Kadin Jatim Optimis, Hubungan Jatim-Vietnam Terus Terjalin

0
74
Ketua Kamar Dagang Vietnam Nguyen Tuan Dung

Nusantara.news, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kian gencar mempromosikan berbagai potensi dan kekayaan yang ada di Provinsi Jawa Timur, salah satunya kepada Duta Besar Vietnam dan pengusaha asal negara tersebut yang tengah melakukan lawatan ke Kantor Kadin Jawa Timur, Kamis (18/5/2017).

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, Vietman adalah salah satu negara penghasil produk pertanian. Tetapi tidak ada salahnya jika Jawa Timur tetap menawarkan hasil olahan produk pertanian dan garmen kepada mereka.

“Tidak ada salahnya, apa yang dimiliki Provinsi Jatim kita tawarkan. Apalagi saat kunjungan kemarin, Atase Kedutataan Besar Vietnam untuk Indonesia mengaku sangat tertarik terhadap berbagai produk olahan pertanian dan garmen atau fashion dari Jatim,” ujar La Nyalla.

Nyalla mengakui, neraca perdagangan Jawa Timur dengan Vietnam selama ini masih defisit, dan di tahun 2016 defisit cukup besar.

“Untuk itulah kita harus berupaya maksimal menawarkan berbagai hasil produksi dan potensi Jatim yang bisa diekspor ke sana,” tambahnya.

Disebutkan, berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, ekspor Jawa Timur ke Vietnam sampai bulan Februari tahun 2016 mencapai US$ 85,439 juta. Sedangkan untuk tahun 2017 mencapai US$ 97,724, juta.

Hingga saat ini ada sepuluh komoditas utama asal Jawa Timur yang telah diekspor ke Vietnam. Di antaranya tembaga, buah-buahan, lemak, minyak nabati dan hewani, bahan kimia organik, kertas dan karton, udang dan ikan, kopi, teh, dan rempah-rempah, tembakau, berbagai produk kimia, serta pupuk.

Sedangkan impor dari Vietnam ke Jawa Timur hingga bulan Februari tahun 2016 menunjukkan angka US$ 105,753 juta. Tahun 2017 mencapai US$ 40,766 juta.

Ada sepuluh komoditas impor utamanya yaitu besi dan baja, mesin/peralatan elektronik, plastik dan bahan yang terbuat dari plastik, tembakau, hasil penggilingan, aluminium, mesin/peralatan mekanik, kopi, teh, rempah-rempah, produk kimia, sari bahan samak dan celup.

Lebih lanjut La Nyalla menyebut, Kadin Jawa Timur akan terus berkomitmen dan mempromosikan produk asal Jawa Timur. Itu dilakukan untuk ikut serta memajukan perekonomian Jawa Timur. Karena sebagai wadah pengusaha di Jawa Timur, Kadin fokus pada masalah yang berkaitan dengan perdagangan, industri, dan jasa.

Sebagai satu-satunya organisasi bisnis lintas negara, sesuai UU No.1 Tahun 1987. Kadin Jawa Timur berkomitmen mengangkat potensi dan sinergi perekonomian nasional.

“Kadin berkomitmen tinggi untuk mengangkat potensi dan sinergi perekonomian nasional, menawarkan forum strategis untuk pengusaha Indonesia. Melalui pembiayaan secara mandiri, Kadin merupakan perpanjangan tangan dari minat sektor swasta,” jelasnya.

Kadin memiliki dua fungsi, mengembangkan kapabilitas dan mempromosikan minat pengusaha Jawa Timur serta menjaga iklim bisnis yang tenang dan dinamis. Kadin juga berharap ada perkembangan berkelanjutan baik dari kuantitas maupun komoditas yang diperdagangkan antara Jawa Timur dan Vietnam. Kadin juga akan membantu Kedutaan Besar Vietnam jika ada permintaan kebutuhan informasi dari pengusaha Vietnam.

“Kami juga siap membantu dan menjadi fasilitator para pengusaha Vietnam yang ingin berinvestasi di Jawa Timur,” tambahnya.

Untuk bisa bertemu, Kadin Jawa Timur juga juga mengundang pengusaha Vietnam, dari berbagai sektor. Dan, hampir 100 pengusaha datang untuk mempromosikan produknya.

Sementara, Atase Kantor Perdagangan Vietnam di Indonesia, Nguyen Tuan Dung mengaku sangat tertarik pada produk fasihon dan pertanian Jawa Timur karena kualitas dan kemasannya bagus dan inovatif.

“Harapannya, hubungan antara Vietnam dengan Jatim akan terus berlanjut. Kita juga senang jika pengusaha Jatim mau berinvestasi di Vietnam,” ucap Nguyen Tuan Dung.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here