Kicak Vs Surontanu

Konon, kata Jombang merupakan akronim dari kata ber bahasa Jawa, yaitu ijo (hijau) dan abang (merah). Ijo atau hijau mewakili keberadaan kaum santri (agamis), dan abang atau merah mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan, dan harmonis. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.

Kisah lain menyebutkan, konon nama Jombang tidak terlepas dari pertarungan dua manusia saksi, Kebo Kicak Vs Surontanu. Wilayah pertarungannya dipercaya sebagai daerah yang sekarang disebut Kabupaten Jombang.

Siapakah Kebo Kicak? Terdapat banyak versi legenda beredar di masyarakat. Salah satu cerita dari mulut ke mulut menyebut karena sifatnya yang durhaka kepada orang tua, Kebo Kicak kemudian dikutuk oleh orang tuanya sehingga memiliki kepala kebo atau kerbau, dan disebut Kebo Kicak.

Setelah dikutuk memiliki kepala kerbau dengan tetap berbadan manusia, Kebo Kicak berguru kepada seorang kiai sakti mandraguna. Setelah bertahun-tahun belajar Kebo Kicak menjadi orang yang sholeh dan sadar akan kesalahannya di masa lalu. Kebo Kicak memiliki kemampuan yang luar biasa, baik ilmu agama maupun kesaktian.

Siapa pula Surontanu? Apa hubungannya dengan Kebo Kicak?
Pada masa itu, di sebuah kadipaten Kerajaan Majapahit yang kelak disebut Kabupaten Jombang, terdapat seorang perampok sakti bernama Surontanu.

Mpu Sendok

Di kisahkan, Surontanu adalah penjahat nomor satu dan paling ditakuti oleh masyarakat saat itu. Tidak ada satu pun orang yang mampu menangkap Surontanu. Alkisah, Kebo Kicak mendengar terjadinya huru-hara di masyarakat kemudian diperintahkan oleh gurunya untuk membasmi angkara murka. Kebo Kicak turun gunung untuk menghentikan kejahatan Kebo Kicak. Setelah petualangan beberapa hari, Kebo Kicak berhasil menemukan Surontanu dan keduanya beradu ilmu kesaktian.

Dalam pertarungan tersebut, Surontanu terdesak dan akhirnya melarikan diri. Dan sampailah pelarian Surontanu ke sebuah rawa-rawa tanaman tebu. Surontanu dengan kesaktiannya berhasil masuk ke dalam rawa tebu. Kebo Kicak pun menyusul, namun mereka berdua tidak pernah kembali lagi hingga sekarang. Entah apa yang terjadi dengan mereka berdua, hingga sekarang jasad maupun makam mereka tidak pernah ditemukan.

Versi lain, mengisahkan Kebo Kicak adalah sosok kesatria dan berani mengobrak-abrik Kerajaan Majapahit untuk mencari ayah kandungnya yang bernama Patih Pangulang Jagad. Setelah bertemu Patih Pangulang Jagad, sang ayah mengajukan syarat agar Kebo Kicak menunjukkan bukti bahwa dia benar-benar anaknya.

Pembuktian dilakukan dengan mengangkat batu hitam di sungai Brantas sehingga Kebo Kicak harus berkelahi dengan Bajul Ijo. Sesudah berhasil membuktikan bahwa dirinya anak kandung Patih Pangulang Jagad, maka Kebo Kicak diberi wewenang menjadi penguasa wilayah Barat.

Namun sepak terjang Kebo Kicak tidak sampai di situ. Karena ambisi kekuasaan dia rela bertarung dengan saudara seperguruannya, Surantanu. Kebo Kicak berkelahi dengan Surantanu karena memperebutkan pusaka banteng yang sudah diakui sebagai milik Surantanu.

Lokasi pertarungan Kebo Kicak dan Surantanu berpindah-pindah. Sebagian besar wilayah pertarungan mereka kemudian diabadikan menjadi nama daerah. Keduanya saling beradu kesaktian hingga memunculkan cahaya ijo atau hijau dan abang atau merah. Dari penggabungan kata ijo dan abang itulah muncul sebutan Kabupaten Jombang merupakan wilayah Ijo dan Abang. (Referensi: Medali MGMP Kabupaten Jombang).

