Kampung 3G Gelintung jadi Contoh Reforma Agraria

0
72
Kampung 3G Gelintung, Purwantoro, Kecamatan Belimbing, Kota Malang

Nusantara.news, Kota Malang – Setelah sukses mencuri perhatian Internasional dengan konsep sebuah kampung desa yang hijau dan ramah lingkungan dan bencana, Kampung Go Green Gelinting (3G) yang terletak di RW 23, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang menjadi percontohan reforma agraria yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Republik Indonesia menjadikan Kampung 3G sebagai percontohan reforma agraria perkotaan.

Hal tersebut dikarenakan kampung yang diapit gedung dan ditengah perkotaan di kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu telah berhasil menggerakkan masyarakatnya untuk merubah kampungnya berbasis Sustainable Development Goal’s (SDG’s).

Baca: Konsep Go Green kampung Glintung Mencuri Perhatian Dunia

Direktur jenderal hubungan hukum pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN), Sarmono melalui keterangan tertulisnya mengatakan, Kampung 3G layak menjadi contoh reforma agraria perkotaan.

“Kampung 3G telah mampu memberi contoh nyata dalam akses reform yang meliputi partisipasi warga dalam pemberdayaan, mampu menciptakan wirausahawan, gotong royong, pemasaran, permodalan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia,”

Terlihat partisipasi warga yang secara mandiri muncul dari kampung tersebut. Bentuk penyadaran yang dilakukan oleh Ketua RT dan RW setempat sangat masif sehingga bisa menyadarkan masyarakat menggerakan berpartisipasi untuk membangun kampung yang ramah lingkungan.

“Proses penyadaran yang dilakukan oleh para pimpinan Rumah Tangga dan Warga merupakan satu hal yang sangat ampuh, sehingga dapat memunculkan penyadaran dengan partisipasi membangun wilayah ruang lingkup penataan kampung yang baik, ini harus menjadi contoh,” tandasnya.

Ia menjelaskan setelah kemandirian, kesadaran dan partisipasi masyarakat terbangun, wujud perumbahan wilayah kampung terwujud selanjutnya dilakukan legalisasi aset guna mengatur agar kondisi tersebut dapat terjaga samapai kedepannya.

“Setelah kemandirian dan partisipasi masyarakat sudah bisa diraih untuk membuat suatu lingkungan yang sehat dan hijau, maka sebagai penutupnya adalah aset reform, yaitu legalisasi aset,” jelasnya.

Selain itu, aset warga menjadi bank able ketika warga membutuhkan modal usaha untuk mengembangkan usahanya. Keberhasilan Kampung 3G sebagai contoh reforma agraria perkotaan inilah yang menjadikan banyak Kantor ATR/BPN di daerah untuk belajar langsung tentang inovasi dan gerakan menabung air di Kampung 3G.

Di tempat terpisah sejak Senin (9/10/2017) sampai Rabu (11/10/2017) lalu, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) telah menyelenggarakan Workshop Nasional. Dengan tema Membangun Masyarakat yang Partisipatif, Mandiri, Berjiwa Wirausaha dan Sejahtera.

Workshop diikuti 90 peserta yang merupakan perwakilan dari 33 Kantor Wilayah di indonesia dan Kantor ATR/BPN pusat. Salah satu narasumber dalam workshop tersebut adalah Bambang Irianto yang merupakan inisiator Glintung Go Green (3G) yang telah berhasil dalam menata kampung Glintung dari kampung kumuh menjadi kampung dengan tata lingkungan yang baik.

Ketua RW 23 Glintung sekaligis penggagas Kampung 3G, Bambang Irianto menyampaikan, keberhasilan Reforma Agraria di Kampung 3G ini tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang baik dari Kantor ertanahan Kota Malang, Kakanwil BPN Jawa Timur dan juga artisipasi masyarakat kampung.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here