Karyawan Kontrak DIPO Pertamina Banyuwangi Mogok Massal

0
99
Sopir truk Dipo Pertamina melakukan aksi unjuk rasa menuntut dihapuskannya sistem outsourcing. Mereka ingin dijadikan karyawan tetap karena selama ini, nasib mereka tidak jelas dan selalu dalam ancaman PHK.

Nusantara.news-Banyuwangi, Kegiatan pengiriman BBM untuk wilayah DIPO Pertamina Banyuwangi pada hari Senin, (19/6/2017) mengalami gangguan akibat  adanya aksi mogok massal yang dilakukan para supir. Penyebab dari mogok massal tersebut karena para supir tidak puas dengan sistem kontrak yang dijalankan oleh manajemen BUMN tersebut.

Aksi protes dilakukan oleh para karyawan dengan menggelar panggung orasi di depan Dipo Pertamina Tanjungwangi, sebelah utara Pelabuhan Ketapang. Para sopir menyuarakan beberapa tuntutan seperti mendesak perusahaan untuk mempekerjakan supir yang sebelumnya dipecat.

Selain itu, para supir juga menuntut untuk mengubah status pekerja dari sebelumnya supir berstatus tenaga kontrak harus diangkat menjadi pekerja tetap.

Para pekerja juga mengkritisi sistem kerja dengan menuntut para pekerja harus bekerja selama 8 jam sehari. Tuntutan lain yang diajukan oleh para pekerja yaitu perusahaan harus membayar biaya uang lembur tepat waktu.

“Selama ini kami hanya menjadi pegawai kontrak melalui pihak ketiga, bukan di anak perusahaan Pertamina. Gaji kami pun juga dirasa minim karena hanya standar UMK Banyuwangi,” Ungkap Busairi selaku Ketua UMK DIPO Pertamina Banyuwangi di sela-sela aksi.

Aksi yang dilakukan di Banyuwangi tersebut juga menjadi salah satu bagian dari aksi nasional yang dilaksanakan secara serempak hingga tanggal 26 Juni mendatang. Menurut Busairi mayoritas aksi yang dilakukan dengan skala nasional tersebut menuntut hak-hak pekerja.

“Kami bekerja dengan jam kerja yang hampir 24 jam dan tidak ada uang lembur sehingga memunculkan beban kerja yang cukup berat. Parahnya lagi para pekerja yang sudah bekerja hampir lima tahun masih rawan dipecat dengan status pesangon yang tidak jelas karena statusnya hanya pekerja kontrak, terangnya.

Jumlah tenaga kerja di DIPO Pertamina Banyuwangi sejumlah 150 orang dengan jumlah armada truk tangki sebanyak 50 unit. Para pekerja tersebut berposisi sebagai supir dan kernet truk. Mereka melayani pengiriman SPBU di lima Kabupaten yaitu Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang.

Sementara itu, Area Manager Communication and relations DIPO Pertamina Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Heepy Wulandari menegaskan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan PT Patra Niaga untuk menyelesaikan persoalan dengan para tenaga kerja yang melakukan aksi mogok massal. Pihaknya juga berupaya untuk menemukan solusi agar distribusi BBM di lima Kabupaten tersebut tidak terganggu.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here