Letak Geografis dan Pembagian Wilayah

Kabupaten Jombang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km. Jumlah penduduknya 1.201.557 jiwa (2010), terdiri dari 597.219 laki-laki, dan 604.338 perempuan.

Kabupaten Jombang berbatasan alam dengan Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Nganjuk, dan Kediri. Pusat pemerintahan terletak di tengah-tengah wilayah kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut (dpl), berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Surabaya.

Kemudian, saat dikukuhkan Undang-undang No 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur, Jombang terdaftar sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas utara, dan selatan Pulau Jawa antara Surabaya-Madiun-Solo-Yogyakarta, jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.

Jombang Kota Santri, Ijo dan Abang

Nyono Suharli dan Jusuf Kalla

Berjuluk sebagai Kota Santri, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam atau pondok pesantren di wilayahnya. Bahkan ada pameo yang menyebut Jombang adalah pusat pondok pesantren di Jawa, karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, Pesantren Attahdzib (PA), dan Darul Ulum (Rejoso).

Sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang merupakan dataran rendah. 90 persen berada di ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut (dpl). Secara umum Kabupaten Jombang dibagi menjadi 3 bagian. Bagian utara, terletak di sebelah utara Sungai Brantas, meliputi sebagian besar Kecamatan Plandaan, Kecamatan Kabuh, dan sebagian Kecamatan Ngusikan, serta Kecamatan Kudu. Wilayahnya daerah perbukitan kapur yang landai dengan ketinggian maksimum 500 meter dpl. Perbukitan ini merupakan ujung timur Pegunungan Kendeng.

Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab

Bagian tengah, yakni di sebelah selatan Sungai Brantas, merupakan dataran rendah dengan tingkat kemiringan hingga 15 persen. Daerah ini merupakan kawasan pertanian dengan jaringan irigasi yang ekstensif serta kawasan permukiman penduduk yang padat. Bagian selatan, meliputi Kecamatan Wonosalam, dan sebagian Kecamatan Bareng, dan Mojowarno. Merupakan daerah pegunungan dengan kondisi wilayah yang bergelombang. Semakin ke tenggara, semakin tinggi. Hanya sebagian Kecamatan Wonosalam yang memiliki ketinggian di atas 500 m.

Lumbung Padi di Jawa Timur 

Sektor pertanian menyumbang 38,16 persen dari total PDRB Kabupaten Jombang. Meski nilai produksi pertanian mengalami peningkatan, namun kontribusi sektor ini mengalami penurunan. Sektor pertanian ini digeluti oleh sedikitnya 31 persen penduduk usia kerja.

Kemudahan yang disediakan oleh alam, dan adanya terobosan baru menjadi alasan untuk bertahan. Kesuburan tanahnya konon dipengaruhi oleh material letusan Gunung Kelud yang terbawa arus deras Sungai Brantas dan Kali Konto serta sungai-sungai kecil lainnya.

Sistem pengairan juga sangat ekstensif, dan memadai, dan 83 persen di antaranya merupakan irigasi teknis. Sedikitnya 42 persen lahan di Jombang digunakan suntuk persawahan. Letaknya di bagian tengah dengan ketinggian 25-100 meter dpl. Jenis tanamannya, padi dan palawija seperti jagung, kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan ubi kayu. Dan, menjadi penyumbang kebutuhan provinsi adalah padi, jagung, kacang kedelai dan ubi kayu.

Di bagian utara merupakan sentra buah-buahan seperti mangga, pisang, nangka, dan sirsak. Kecamatan Wonosalam juga merupakan sentra buah-buahan terutama Durian Bido. Kecamatan Perak merupakan penghasil utama jeruk nipis, yang diunggulkan karena tipis kulitnya serta banyak airnya.

Komoditas andalan perkebunan di tingkat provinsi adalah tebu. Sementara untuk di tingkat regional, komoditas unggulan adalah serat karung, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, randu, tembakau, dan beberapa tanaman Toga yakni, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, dan serai.

