Kandidat Lawan Siap Hadapi Dominasi PDIP di Pilkada Kota Probolinggo

1
595
Sebagai kota singgah, dinamika Kota Probolinggo tidak begitu kencang kendati terletak di jalur persimpangan jalan nasional Surabaya-Banyuwangi. Program pembangunan tepat setiap kandidat dapat menjadi parameter perubahan di Pilkada 2018.

Nusantara.news, Probolinggo – Kemiskinan dan pengelolaan potensi sumber daya alam bakal menjadi kartu truf bagi kandidat yang ingin mengusik posisi petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Program tepat dan didukung jejak rekam positif, bisa saja mengusik elektabilitas nama-nama yang lebih dari satu periode masuk dalam lingkaran politik dinasti, seperti di Kota Probolinggo.

Kendati ada perbedaan karakter pemilih dengan penduduk Kabupaten Probolinggo, namun ada persamaan dalam hasil pilkada. Yakni pemenangnya merupakan orang dekat penguasa sebelumnya. Sedangkan perbedaannya ada pada pilihan aspirasi politik. Di Kota Probolinggo yang kulturnya cenderung religius ternyata didominasi partai nasionalis dalam urusan politik.

Hal ini diperkuat dengan kendaraan partai politik (parpol) yang mengantar pasangan Rukmini Buchori-HM Suhadak di kota dan Puput Tantriana Sari-Timbul Prihanjoko di kabupaten ketika memenangi Pilkada 2013. Kala itu, Rukmini-Suhadak yang diusung 3 partai (PDIP, PAN, PKS) sukses meraup 48.326 suara (36,19 persen total suara). Kendati sempat dinodai kerusuhan sebelum  Ketua MK Akil Mochtar kala itu, belakangan tertangkap tangan dalam kasus suap sengketa pilkada, menolak permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan 4 rival Rukmini-Suhadak.

PDIP sebagai motor koalisi diprediksi belajar banyak dari pengalaman itu. Kendati jadi satu-satunya partai yang bisa mengusung sendiri pasangan calon walikota-wakil walikota (cawali-cawawali), namun dengan potensi terulangnya friksi, bisa saja PDIP mengusung nama lain. Apalagi Kota Probolinggo, seperti yang dikatakan Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, Pilkada 2018 pantang memberi hasil negatif.

“Ada lima daerah yang jadi perhatian khusus PDIP dalam Pilkada 2018. Termasuk Kota Probolinggo. Perhatian ini karena selain jadi basis massa PDIP selama bertahun-tahun, juga karena di lima daerah ini kita selalu bisa mengusung pasangan calon sendiri meskipun tanpa koalisi. Kami akan mati-matian mempertahankannya. Bodoh saya kalau sampai lepas (kalah,RED),” ucap Kusnadi kepada awak media beberapa waktu lalu.

Karena itu, Kusnadi sudah menginstruksikan seluruh kader dan elemen partai berlambang banteng moncong putih agar menjaga hegemoni di 2018. Termasuk intens menerima masukan untuk mengusung calon. Uji kelayakan cawali yang sudah dilakukan di Surabaya (19/8/2017), selain diikuti Rukmini, juga ada nama kader PDIP lainnya, Haris Nasution dan Kulub Widiono serta pengusaha Syamsu Alam.

Sementara posisi cawawali, ada anggota F-PDIP DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto, praktisi media lokal Agus Salim, dan Saiful Nur Wahid. “Kami berkomitmen hanya pasangan calon terbaik yang akan kami usung. Hasil uji kelayakan akan jadi bahan pertimbangan yang diserahkan ke DPP,” tutup Wakil Ketua DPRD Jawa Timur tersebut.

Habib Hadi Belajar dari Pilkada 2013

PDIP memang wajar mulai pasang badan untuk memuluskan calon yang diusung. Sebab, beberapa nama kandidat lain sudah panaskan mesinnya sejak lama. Termasuk rival Rukmini di 2013, Habib Hadi Zainal Abidin (PKB). Kendati menempati urutan paling buncit di 2013, namun bekal koneksi dan pengalaman Habib Hadi sebagai anggota DPR RI tidak bisa dipandang remeh di kota yang hanya berpenduduk 2018.061 jiwa (Dispendukcapil 2011) tersebut.

Apalagi figur ulama muda ini kian matang dalam percaturan politik. Putra pendiri Pesantren Riyadlus Sholihin Probolinggo Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi ini, punya modal bagus untuk program kemajuan daerahnya dari hasil “bertapa” di Komisi IX yang membidangi Keuangan, Perencanaan Pembangunan dan Perbankan.

Kendati tidak dianugerahi sumber daya alam melimpah, namun posisi strategis Kota probolinggo yang berada di persimpangan jalur utara dan selatan Surabaya-Banyuwangi, membutuhkan pemimpin yang visioner. Termasuk menangkap peluang investasi dari 2 infrastruktur besar yang ada. Yakni Tol Trans Jawa dan Pelabuhan Tanjung Tembaga.

“Saya ingin memajukan kota kelahiran. Itu motivasi utamanya. Saya siap menggandeng seluruh stake holder di Kota Probolinggo untuk bersama memajukan kota yang kita cintai ini. Saya sudah belajar dari pengalaman di Pilkada 2013. Saya yakin hasinya akan sangat jauh berbeda,” terangnya.

Ketika mengawali debutnya di pertarungan pilkada, Habib Hadi yang menggandeng Kusnan hanya meraih 20.134 suara (15,08 persen) dari total suara sah yang masuk. Hasil ini di luar prediksi banyak pihak kala itu. Sebab, kendati jadi satu-satunya tokoh muda yang ikut bertarung, elektabilitas Habib Hadi sebenarnya cukup tinggi. Terutama di kalangan umat Islam.

Tak heran, persiapan untuk 2018 kantong suara umat Islam digarap serius. Termasuk membuka diri dengan mendaftar pada partai-partai Islam yang punya keterwakilan di DPRD Kota Probolinggo. “Terakhir, saya sudah ambil form pendaftaran di PPP. Saya yakin dapat simpati karena ada kesamaan ideologi dengan PKB,” jelasnya.

Sedangkan untuk figur pendamping sebagai cawawali, Habib Hadi memilih lebih selektif tidak mengulang kesalahan di 2013. “Sudah ada lima nama yang masuk. Persyaratan utamanya adalah yang punya elektabilitas tinggi. Saya tidak mau hasil 2013 terulang. Karena itu, pemilihan calon wakil walikota kami susun selektif betul termasuk upaya mendaftar ke partai apa saja,” sebutnya.

Melihat komposisi anggota DPRD Kota Probolinggo hasil Pemilu 2014, setidaknya ada 3 partai berbasis Islam yang punya keterwakilan. Yakni PKB (5 kursi), PPP (3), PKS (1). Di luar itu, masih ada PDIP (8 kursi), ada Golkar (5), Nasdem (4), Gerindra (3) dan Demokrat (2). Artinya, beberapa nama di luar PDIP, masih punya kans untuk meruntuhkan hegemoni partai penguasa jika membuka pintu koalisi. Apalagi jika tujuannya untuk sama-sama memajukan kota yang kesannya hanya cocok bagi pensiunan ini. []

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here