Kampung Budaya Bonderland di Malang, Hadir Perkuat Budaya Nusantara

0
82
MalangTODAY.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar, pasti, tepat waktu, terpercaya, yang menjadi jembatan kebutuhan masyarakat akan informasi, dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa.

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Pertarungan dominasi informasi dan kebudayaan karena derasnya arus globalisasi dewasa ini menjadi ancaman bagi suatu negara. Kebudayaan satu dengan yang lain saling mendominasi dan memberikan pengaruh. Mereka yang lebih kuat mendominasi yang lemah. Hal inilah yang membuat masyarakat indonesia khususnya muda-mudi kerap lebih gandrung budaya asing daripada budayanya sendiri

Kebudayaan Nusantara, yang sejatinya dimiliki oleh masyarakat indonesia dianggap tradisional dan kuno, apabila dibandingkan kebudayaan Western atau Korea yang dianggap budaya canggih dan lebih maju dari budaya Nusantara. Ini menunjukan adanya pergeseran pemaknaan dan pemahaman yang belum selesai mengenai kebudayaan.

Kini telah hadir K’Sebond (Kampung wisata, seni dan budaya Bonderland) di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Fasilitas yang diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Malang H Sanusi, pada Kamis (13/4/2017) lalu merupakan salah satu upaya guna memperkuat serta memperkenalkan kembali budaya Nusantara ke khalayak.

Dalam sambutan peresmiannya, Wakil Bupati, H Sanusi menjelaskan bahwa keberadaan Kampung seni dan budaya atau dikenal K’Sebond Pakisaji ini sangat ditunggu–tunggu pegiat seni, termasuk komunitas budaya di Malang Raya, khususnya wilayah Kabupaten Malang. H Sanusi  menyatakan, penyaluran kreatifitas dapat dilakukan K’Sebond, seperti unjuk tari hingga pergelaran ludruk dengan didukung stand pameran produk seni budaya.

Di sisi lain K’Sebond diharapakan juga akan meningkatkan daya tarik pariwisata. “Dengan hadirnya Kampung Seni Budaya K’Sebond dapat menjadi daya pikat wisatawan baik lokal dan luar daerah yang dapat dinikmati semua kalangan, khususnya menghidupkan kembali budaya-budaya, terutama budaya Malangan,” tutur Sanusi.

Di tempat yang sama Kepala Disbudpar Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara menjelaskan,  progam kampung budaya ini akan melibatkan banyak komunitas seni di Malang untuk berpartisipasi, seperti kelompok ludruk, reog, bantengan, seni lukis, kerajinan topeng, tarian, kuda lumping dan lainnya. “Kita buatkan wadah dan kumpulkan mereka untuk keberlangsungan dan perkembangan kampung budaya ini,” ungkapnya.

Sementara itu Yacub Eko Setiawan selaku pengelola wisata Bonderland dan promotorK’Sebond mengungkapkan, tercapainya kampung seni ini adalah ide bersama dari beberapa perkumpulan penggiat seni lingkungan Pakisaji yang direncanakan sejak November 2016.

Ia menjelaskan bahwa kampung budaya ini merupakan pusat destinasi wisatawan dan ajang bagi para pecinta budaya. “Kampung budaya menjadi tempat berekspresi bagi para pegiat seni dan budaya guna memperkuat kembali budaya bangsa kita di tengah gempuran budaya asing,” urai pria yang akrab disapa Eko itu. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here