Tanaman tebu merupakan bahan mentah utama industri gula andalan di Jombang, yang memiliki dua pabrik gula. Perkebunan tebu tersebar merata di dataran rendah, dan dataran tinggi. Daerah pegunungan di sebelah tenggara terutama di Kecamatan Wonosalam merupakan sentra tanaman perkebunan kopi, kakao, dan cengkeh.

Hampir 20 persen wilayah Kabupaten Jombang merupakan kawasan hutan. Kawasan hutan terbagi, di bagian utara di Kecamatan Plandaan, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan. Serta bagian tenggara di Kecamatan Wonosalam, Bareng, dan Mojowarno. Hutan di wilayah ini 61 persen merupakan hutan produksi, 23 persen hutan tebang pilih, 15 persen hutan wisata, dan 1,5 persen merupakan hutan lindung. Sementara, kayu jati adalah komoditas unggulan sub sektor kehutanan di wilayah ini.

Untuk komoditas peternakan yang ada meliputi ayam pedaging, petelur, buras, sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, dan itik. Ayam pedaging merupakan komoditas unggulan peternakan di tingkat provinsi. Karena wilayahnya bukan kawasan pantai, perikanan perairan umum, dan kolam merupakan komoditas unggulan di bidang perikanan.

Sektor perdagangan menjadi menyumbang PDRB kabupaten terbesar kedua setelah pertanian. Majunya pertanian di Jombang rupanya turut menggairahkan sektor perdagangan. Kabupaten Jombang merupakan salah satu penyuplai utama komoditas pertanian tanaman pangan, dan perkebunan di Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki 17 pasar umum yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten, serta 12 pasar hewan. Kota Jombang sendiri memiliki Pasar Legi Citra Niaga, Pasar Pon, Pasar Loak, dan Pasar Burung atau Pasar Senggol. Selain kota Jombang, kawasan pusat komersial regional di Kabupaten Jombang terdapat di Mojoagung, Ploso dan Ngoro.

Tanah Pejuang Penentang Kolonialisme

Dikisahkan, di masa pergerakan nasional Jombang memiliki peran penting dalam pergerakan menentang kolonialisme. Beberapa putera Jombang merupakan tokoh perintis kemerdekaan Indonesia. Seperti KH Hasyim Asy’ari yang tercatat sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan pernah menjabat Ketua Masyumi dan KH Wachid Hasyim, yang juga salah satu anggota BPUPKI termuda, serta Menteri Agama RI pertama.

KH Abdurrahman Wahid yang kemudian menjadi Presiden RI ke-4. Pahlawan nasional, yakni KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim. Kemudian juga ada tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid. Serta budayawan Emha Ainun Najib dan seniman Cucuk Espe.

Suku, Agama, Etnis dan Peta Politik

Partai Politik di Indonesia. Nusantara.news

Etnis Tionghoa juga berkembang dengan adanya tiga kelenteng di wilayah Jombang, dan sampai sekarang masih berfungsi. Etnis Arab juga cukup signifikan berkembang. Hingga kini pun masih ditemukan sejumlah kawasan yang mayoritas warganya etnis Tionghoa dan Arab, terutama di kawasan perkotaan.

Kabupaten Jombang, saat ini dipimpin oleh seorang Bupati dari Partai Golkar, yakni Nyono Suharli Wihandoko, dan Wakil Bupatinya Mundjidah Wahab dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan DAU nya sebesar Rp Rp. 664.825.242.000. Luas wilayah keseluruhan kabupaten Jombang 1.159,50 km2.

Total populasi 1.240.985 jiwa, tahun 2015. Dan, kepadatannya 1.070,28 jiwa/km2. Dengan penduduknya, dari suku Jawa, Tionghoa, Arab, Madura dan lainnya. Agama yang dianut Islam sebanyal 97.35 persen, Kristen Protestan 1.63 persen, Katolik 0.53 persen, Hindu 0.33 persen,Budha 0.09 persen, Konghucu 0.07 persen.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki 9 kursi, Partai kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki 8 kursi, Partai Golkar memiliki 7 kursi, Partai Demokrat (PD) 6 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4 kursi, Partai Nasional Demokrat (NasDem) 4 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 3 kursi, Hanura 2 kursi, Gerindra 2 kursi, Total 50 kursi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here