Kandidat Jangan Hanya Tebar Pesona, Benahi Persoalan Jatim

0
163
Harta kekayaan cagub dan cawagub jatim

Nusantara.news, Surabaya – Pesta demokrasi melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), serentak digelar di berbagai wilayah di Indonesia. Di Jawa Timur, pemilihan 18 kepala daerah kabupaten/kota dan pemilihan Gubernur Jatim dilaksanakan 27 Juni 2018.

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim diikuti dua pasangan calon, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dengan nomor urut satu, dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, bernomor urut dua.
Menyambut itu, masyarakat harus berani memastikan pilihan yang dilakukan benar-benar akan menghasilkan kepala daerah yang dikehendaki rakyat. Tidak hanya mendapat kemenangan dengan cara santun alias tidak curang. Juga harus bisa menjadi kepala daerah yang mengedepankan kepentingan rakyatnya, bukan sebaliknya berpihak kepada golongan dan pemilik modal. Dan, calon kepala daerah tidak boleh seenaknya menerima sokongan dana terutama saat kampanye, itu agar tidak terbelit balas jasa saat menjadi kepala pemerintahan, apa lagi sampai melakukan korupsi karena untuk mengembalikan modal kampanye.
Sangat keliru jika masyarakat memilih calon kepala daerah yang hanya berebut kuasa lewat kemenangan, termasuk menggunakan politik ‘kotor’ dengan membagikan uang ke masyarakat calon pemilih. Masyarakat juga harus bisa memastikan mereka yang dipilih adalah sosok yang memiliki integritas, dan akan bersungguh-sungguh memajukan kesejahteraan rakyat.
Dua Calon, Maju di Pilgub Jatim
Ada dua pasangan calon yang maju di Pilgub Jatim, yakni Khofifah-Emil dengan nomor urut satu dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur mendapat nomor urut dua. Kedua pasangan ini pun telah berkeliling melakukan kampanye dan mensosialisasikan program yang diusung. Tebar pesona dipastikan terus dilakukan sebagai daya pikat berebut suara.
Khofifah-Emil Elistianto Usung Nawa Bhakti Satya (Foto: Tudji)
Ini perilaku santun yang dilakukan oleh Khofifah, saat digelar ‘Deklarasi Damai Pilkada Serentak 2018’ di Maspion Square, Surabaya, Minggu (18/2/2018).
Di acara itu, pasangan Khofifah-Emil menyempatkan diri mendatangi tenda tempat berteduh pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, masih satu lokasi. Tak hanya melenggang tangan kosong, mantan Menteri Sosial RI itu bersama Emil kompak membawa bunga yang kemudian diberikan kepada pesaingnya pasangan Gus Ipul-Puti Guntur. Kedua pasangan pun bertemu, Gus Ipul juga Puti menerima bunga yang diberikan Khofifah-Emil dengan disertai senyum mengembang seiring ucapan terimakasih.
Aksinya kemudian diikuti oleh simpatisan dan relawan Khofifah-Emil bersama Raka-Raki yakni Duta Wisata Jatim yang juga membagikan bunga kepada tamu undangan, jurnalis, aparat keamanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), juga simpatisan dan relawan Gus Ipul-Puti Guntur. Sedikitnya ada 600 tangkai bunga dibagikan dalam aksi simpatik tersebut.
“Saya suka sekali dengan bunga, dan ini menjadi simbol perdamaian. Mari kita bersama menjaga Jawa Timur tetap kondusif selama kampanye,” ucap Khofifah.
Khofifah menyebut, Pilgub Jatim damai dan bersih adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya, penggunaan isu SARA, kabar Hoax, kampanye hitam, politik uang, ujaran kebencian dan lain sebagainya hanya akan merusak esensi demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Lanjut Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, jika itu terjadi efeknya akan lebih parah karena ongkos yang harus dibayar akibat cara-cara kotor tersebut sangat mahal dan beresiko. Dan di masyarakat, dipastikan akan terjadi polarisasi sosial, politik, dan bisa lebih parah yakni berujung pada perpecahan antar kelompok.
“Masyarakat Jatim jangan ada yang mau diadu domba. Ayo kita bersama kerja membangun Jatim yang lebih sejahtera,” imbuhnya.
Mereka kemudian memberikan suguhan untuk menghibur undangan. Menyanyikan lagu Rek Ayo Rek ciptaan Is Haryanto, sementara suami Arumi Bachin, Emil mengiringi dengan memainkan gitar.
