Kapolda Jatim Heran Palu Arit Ditemukan di Kamar Mandi Masjid Desa Bilaan Madura

0
240

Nusantara.news, Surabaya – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin, mengaku heran dengan munculnya gambar palu arit, gambar komunis di Desa Bilaan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Terkait itu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, dan tidak mau gegabah karena kasus tersebut sensitif. Kapolda Machfud Arifin juga mengaku heran karena lambang organisasi terlarang itu ditemukan di hari yang sama ketika Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin, tengah berkunjung ke Pulau Madura.

“Memang, KH Ma’ruf tengah menghadiri acara silaturrahim ulama se Madura di Kabupaten Sampang. Dan, soal itu masih kita selidiki, kenapa saat Kiai Ma’ruf Amin ke sana (Madura-red) dan gambar tersebut (Palu Arit) ditemukan,” kata Machfud, usai melakukan pertemuan dengan kiai dan ulama se Jatim di kantor PWNU di Surabaya, Jumat, (10/2/2017).

Dirinya menduga gambar partai terlarang itu sengaja disebar oleh oknum untuk mengadu domba  antara aparat dengan aparat atau tokoh masyarakat dengan tokoh masyarakat lainnya.

“Tapi yang jelas, seperti disampaikan kiai tadi, sudah disepakati bersama bahwa menolak PKI,” tandas Machfud Arifin.

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang juga mantan Ketua Ansor. Gus Ipul menegaskan, adalah suatu keanehan dengan munculnya gambar palu arit di Madura, karena, menurutnya Madura dikenal sebagai daerah religius.

“Saya rasa ini aneh dan tidak masuk akal, kejadiannya di Madura, dan akan terus kita ditelusuri,” ujar Gus Ipul.

Untuk diketahui, gambar Palu Arit di dapati pertama kali di dinding kamar mandi Masjid Al Ikhlas di Desa Bilaan, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura oleh seorang jemaah saat melaksanakan Salat Subuh Kamis (9/2/ 2017). Temuan itu kemudian dilaporkan ke petugas. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata gambar serupa tidak hanya terdapat di dinding masjid. Melainkan juga ditemukan di tiang jembatan dan papan reklame desa setempat. Mendapati itu, Polisi dan TNI setempat melakukan tindakan dengan menutup gambar-gambar partai terlarang tersebut dengan cat hitam.

Aneh, ada pertanda apa ini. Gambar Palu Arit tersebut adalah gambar partai terlarang, kenapa muncul lagi. Semoga masyarakat cermat menyikapi ini dan tidak mudah terprovokasi, dan tetap menjaga keamanan NKRI.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here