Karangan Bunga Ahoker di Balai Kota Disapu Hujan Disertai Angin

0
416

Nusantara.news, Jakarta – Ratusan karangan bunga yang dikirim dari pendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama ke Balai Kota DKI Jakarta sejak kemarin, hari ini Rabu (26/4) porak-poranda disapu oleh angin badai disertai hujan deras yang turun sejak pukul 11.30.WIB.

Karangan bunga yang terus berdatangan untuk Ahok sejak kemarin (25/4) itu dikirim oleh Ahoker tanpa menampilkan nama pengirim baik perusahaan maupun pribadi. Toko bunga pembuatnya juga tidak mencatumkan nama tokonya.

Yang dicantumkan sebagai pengirim hanya nama-nama kelompok pendukung semasa kampanye seperti “Ibu-Ibu Cantik DKI,” “Pengagum Badja,” “Super Moms Bintaro,” “Grup Beties,” “Oneng Grup,”  “Grup Sos,” dan sebagainya.

Selidik punya selidik, netizen akhirnya mengetahui, bahwa karangan bunga di Balai Kota itu ternyata dipesan dari satu toko yang sama, Lucky Florist  dan dikirim secara serentak.

Maka, karangan bunga itu jadi bahan komentar di media sosial. Dalam kicauan akun@yusejahtera dikatakan, “Cara kubu Ahok kelabui publik. Pesan banyak karangan bunga di satu toko bunga, lalu request kata-kata yg seolah-olah dari warga. Sila tertawa !!”

Di bagianm lain ditulis, “Yang mau kasih karangan bunga untuk Ahok-Djarot sila order di Lucky Florist. Hebat ya Balaikota dipenuhi karangan dari toko bunga yg sama.”

“Kalau di Padang namanya jurus jatuh kucing, biar gak malu2 amat gak ke pilih,” komen akun @aflahdjamin.

Kiriman karangan bunga yang menyolok di halaman Balai Kota DKI juga memancing komentar Sekretaris DPD Gerindra DKI Jakarta pun, Husni Thamrin.  menurut Husni Thamrin, meriahnya karangan bunga tersebut  merupakan upaya menghibur diri. Itu akibat belum move on dari kenyataan atas tumbangnya Ahok di putaran final Pilgub DKI 19 April.

“Sudah jelas-jelas kalah tapi masih saja mau ngelawan, seperti orang kejang-kejang menghadapi syakratul maut. Itu karangan bunga ucapan selamat atau belangsungkawa? Yaaa, tapi lumayanlah mungkin bisa menghibur diri sendiri,” ujar Thamrin.

Husni Thamrin juga memberikan komentar pendukung Ahok yang ‘mengirim karangan bung. “Kelompok yang terjangkit gagal paham,” katanya.

Tidak sampai di situ, Thamrin pun menyindir, “Mereka mungkin mengira yang dihitung KPUD DKI itu berdasarkan jumlah karangan bunga, bukan jumlah suara.”

Dia menambahkan, semua itu tidak akan berefek apa-apa, kecuali ekspresi orang yang kalah sering salah langkah.

Karangan bunga yang secara serentak dipajang pada Selasa kemarin, menurut Thamrin, merupakan manuver politik Ahok demi mengelabui warga untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang negarawan yang legowo menerima kekalahan.

Tetapi, kelakuannya ini justru memberi gambaran tentang dirinya yang belum dewasa berdemokrasi. “Dia tidak tulus menerima kekalahan,” kata Thamrin.

Seorang warga Tionghoa yang kesal terhadap sikap Ahok selama ini juga angkat bicara dengan mengatakan kelompok pendukung Ahok sebagai kelompok yang gagal move on. “Gagal move on ini symptom dari adjustment disorder. Sebuah penyakit mental. Adjustment disorder berarti unable to adjust with particular stress or a major life event. Mereka membuat diri depresi.

Salah satu akar dari penyakit otak adjustment disorder itu adalah Grandiose Delusion (GD). Ini juga penyakit mental. Ilustrasi terbaik penderita GD adalah kucing yang merasa sebagai singa. Jadi, ahoker stress gagal move on itu punya double psychosis mental disorder. GD berarti exaggerated belief. Kepedean. Ahoker sangat percaya diri Ahok bakal menang. Mereka sebut Ahok sesuci air wudhu, titisan Dewa Kera, mesias dan sebagainya.

Seolah-olah begitu banyak pendukung Ahok yang mengirimkan karangan bunga, namun, ironisnya, sebuah instgram toko bunga dengan akun @Lucky_florist memposting foto-foto karangan bunga tersebut dan menyebut bahwa mereka banjir pesanan untuk karangan bunga bagi Ahok-Djarot. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here