Aksi simpatik yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim itu hendaknya menjadi tauladan dan pijakan bahwa dalam Pilkada tidak hanya berebut menang. Tetapi, kemenangan yang didapat hendaknya bisa menjadi modal untuk tampil sebagai pemimpin suatu daerah dan memajukan kesejahteraan rakyat. Kedua pasangan kemudian berkomitmen, memberantas isu hoax, politisasi SARA, dan tindakan money politic di Pilgub Jatim.
Bersama tim suksesnya, mereka kemudian berucap ikrar tidak melakukan kampanye negatif dan menghindari cara-cara tidak santun. Itu ditandai dengan menerbangkan merpati putih sebagai lambang pilkada damai serta balon wujud kebahagiaan. Pasangan Khofifah-Emil maju di Pilgub Jatim didukung oleh  gabungan partai politik yakni Partai Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, Hanura, PAN, dan PKS.
Jangan Terkecoh Selogan dan Tebar Janji
Semua pihak harus sepakat, jika pemilihan kepala daerah tidak hanya jaminan pelaksanaannya jujur saat seremonial, namun harus diwujudkan secara nyata. Mengatasi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan yang masih terus terjadi. Pemanfaatan kekayaan sumber daya alam serta pemberdayaan masyarakat harus bisa dilakukan maksimal, melalui berbagai keputusan yang diambil dengan berpihak kepada rakyat.
Kemiskinan, PR yang harus diselesaikan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, jumlah penduduk miskin di wilayahnya di bulan Maret 2017 dibandingkan September 2016, turun sebesar 0,08 persen, dari 11,85 persen pada September 2016 menjadi 11,77 persen pada Maret 2017. Jumlah kemiskinan yang masih tinggi itu harus bisa diatasi oleh pemerintah pemenang Pilkada 2018.  Masyarakat juga harus berani menagih janji kepala daerah terpilih, sesuai dengan janji yang diucapkan saat kampanye.
Ini, Visi Misi Kedua Calon Gubernur Jatim
Resmi ditetapkan sebagai calon peserta Pilgub Jatim 2018, Gus Ipul-Puti Guntur menyampaikan visi misinya. Mantan Ketua GP Ansor Jatim itu mengatakan dirinya akan menjadi agen lanjutan, sementara Puti Guntur sebagai pembawa perubahan untuk Jatim lebih baik.
Gus Ipul-Puti Guntur “”Saya sebagai agen lanjutan, sedangkan Mbak Puti sebagai pembawa perubahan” (Foto: Tudji)
“Saya sebagai agen lanjutan, sedangkan Mbak Puti sebagai pembawa perubahan,” kata Gus Ipul.
Jika menang di Pilgub Jatim, dia berjanji akan mengusung perubahan berkelanjutan untuk Jatim yang makmur, termasuk menyelesaikan persoalan ekonomi, melakukan penanggulangan kemiskinan, menangani masalah nilai tukar petani yang belum meningkat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kemudian, Puti Guntur mengatakan, dirinya akan menitikberatkan pada permasalahan pendidikan dan kebudayaan, yang menurutnya sangat penting guna membentuk karakter bangsa.
Pasangan ini menyebut, bahwa persoalan di Jatim harus diatasi dengan cara-cara akseleratif, cepat, terukur, terencana dan langsung melalui tagline ‘Perubahan Berkelanjutan untuk Jawa Timur Makmur’.
Ada tiga strategi ditawarkan, menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai titik tumpu, gotong royong dan inovasi, dengan rakyat kecil dan komunitas menjadi penggerak utama. Tiga strategi itu disebut guna menuju visi besar melalui 9 ‘Agenda Prioritas dan 33 Janji Kerja’ terangkum dalam lima program unggulan.
Lima Program Unggulan itu adalah Dik Dilan (Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), dan Madin Plus Berkelanjutan.
Dik Dilan, untuk mewujudkan pendidikan gratis bagi masyarakat Jatim. Itu setelah UU No 23 Tahun 2014 mengembalikan kewenangan SMA/SMK negeri ke Pemprov Jatim, sejumlah daerah yang menggratiskan pendidikan hingga sekolah tingkat menengah atas tak bisa melakukannya lagi. Komponen yang akan ditanggung mencakup biaya operasional dan SPP, dihitung per siswa.
Satria Madura atau Satu Triliun untuk Pembangunan Madura. Itu untuk mengangkat Pulau Madura yang masih kurang beruntung, tertinggal dengan daerah lainnya di Jatim. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)-nya masih rendah, kemiskinan masih tinggi, infrastruktur kurang memadai dan akses kesehatan masih dibawa rata-rata.
Program itu dilakukan dengan memberikan anggaran tambahan Rp 1 triliun per tahun, dibagi secara proporsional untuk 4 kabupaten. Tujuannya, untuk menambah anggaran lain yang selama ini sudah diberikan. Fokus pemanfaatannya adalah akselerasi pembangunan infrastruktur, investasi bidang ekonomi dan peningkatan aksesibilitas pada layanan pendidikan dan kesehatan.
