Kasus PLTU Riau-1: Golkar Tersengat, Dirut PLN Sofyan Basir Diduga Kuat Ikut Terlibat

0
137

Nusantara.news, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap pembangunan proyek PLTU Riau-1 yang ikut menjerat mantan Menteri Sosial Idrus Marham. KPK menduga, masih banyak pejabat negara lainnya yang ikut terlibat. Salah satu pejabat terkait yang diyakini tahu persis perihal kongkalikong proyek hingga adanya aliran dana suap, yakni Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir.

Baca juga: Setelah Nicke Widyawati Masuk Radar KPK

Tak hanya itu, KPK saat ini juga tengah getol menelusuri aliran uang suap yang diduga turut mengucur di Munaslub Partai Golkar 2017. Menariknya, dalam kasus ini KPK menyatakan tak akan segan menjerat Partai Golkar sebagai tersangka dengan pidana korporasi. Penetapan tersangka tersebut bisa diberikan apabila Partai Golkar terbukti menerima uang suap dari proyek tersebut.

Pihak KPK menegaskan, penetapan Golkar yang merupakan sebuah organisasi berbadan hukum sebagai tersangka bisa dilakukan merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Tindak Pidana oleh Korporasi.

Dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 ini, KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Mereka di antaranya Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Recourses Co Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo, dan yang terbaru Idrus Marham.

Eni Saragih dan Idrus Marham diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Johannes terkait proyek senilai Rp12,87 triliun itu. Terbongkarnya kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Eni Saragih dan Johannes Kotjo, pada 13 Juli 2018 lalu. Berikut ini kongkalikong proyek PLTU Riau-1 yang berhasil dibongkar dan kronologis penetapan tersangka maupun terperiksa dalam kasus suap selengkapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here