Kamar Dagang AS Pesimis dengan Iklim Investasi di Cina

0
84
ilustrasi

Nusantara.news, New York – Cina boleh saja membanggakan diri sebagai pasar tebesar di dunia, potensinya pun cukup berlimpah, tapi tidak menjadi prioritas pengusaha Amerika.  Apa sebab?

Paling tidak, itulah hasil survei terbaru versi Kamar Dagang Amerika Serikat di Cina. Dalam kajian tahunan terbarunya, badan pelobi bisnis AS ini menemukan fakta, tercatat 81 persen anggotanya tidak antusias ke Cina karena merasa diacuhkan. Kasarnya tidak disambut dengan karpet merah seperti misal berinvestasi di luar Cina.

Sudah itu, perusahaan-perusahaan yang masih berbisnis di sana mengeluhkan, bukan hanya biaya berbisnis yang meningkat, melainkan juga ketidakkonsistenan dan ketidakjelasan regulasi serta ancaman proteksionisme yang terus meningkat membuat mereka berpikir ulang untuk melangsungkan usahanya di negeri Tirai Bambu.

Ketua Kamar Dagang AS William Zarit  menyebutkan, ada sejumlah kebijakan di China yang membuat perusahan-perusahaan Amerika semakin sulit menjalankan bisnis di sana. Ia juga mengatakan, kecenderungan yang lebih mengutamakan perusahan-perusahaan China juga menjadi keprihatinan yang tak berkesudahan.

Perasaan kurang disambut dan melambatnya ekonomi Cina telah melemahkan minat investasi di Cina. Semakin banyak perusahaan tidak memprioritaskan ekonomi terbesar kedua di dunia itu sebagai tujuan investasi.

Mengutip hasil survei itu, sejak tahun 2012 hingga sekarang, prosentase perusahaan yang menempatkan Cina sebagai salah satu dari tiga tujuan investasi global terbesar mereka telah menurun dari puncaknya, 78 persen, menjadi 56 persen.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here