Program Desa Cemara, adalah penjabaran Desa Cerdas Maju Sejahtera. Program ini untuk mengatasi berbagai persoalan pelayanan publik dan urusan administrasi. Itu untuk mengatasi keluhan pelayanan yang tidak efisien, mahal, terlalu birokratis, dan tidak pasti. Program ini bertujuan memastikan aspek dan jenis pelayanan bisa dilakukan dari tingkat desa. Sasaran program ini menjangkau sebanyak 5.674 desa dan 2.827 kelurahan dengan memberikan bantuan dana Rp 50-100 juta. Melalui bantuan perangkat keras dan pelatihan sumber daya manusia serta menjamin keterhubungan sistem.
Program Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan), yakni untuk menuntaskan pembangunan Jalan Lintas Pantai selatan (Pansel), dan pembangunan pusat ekonomi yang difokuskan untuk bidang pariwisata dan daerah penyangga ekonomi agro. Tujuannya, membuka koridor isolasi daerah pantai selatan di Jatim agar tumbuh sejajar dengan daerah-daerah lain.
Program Madin Plus. Sebelumnya, pemprov telah menjalankan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) untuk peningkatan kesejahteraan guru-guru Madin. Program ini untuk memperluas jangkauan penerima, melalui bantuan keuangan yang  diberikan rutin setiap tahun. Bentuk programnya, insentif guru Madin yang lebih besar dari sebelumnya, dan bantuan sarana prasarana yang diberikan berbasis jumlah siswa yang dilayani. Tujuan nya, pendidikan Madin semakin mapan dalam memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan akhlak generasi muda.
Nawa Bhakti Satya, Khofifah-Emil
Pasangan Khofifah-Emil dalam penyampaian visi misi, juga akan fokus mengentas kemiskinan, memperluas lapangan pekerjaan, selengkapnya dituangkan dalam Nawa Bhakti Satya
Bhakti 1, fokus pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, yang fokus pada 664 kecamatan, 5.674 desa, 2.878 kelurahan. Untuk disabilitas, lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan. Mengurangi beban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), melalui subsidi anggaran provinsi.
Bhakti 2, Jatim Kerja. Memperluas lapangan kerja dan membangun keunggulan ekonomi. Millenial job centre dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi dan membantu start up usaha. Serta membantu pengusaha muda lewat bantuan pembiayaan awal usaha.
Bhakti 3, Jatim Cerdas dan Sehat. Pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap. Tunjangan PKL SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata). Program Desa Sehat dengan memperkuat layanan kesehatan di pedesaan. Memperkuat RSU provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan di Madura dan tapal kuda. Memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.
Bhakti 4, Jatim Akses. Membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar. Kawasan lingkar Wilis, lingkar Bromo, lingkar Ijen, Gerbangkertasusila, koridor maritim Pantura Jawa-Madura, koridor maritim selatan Jawa. Dermaga perintis pulau-pulau Sumenep, penguatan layanan transportasi laut Pulau Bawean, pengembangan pesisir selatan, serta percepatan dan pengembangan bandara perintis.
Bhakti 5, Jatim Berkah. Memberi tunjangan kehormatan imam masjid di kampung pesisir dan pulau terluar. Perluasan tunjangan kehormatan hafidz hafidzoh, penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah untuk program S2. Membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan perintisan, mendorong kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha serta membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur.
Bhakti 6, Jatim Agro. memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan. Menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi, dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian. Menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan gapoktan, mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala nasional.
Bhakti 7, Jatim Berdaya. Memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. One village one product one corporate and agropolitan, communal branding untuk UMKM, supply and demand channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, dan menumbuhkembangkan koperasi perempuan, petani dan nelayan dan perdagangan antar pulau.
Bhakti 8, Jatim Amanah, itu dijabarkan melalui pemerintahan yang bersih, efektif dan anti korupsi. Membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.
Bhakti 9, Jatim Harmoni. Menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebhinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM, dialog antar budaya (seni, seniman dan budayawan), dialog intern dan antar umat beragama.
Menyimak visi misi dan jabaran program dari kedua pasangan, masyarakat harus cermat sebelum menentukan pilihan. Masyarakat di Jatim, jangan hanya tergiur dengan janji dan harapan manis. Tetapi harus bisa memastikan, sosok yang akan dipilih punya komitmen tinggi  menjabarkan dan menjalankan programnya. Melakukan perubahan, mengatasi persoalan dan membawa masyarakat Jatim menjadi lebih baik dibanding saat ini.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here